Puisi | Bumi Pertiwiku, Indonesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

kholis nujib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Oktober 2019

2 hari lalu

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Puisi | Bumi Pertiwiku, Indonesia


    Dibaca : 108 kali

     

    Oleh: M.N.K Al Amin

    Tut...tut...tut...
    Naik kereta api.
    Dari stasiun satu ke stasiun yang lain.
    Singgah di sana di mari.
    Melewati bentang sawah yang hijau nan asri.
    Hatiku berdoa untuk Ibu Pertiwi.
    Semoga Indonesia selalu tentram dan nyaman dihati.
    Walau beragam agama dan pemahaman hidup di bumi ini.
    Namun, semoga semua pemeluknya gemar tuk menebar rahmat nan kasih.
    Tak ada lagi, tuk menjelekkan yang lain.
    Atas nama agama yang suci.

    Tut...tut...tut...
    Indahnya Bumi pertiwi.
    Jangan kau nodai.
    Dengan nafsu tuk mengeksploitasi.
    Kekayaan sumber daya hayati, non hayati.
    Tuk segelintir kebutuhan golongan dan pribadi.

    Tut...tut...tut...
    Bentang alam yang luas.
    Menandakan kuasa-Nya.
    Sebagai jalan kecil tuk mengenal-Nya.
    Berdatabbur dengan alam raya.
    Jangan kau laknat.
    Tentang apa yang kau lihat.
    Namun, tebarkan doa.
    Agar Indonesia Aman.
    Rakyat sejahtera nan sentosa.

    #shollallahu_'alaa_sayyidinaa_Muhammad
    #menikmati_perjalanan_tut_tut_tut_



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.