Di Tengah Krisis, Ketulusan dan Kepercayaan, Mahal Harganya - Analisis - www.indonesiana.id
x

Percaya

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 12 September 2021 07:01 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Di Tengah Krisis, Ketulusan dan Kepercayaan, Mahal Harganya

    Kepada orang yang senantiasa tulus dan dapat dipercaya, teruslah rawat dan pupuk sikap itu, karena mahal harganya di tengah krisis karakter dan moral di negeri ini.

    Dibaca : 238 kali

    Tulus dan Percaya
    By Supartono JW
    September.11092021

    Orang yang tulus
    Orang yang sungguh dan bersih hati,
    Suuci, jujur, tidak pura-pura,
    Tulus hati, tulus ikhlas. 

    Orang yang jujur
    Orang yang senantiasa mengakui
    Menganggap atau yakin bahwa sesuatu Benar-benar ada, karena dapat dipercaya

    Reff

    Kepada orang yang tulus
    dan dapat dipercaya
    Teruslah rawat dan pupuk sikap itu

    Kepada orang yang tulus
    dan dapat dipercaya
    Teruslah jadi teladan
    untuk diri dan orang lain

    (Ada dalam.Chanel YouTube: Supartono JW)

    Saat krisis moral terus menggerogoti negeri ini, tetap masih ada harapan di tengah masyarakat, karena tetap ada orang-orang yang tulus dan dapat dipercaya di tengah-tengah kita, tatkala orang-orang yang diberikan amanah maupun seharusnya amanah, malah hanya berbuat pura-pura tulus dan bersikap meyakinkan pura-pura dapat dipercaya. Padahal mereka hanya memainkan peran sesuai skenario sandiwara kepentingan dan kepentingan.

    Krisis moral hingga orang-orang berpura-pura tulus dan pura-pura dapat dipercaya adalah akibat dari terpuruknya pendidikan dan keteladanan para elite pemimpin bangsa yang masih jauh panggang dari api, terlebih ditambah hadirnya pandemi corona, semakin menampakkan wujud perikemanusiaan dan perikeadilan mereka yang tetap mudah terbaca.

    Kembali kepada masih adanya harapan bahwa tetap masih banyak orang yang tulus dalam setiap sikap dan perbuatannya baik untuk diri sendiri dan orang lain, juga masih banyak orang yang dapat dipercaya, bukan karena pura-pura dan sandiwara.

    Karenanya, berbahagialah bagi kita dan siapa saja yang masih dikelilingi orang-orang yang tulus dan dapat dipercaya. Semisal, di kehidupan dalam keluarga, lingkungan masyarakat, tempat kerja. Terlebih bila kita memiliki teman, sahabat, atau orang yang kita sayangi, cintai, membalas segala sikap dan perbuatan kita dengan tulus dan dapat dipercaya.

    Orang yang tulus adalah orang yang sungguh dan bersih hati, suci, jujur, tidak pura-pura, tulus hati, tulus ikhlas. Sementara orang yang dapat dipercaya adalah orang yang senantiasa mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata, menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada, menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dan sebagainya), yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dan sebagainya).

    Berikan ketulusan dan kepercayaan

    Untuk itu, bagi orang-orang yang masih dikelilingi orang-orang yang tulus dan dapat dipercaya, maka jangan pernah coba-coba mengingkari dan mengkhianati ketulusan dan kepercayaan mereka. Ketulusan dan kepercayaan mereka, wajib kita jaga dan rawat. Sebaliknya, kita juga wajib dapat membalas mereka juga dengan ketulusan dan kepercayaan pula. Bukan dengan kepura-puraan. Apalagi sekadar sandiwara dan rekayasa.

    Bila sikap tulus dan dapat dipercaya terus tumbuh pada diri saya, kita, mereka, berkembang biak dan menular bak pandemi corona, tentu tak dibutuhkan Satgas ketulusan dan Satgas yang dapat dipercaya. Pun tak dibutuhkan masker, jaga jarak, dan cuci tangan, karena lahirnya orang-orang baru yang tulus dan dapat dipercaya memang selalu dinanti. Orang-orang yang selama ini berpura-pura tulus dan pura-pura dapat dipercaya, insaf kembali ke jalan yang benar. 

    Kepada orang yang senantiasa tulus dan dapat dipercaya, teruslah rawat dan pupuk sikap itu, karena mahal harganya di tengah krisis karakter dan moral di negeri ini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.