Mahasiswi Unej Bantu Gelar Program Pencegahan Stunting di Desa Dasri - Analisis - www.indonesiana.id
x

Yosy Ella

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 September 2021

Jumat, 3 September 2021 07:31 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mahasiswi Unej Bantu Gelar Program Pencegahan Stunting di Desa Dasri

    Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting tidak hanya berdampak pada postur tubuh anak, namun juga mengakibatkan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal tidak optimal dan berdampak pada rendahnya status kesehatan dan pola pikir pada anak di masa depan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata berbasis Back To Village di tengah pandemi Covid - 19 mahasiswa KKN Universitas jember Universitas Jember berkesempatan meningkatkan taraf kualitas sumber daya masyarakat di desa masing - masing, salah satunya dengan melakukan program pencegahan stunting di Desa Dasri (Tegalsari - Banyuwangi).

    Dibaca : 434 kali

    Desa Dasri merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Tegalsari yang memiliki luas wilayah 65.13 km2 dengan 52.361 ribu jiwa penduduk. Desa Dasri terdiri dari 4 dusun, yaitu Balokan, Krajan, Sumbergayam, dan Sumberjati yang terbagi dalam 5 RW dan 14 RT. Desa Dasri berada dipinggiran kota, dimana masih banyaknya lahan hijau persawahan dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama penduduk desa sebagai petani.

    Namun tidak sedikit warga yang memanfaatkan luas lahan yang ada untuk berternak hewan seperti bebek, lele, dll. Selain itu, penduduk sekitar juga mengembangkan wirausaha sebagai pengerajin kemoceng, dan sapu ijuk, serta pedagang makanan atau angkringan. Kecamatan Tegalsari memiliki beberapa sarana kesehatan antara lain, 2 Poliklinik, 1 Puskesmas, dan 3 Puskesmas Pembantu yang salah satunya berada di Desa Dasri.

    Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat melalui beberapa hal seperti Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKABA), Angka Kematian Ibu (AKI), angka morbiditas penyakit, dan status gizi. Menurut data Bappenas (2018 – 2019), Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu Provinsi prioritas penangan permasalahan stunting. Jawa Timur memiliki 11 lokasi khusus penanggulangan stunting pada tahun 2018, diantaranya Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, dan Kab Lamongan, serta bertambah 1 yaitu Kabupaten Kedir pada 2019.

    Selama masa pandemi Covid–19, kelompok rentan menjadi sasaran utama dalam penanganan kesejahteraan dan keselamatan, salah satunya adalah ibu dan anak. yakit kronis yang berhubungan dengan gizi. Menurut Badan Statistik Banyunwangi per 2010 – 2020, pada tahun 2020 jumlah bayi lahir mencapai 22.578, Bayi Berat Badan Rendah (BBLR) sebanyak 783, dan bayi dengan gizi buruk sebanyak 462.

    Kondisi kesehtaan di Desa Dasri terbilang sudah cukup baik, namun kasus stunting masih ditemukan akibat faktor rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran orang tua dalam pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan gizi seimbang, dan pola asuh yang memadai bagi anak – anak. Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

    Kegiatan posyandu yang semestinya dapat memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkesinambungan terhenti selama pandemi Covid – 19 sehingga status kesehatan ibu dan anak tidak terpantau, promosi dan konsultasi kesehatan ibu dan anak tidak terlaksana, serta imunisasi yang tidak terlaksanan sebagai mana mestinya.

    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program KKN Back to Village III UENJ di Desa Dasri dengan tematik “Penanganan Stunting dan AKI AKB” dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus sampai 9 September 2021, diharapkan melalui program ini maka pemantauan, promosi, dan konsultasi kesehatan ibu dan anak terkait pencegahan stunting sedini mungkin dapat dilakukan guna mengembangkan sumber daya manusia berkualitas di masa depan.

    Program kerja yang akan dilaksanakan meliputi promosi edukasi kesehatan terkait peningkatan status gizi dan pencegahan stunting pada ibu dan anak, promosi dan konseling pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), serta pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai kegiatan penunjang ketersediaan mpasi dan pangan bergizi keluarga. 

    Terkait program kerja dalam pengabdian masyarakat melalui program KKN   III di Desa Dasri dengan tematik “Penanganan Stunting dan AKI AKB” dapat dicermati pada Model Canvas Pelaksanaan KKN BTV III UNEJ Universitas Jember , serta Roadmap kegiatan selama pelaksanaannya dibawah ini.

    Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting tidak hanya berdampak pada postur tubuh anak, namun juga mengakibatkan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal tidak optimal dan berdampak pada rendahnya status kesehatan dan pola pikir pada anak di masa depan.

    Melalui program Kuliah Kerja Nyata berbasis Back To Village di tengah pandemi Covid-19 mahasiswa KKN Universitas jember Universitas Jember berkesempatan meningkatkan taraf kualitas sumber daya masyarakat di desa masing-masing, salah satunya dengan melakukan program pencegahan stunting di Desa Dasri (Tegalsari - Banyuwangi).

    MODEL CANVAS KKN 09 BTV III UNEJ 2021

    ROADMAP KKN 09 BTV III UNEJ 2021



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.