Risiko bagi Perempuan atas Pilihan Menjalani Childfree - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi: ArtPics On Fb

Alin FM

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2020

2 hari lalu

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Risiko bagi Perempuan atas Pilihan Menjalani Childfree

    Pilihan hidup menjalani childfree, atau menikah tapi memilih tidak punya anak, menimbulkan risiko biologis bagi perempuan. Menurut para pakar kesehatan, kebanyakan para perempuan yang mengidap tumor dan kanter rahim, adalah mereka yang tidak memiliki anak atau yang memiliki hanya satu orang anak.

    Dibaca : 225 kali

    Menurut dictionary.cambridge.org, childfree adalah istilah yang digunakan merujuk pada orang yang memilih tidak memiliki anak, atau tempat atau situasi tanpa anak.

    Pilihan hidup menjalani childfree, atau menikah tapi memilih tidak punya anak, memiliki sejumlah dampak hingga risiko biologis, terutama bagi perempuan. Karena setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Jangan hanya karena merasa kita bebas menentukan hak tubuh kita tanpa melihat dan mengetahui risikonya.

    Menurut para pakar kesehatan, kebanyakan para perempuan yang mengidap tumor dan kanter rahim, adalah mereka yang tidak memiliki anak atau yang memiliki hanya satu orang anak.

    Mengutip laman Cancer.org, kanker rahim dapat menyerang perempuan tanpa memandang usia, namun lebih sering menyerang mereka yang tidak pernah memiliki anak, atau mereka yang memiliki anak pertama setelah usia 35 tahun.

    Tumor dan kanker payudara cenderung banyak menyerang perempuan yang tidak menyusui. Mengutip laman Cancer Center, wanita yang belum memiliki anak, atau yang memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun, mungkin memiliki peluang sedikit lebih tinggi terkena kanker payudara. Itu karena jaringan payudara terpapar lebih banyak estrogen untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Selain itu, ada juga kista endrometrosis, di mana sekitar 30-50 persen wanita yang mengalami endometriosis biasanya juga mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas.

    Meski endometriosis dapat mengganggu kesuburan, ada beberapa solusi yang mungkin bisa dijalani pasien agar bisa hamil, tergantung pada usia dan tingkat keparahan endometriosisnya.

    Oleh karena itu, jangan anggap kalau tidak punya anak itu bebas dari risiko. Pengetahuan kesehatan reproduksi perlu dibangun, terlebih karena perempuan siklusnya jalan terus, setiap bulan telurnya kecil, membesar, kemudian pecah dan menstruasi.

    Ketika wanita pernah hamil, siklus itu disetop selama sembilan bulan, dan itu ada baiknya, mengistirahatkan rahim dari putaran siklus hormon. Jadi penting bagi wanita yang memutuskan childfree untuk memperkaya wawasan terkait dampak dan risiko bagi tubuhnya.

    Inilah konsekuensi dari memilih childfree. Ide yang melawan fitrah ini ternyata membawa bahaya laten untuk tubuh perempuan. Bukankah Allah SWT sudah menciptakan pernikahan untuk melestarikan keturunan? Bukankah rahim perempuan diciptakan untuk melahirkan generasi selanjutnya? Bukankah pernikahan dengan adanya anak akan menambah kebahagiaan?

    Patut kita renungkan firman Allah SWT Allah SWT dalam surat An Nahl Ayat 72:

    Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?

    Dalam ayat tersebut mengingatkan, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mengingkari nikmat Allah SWT dengan melawan fitrah manusia untuk melestarikan keturunan dengan memilih childfree. Bukankah hidup ini hanya sementara dan nanti kita akan bertemu dengan Sang Pencipta, Allah SWT? Kenapa harus memilih childfree yang mengikuti gaya hidup barat yang menyesatkan? Ide-ide barat racun mematikan dalam kehidupan. Terkesan indah namun sejatinya merusak. Patut kita buang jauh-jauh ide menyesatkan ini untuk menyelamatkan dunia dan akhirat.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.