Mahasiswa KKN Bantu Pengusaha UMKM Optimalkan Medsos dan Branding Tingkatkan Penjualan di Era Pandemi - Urban - www.indonesiana.id
x

Hulfi Kurnia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 September 2021

Rabu, 8 September 2021 06:53 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Mahasiswa KKN Bantu Pengusaha UMKM Optimalkan Medsos dan Branding Tingkatkan Penjualan di Era Pandemi


    Dibaca : 307 kali

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu program yang dibuat universitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk memenuhi tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada masyarakat. Sejak adanya pandemi Covid-19, kegiatan KKN masing-masing universitas harus dilaksanakan secara online. Ini juga untuk memenuhi peraturan pemerintah yaitu Work From Home dan PPKM darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Universitas Jember (Unej) pun menerapkan program KKN Back To Village yang artinya melaksanakan KKN di daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa.

    Hal itu juga dilakukan oleh Hulfi Kurnia Putri Fitrotul Kamila, mahasiswa jurusan Akuntansi, dengan DPL Bekti Palupi, S.T., M.Eng, yang melaksanakan kegiatan KKN di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, kabupaten Lumajang.

    Desa ini berpenduduk 3.083 jiwa dengan mata pencaharian mayoritas adalah petani. Namun seiring berjalannya waktu saat ini masyarakat mulai banyak mendirikan UMKM sebagai sarana untuk berwirausaha, salah satunya adalah Sholehuddin Kholili yang kerap disapa Mas Hol yang juga mendirikan sebuah kedai bernama Terang Bulan Nusantara yang menjual aneka macam mertabak terang bulan, creepes, dan capcin sejak 17 bulan yang lalu.

    Namun sayangnya, pada masa pandemi saat ini banyak wirausahawan yang mengalami penurunan penjualan bahkan hingga merugi, terutama ketika kebijakan PPKM darurat diterapkan. Hal ini terutama dikarenakan wirausahawan tersebut belum menggunakan media online sebagai sarana penjualannya sehingga ketika kebijakan PPKM daruratpun diterapkan, mereka sangat merasakan dampaknya. Oleh karena itu, penggunaan media online sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk sangatlah dibutuhkan terutama pada saat masa pandemi seperti ini.

    “Sejak ada pandemi ini, balik modal saja saya sudah bersyukur mbak. Tapi akhir–akhir ini penjualan menurun drastis terutama untuk capcin modalnya nggak bisa mutar, mangkanya saya rugi,” ujar Mas Hol.

    Melihat hal tersebut, Hulfi Kurnia Putri Fitrotul Kamila, berupaya membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Mas Hol. Caranya dengan memberikan program kerja yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut. 

    “Penggunaan internet dan media sosial sangat meningkat drastis akhir–akhir ini. Dari 175,4 juta populasi di Indonesia, sekitar 64% dari total tersebut adalah pengguna internet dengan penetrasi 59% adalah pengguna media sosial aktif. Maka dari itu saya berpikir untuk memanfaatkan hal tersebut sebagai media promosi dan penjualan sehingga penjualan bisa meningkat. Tidak hanya itu, untuk membantu meningkatkan pendapatan maka Mas Hol dibantu dengan saya berinisiatif untuk menaikkan beberapa harga produk serta mendesain kembali daftar menu yang baru,” katanya.

    Program kerja yang akan Hulfi laksanakan dalam 30 hari kedepan dimulai dari tanggal 11 Agustus 2021 – 10 September 2021 anatara lain :

    1. Logo baru outlet
    2. Perbaruan daftar menu
    3. Banner
    4. Akun media sosial
    5. Akun penjualan produk online
    6. Laporan keuangan sederhana

    “Tolak ukur keberhasilan saya dapat dilihat dari adanya penggunaan media online sebagai media promosi, adanya peningkatan penjualan produk, serta pengusaha dapat membuat laporan keuangan sederhana,” kata dia.

    Semoga dengan program kerja KKN Back To Village tersebut dapat memberikan banyak manfaat terhadap masyarakat serta dapat membantu wirausahawan yang terdampak Covid-19 untuk meningkatkan penjualannya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.