Kok Bisa, Aktivitas Sepak Bola Rakyat Sudah Ramai, Masih PPKM, kan? - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

olimpiade fifa

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 24 Agustus 2021 13:58 WIB

  • Olah Raga
  • Topik Utama
  • Kok Bisa, Aktivitas Sepak Bola Rakyat Sudah Ramai, Masih PPKM, kan?

    Aturan PPKM masih diperpanjang, tetapi aktivitas sepak bola rakyat kok sudah ramai, dibiarkan lagi. Ayo, bagaimana?

    Dibaca : 776 kali

    Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid terbaru diumumkan lagi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin malam (23/8/2021). Pengumuman itu disiarkan langsung oleh berbagai stasiun televisi nasional dari kanal YouTube Sekretariat Presiden. PPKM jilid terbaru diterapkan mulai 24 hingga 30 Agustus 2021.

    Jokowi pun menyampaikan bahwa beberapa daerah diturunkan dari level 4 ke 3. Aturan mengenai penerapan PPKM level 4, 3, dan 2 periode 17-23 Agustus 2021 telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021.

    Kegiatan olah raga (sepak bola), liar

    Miris, kendati kegiatan olahraga di ruang terbuka masih berlaku sesuai peraturan
    Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun sikap abai masyarakat masih terus dipertunjukkan. Lebih miris, kegiatan olah raga khususnya sepak bola, justru malah seolah difasilitasi oleh para pengelola lapangan yang kesannya memang tak peduli dengan aturan PPKM.

    Sehingga, masyarakat yang memang sudah bosan dengan PPKM dan ingin bermain sepak bola, memaksakan diri bermain sepak bola karena pihak pengelola lapangan pun menyewakan. Ada lapangan yang dikelola oleh pihak kampung atau pribadi, tetapi banyak pula lapangan-lapangan sepak bola yang disewakan justru ada di lingkungan yang seharusnya menjadi bagian penertib PPKM. Ini, malah mereka menyewakan lapangan.

    Bahkan, sampai ada yang dimanfaatkan oleh pihak yang kurang bertanggungjawab, menyewa lapangan justru untuk menggelar event festival atau turnamen sepak bola tanpa mengindahkan aturan PPKM, dan tanpa aturan perizinan dan rekomendasi dari stakeholder terkait, karena kebanyakan lapangan yang disewa ada di dalam komplek yang seharusnya menjadi bagain pengamanan PPKM. Karena itu, masyarakat yang menyewa untuk sekadar latihan atau uji tanding atau bikin festival atau turnamen, merasa aman dan nyaman, bahkan seolah dilindungi. Miris.

    Para oknum masyarakat yang abai ini memang benar-benar hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri, meski virus corona jenis delta sungguh sangat tak bisa diduga dan akan menyerang dengan mudah siapa saja. Bagi yang hanya memikirkan kesenangan dirinya, tak peduli bahwa bila sampai terpapar corona, meski tanpa gejala, maka akan isolasi mandiri. Terbayang harus terkurung di rumah minimal 14 hari dll.

    Tak peduli, meski pemerintah berupaya mengendalikan laju corona dengan PPKM, tapi para oknum yang tetap memaksakan bermain bola tak berpikir bahwa akan sangat mudah lahir klaster corona baru yang ditularkan dari bermain sepak bola dalam situasi PPKM, dan jelas melanggar aturan.

    Tak Tegas, ke mana Gugus Tugas dan Petugas?

    Ke mana Gugus Tugas dan para pelaku pengamanan dan penertiban PPKM? Kok bisa olah raga sepak bola, bahkan sudah banyak dilakukan secara normal?

    Atas fenomena masyarakat yang sudah aktif memainkan kegiatan sepak bola dalam berbagai bentuk, mulai dari sekadar latihan  biasa hingga festival dan turnamen, mengapa Gugus Tugas Covid-19 dan para petugas keamanan membiarkan aktivitas kegiatan sepak bola yang jelas melanggar aturan PPKM?

    Dari penelusuran dan pantauan berbagai pihak, kegiatan sepak bola ini sudah marak di berbagai daerah, meskipun daerah tersebut masih dalam kategori PPKM Level 4 atau Level 3 atau Level 2. Padahal, proses izin sekelas Kompetisi Sepak Bola di Indonesia, yaitu Liga 1 dan 2 saja memakan waktu dan pertimbangan yang cukup panjang dan matang hingga Gugus Tugas Covid-19 dan Kepolisian menerbitkan Surat Izin Kompetisi yang diikuti oleh berbagai persyaratan protokol kesehatan ketat.

    Tetapi, kini di beberapa wilayah di negeri ini, masyarakat seolah justru nampak sudah terlebih dahulu bebas melakukan kegiatan dan aktivitas sepak bola yang jelas melanggar aturan PPKM. Ironisnya, jarang sekali mengemuka dalam berita di media massa dan televisi ada petugas penertib PPKM di daerah bersangkutan nampak berupaya menertibkan para pelanggar PPKM itu.

    Ini lho aturan PPKM khusus untuk olah raga

    Dalam aturan PPKM yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021, khusus tentang kegiatan olah raga adalah sebagai berikut:

    Wilayah PPKM Level 4

    Dalam aturan nomor 11.
    Fasilitas umum (area publik, taman, tempat wisata dan area publik lainnya) ditutup sementara. Begitu juga kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian.

    Wilayah PPKM Level 3

    Dalam aturan nomor 3.
    Fasilitas dan kegiatan seni, budaya, olahraga dan kegiatan sosial yang bisa menimbulkan kerumunan ditutup sementara, kecuali untuk hal berikut:

    Olahraga di luar ruangan, secara individu atau kelompok kecil maksimal 4 orang, dengan tidak melibatkan kontak fisik. Olahraga berkelompok dan di dalam ruangan tidak diperbolehkan. Fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dengan kapsitas 50 persen. Menggunakan masker kecuali aktivitas tertentu yang mengharuskan melepas masker. Ada pengecekan suhu untuk orang yang masuk ke fasilitas olahraga dan skrining dengan aplikasi Peduli Lindungi. Restoran atau kafe di dalam fasilitas olahraga tidak diizinkan melayani makan di tempat. Tidak boleh berkumpul setelah aktifitas olahraga. Fasilitas olahraga yang melanggar akan dikenai sanksi berupa penutupan sementara.

    Wilayah PPKM Level 2

    Dalam aturan nomor 8.
    Fasilitas umum (area publik, taman, tempat wisata dan area publik lainnya) boleh dilaksanakan dengan kapasitas 25 persen. Begitu juga kegiatan seni, budaya, sosial kemasyarakatan dan olahraga.

    Dengan Pemerintah memperpanjang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali hingga 30 Agustus mendatang. Sementara untuk PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang hingga 6 September 2021. Boleh dicek oleh Gugus Tugas Covid-19 dan para petugas PPKM, daerah mana yang masih membiarkan kegiatan olah raga (sepak bola) melanggar aturan PPKM. Apakah akan terus dibiarkan dan menjadikan aturan PPKM Level 4, 3, dan 2 hanya di atas kertas?

    Aturan PPKM masih diperpanjang, tetapi aktivitas sepak bola rakyat kok sudah ramai, dibiarkan lagi. Ayo, bagaimana?





    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.