Sekotak Nasi untuk Hati - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gadis Desa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Sabtu, 25 September 2021 08:42 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Sekotak Nasi untuk Hati

    Panggilan hati, menjadi alasan wanita berhati dan suara lembut ini memilih, menjadi ‘pelayan’ penderita Atresia Bilier  bahkan menjadi bagian hidupnya. Apa yang dilakukan Dyah sudah bisa menjadi contoh mulia, untuk tetap berbuat baik pada siapapun. Sosok Dyah adalah orang tua bagi semua anak yang terlahir kurang beruntung itu. Yayasan Rumah Satu Hati membantu anak-anak penderita  Atresia Bilier.

    Dibaca : 561 kali

    Orang tua mana yang tak sedih jika sang buah hati yang disayangi jatuh sakit. Semua orang tua di dunia, sepertinya sepakat jika rasa sakit yang diderita sang buah hati dipindahkan saja ke orang tua. Biarkan orang tua yang merasakan sakitnya, asal sang anak tercinta terlihat ceria kembali, bermain bersama teman-temannya, lahap makan atau hanya sekedar tersenyum lebar. Kira-kira seperti itulah gambaran orang tua yang ingin anaknya sembuh dari sakit apapun.

    Namun, dalam menjalani hidup yang fana ini,  takdir Tuhan memang harus diterima dengan lapang dada. Tidak sedikit, anak terlahir dengan ketidaksempurnaan. Di antara sekian banyak anak yang lahir ke dunia, sebagian mereka harus menderita Atresia Bilier.

    Ya, salah satu jenis kelainan yang terjadi pada saluran metabolisme dimana saluran dari hati ke kantung empedu tidak terbentuk normal. Sialnya, penyakit gangguan hati ini sifatnya kronis, progresif, dan yang membuat hati ayah-bunda semakin pedih, Atresia Bilier baru diketahui ketika bayi mungil dan menggemaskan itu sudah lahir.

    Saya rasa, sebagiaan orang tua patut berterima kasih pada Dyah Putri Ambarwati. Wanita anggun berhijab dan berkacamata ini, mengabdikan diri memberikan pertolongan kepada penderita  Atresia Bilier.

    Wanita berhati emas, yang juga seorang ASN di Kementerian Kesehatan RI ini menggagas  langsung "Gerakan Nasi Kotak Untuk Berbagi" yang merupakan cikal bakal lahirnya Yayasan Rumah Satu Hati.

    Panggilan hati, menjadi alasan wanita berhati dan suara lembut ini memilih, menjadi ‘pelayan’ penderita Atresia Bilier  bahkan menjadi bagian hidupnya. Apa yang dilakukan Dyah sudah bisa menjadi contoh mulia, untuk tetap berbuat baik pada siapapun. Sosok Dyah adalah orang tua bagi semua anak yang terlahir kurang beruntung itu. Yayasan Rumah Satu Hati membantu anak-anak penderita  Atresia Bilier.

    Setiap pagi menjelang, Dyah selalu bersiap dengan sejumlah nasi kotak yang dibuatnya. Nasi kotak yang dibawa itu, kemudian dikirimkan ke pemesan di lingkungan tempatnya bekerja. ‘Kotak Amal’ nasi kotak Dyah lah, denyut hati penderita Atresia Bilier bersandar.

    ‘Kotak Amal’ itu, dibandrol Rp10 ribu, dana yang dikumpulkan dari hasil penjualan diperuntukkan sepenuhnya untuk anak-anak penderita atresia bilier. Mulia sekali!

    “Apa yang kita tanam, itu yang kita tuai” pribahasa itu mungkin tepat disematkan untuk sosok Dyah. Memberikan dampak sosial yang sangat tinggi, Dyah berhasil menjadi 10 besar kategori PNS Inspiratif dalam ajang Anugerah ASN 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Semoga bisa menjadi contoh untuk kita semua. Panjang umur untuk hal-hal baik. (*)

    Penulis : Maulana Yusuf



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.