Tahukah Anda Penyebab Kematian Terbesar di Dunia? - Analisis - www.indonesiana.id
x

illustr: Hands holding hourglass (stock image)

Mahendra Ibn Muhammad Adam

Sejarah mengadili hukum dan ekonomi, sebab sejarah adalah takdir, di satu sisi. *blog: https://mahendros.wordpress.com/ *Twitter: @mahenunja - FB: Mahendra Ibn Muhammad Adam
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 22 Agustus 2021 07:21 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Tahukah Anda Penyebab Kematian Terbesar di Dunia?


    Dibaca : 714 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Jumlah estimasi lakalantas global tahun 2019

    Tahun ini dalam laporannya WHO (2021),  pada tahun 2019 jumlah meninggal karena kecelakaan lalu  lintas per 100.000 jiwa sebagai berikut:

    1. Negara low income: Laki-laki: 39,8 dan Perempuan: 17
    2. Negara low middle income: Laki-laki: 25,5 dan perempuan: 8,9
    3. Negara upper middle income: laki-laki: 25,7 dan perempuan 7,9
    4. Negara high income: laki-laki: 12,4 dan perempuan 4,4

    Artinya terdapat 141,5 meninggal per 100 ribu jiwa di dunia. Maka dalam penduduk dunia yang berjumlah 7,67 miliar terdapat 10.860.720 jiwa yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas (dari hitungan 141,6 x [7.670.000.000 : 100.000]).

    Jumlah kematian karena bunuh diri per 100.000 jiwa sebagai berikut:

    1. Negara low income: Laki-laki: 8,8 dan Perempuan: 3,4
    2. Negara low middle income: Laki-laki: 11,7 dan perempuan: 6,7
    3. Negara upper middle income: laki-laki: 11,3 dan perempuan 4,8
    4. Negara high income: laki-laki: 19,9 dan perempuan 6,8

    Artinya terdapat 73,4 meninggal per 100 ribu jiwa di dunia. Maka terdapat 5.629.780 jiwa yang meninggal karena bunuh diri (dari hitungan 73,4 x [7.670.000.000 : 100.000]).

    Jumlah meninggal karena pembunuhan per 100 ribu jiwa sebagai berikut:

    1. Negara low income: Laki-laki: 13,2 dan Perempuan: 4
    2. Negara low middle income: Laki-laki: 8,1 dan perempuan: 2,6
    3. Negara upper middle income: laki-laki: 13,4 dan perempuan 2,5
    4. Negara high income: laki-laki: 3,7 dan perempuan 1,1

    Artinya terdapat 48,6 meninggal per 100 ribu jiwa di dunia. Maka terdapat  3.727.620 jiwa  yang meninggal karena pembunuhan (dari hitungan 48,6 x [7.670.000.000 : 100.000]).

    Menurut WHO dalam bukunya World Health Statistics 2021 pada tahun 2019 estimasi jumlah meninggal di dunia karena penyakit sebagai berikut:

    1. Jantung Iskemik sebanyak 8.880.000 jiwa
    2. Stroke sebanyak 6.190.000 jiwa
    3. Paru Obstruktif Kronis sebanyak 3.220.000 jiwa
    4. Infeksi Saluran Napas Bawah sebanyak 2.590.000 jiwa
    5. Neonatal conditions (sebanyak 1.960.000 jiwa
    6. Covid-19 sebanyak 1.800.000 jiwa (sepanjang tahun 2020)
    7. Kanker Trakea, Bronkus, Paru-paru sebanyak 1.760.000 jiwa
    8. Alzheimer dan demensia lainnya sebanyak 1.590.000 jiwa
    9. Diabetes Mellitus sebanyak 1.490.000 jiwa
    10. Diare sebanyak 1.450.000 jiwa

    World Health Satatistics 2021 -- Penyebab Kematian

    Kita dapat menentukan estimasi jumlah meninggal per 100.000 penduduk dunia sebagai berikut:

    1. Jantung Iskemik sebanyak 115,7 jiwa (8.880.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    2. Stroke sebanyak 80,7 jiwa (6.190.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    3. Paru Obstruktif Kronis sebanyak 41,9 jiwa (3.220.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    4. Infeksi Saluran Napas Bawah sebanyak 33,7 jiwa (2.590.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    5. Neonatal conditions sebanyak 25,5 jiwa (1.960.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    6. Covid-19 sebanyak 23,4 (1.800.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    7. Kanker Trakea, Bronkus, Paru-paru sebanyak 22,9 jiwa ( 1.760.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    8. Alzheimer dan demensia lainnya sebanyak 20,7 jiwa (1.590.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    9. Diabetes Mellitus sebanyak 19,4 jiwa (1.490.000 : [7.670.000.000 : 100.000])
    10. Diare sebanyak 18,9 jiwa (1.450.000 : [7.670.000.000 : 100.000])

     

    KESIMPULAN

    Perbandingan Jumlah Meninggal tahun 2019

     

    Perbandingan Jumlah Meninggal per 100000 tahun 2019

     

    Sumber:

    WHO, Penyakit

    WHO, Lakalantas dll

    Ikuti tulisan menarik Mahendra Ibn Muhammad Adam lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.