Aspal Buton, 7 Tahun Pemerintahan Jokowi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Jokowi

Indrato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 16:43 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Aspal Buton, 7 Tahun Pemerintahan Jokowi

    Sebentar lagi kita akan menyongsong tanggal 20 Oktober 2021, dimana pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo akan genap berusia 7 Tahun. Apa yang sudah Pak Jokowi lakukan untuk aspal Buton ? Pak Jokowi sudah banyak sekali membangun infrastruktur jalan-jalan. Tetapi kok masih menggunakan aspal minyak impor? Kapan giliran aspal alam Buton akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan-jalan di era pemerintahan Pak Jokowi ?

    Dibaca : 432 kali

    Dukung penulis indonesiana

    Pada tanggal 20 Oktober 2014, Bapak Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke7 periode tahun 2014 — 2019. Pada tanggal 20 Oktober 2019, Bapak Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia periode tahun 2019 — 2014. Sebentar lagi kita akan menyongsong tanggal 20 Oktober 2021, dimana pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo akan genap berusia 7 Tahun. Apa yang sudah Pak Jokowi lakukan untuk aspal Buton ? Pak Jokowi sudah banyak sekali membangun infrastruktur jalan-jalan. Tetapi kok masih menggunakan aspal minyak impor? Kapan giliran aspal alam Buton akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan-jalan di era pemerintahan Pak Jokowi ?

    Pada awal tahun 2015, Pak Jokowi telah mengawali masa pemerintahannya dengan baik sekali. Pak Jokowi mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap potensi aspal alam Buton. Pak Jokowi telah menginstruksikan kepada semua Kementerian-kementerian terkait untuk menggunakan aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor. Mirisnya, instruksi Pak Jokowi ini baru ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Bapak Luhut Binsar Panjaitan 4 tahun kemudian, atau tepatnya pada awal tahun 2019. Segala daya dan upaya sudah dilaksanakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi aspal Buton. Tetapi apa daya, ambisi besar Pak Jokowi untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal alam Buton kandas, dan tak kunjung terwujud. Pertanyaan besarnya sekarang adalah “mengapa” ?

    Ada kata-kata bijak yang mengatakan “Serahkan persoalan penting kepada ahlinya”. Mungkin nasehat ini yang luput dari perhatian Pak Jokowi dan Pak Luhut, Aspal Buton pertama kali ditemukan pada tahun 1924. Sekarang ini sudah hampir berusia 1 abad. Siapakah anak Bangsa yang sekarang ini dapat dianggap sebagai pakar atau ahli aspal Buton? Rasanya belum pernah terdengar ada pakar aspal Buton yang menulis opininya di Media mengenai gagasan Pak Jokowi untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal alam Buton. Maka tidaklah heran kalau selama 7 tahun pemerintahan Pak Jokowi ini, aspal Buton masih tetap saja berjalan di tempat. Alias masih belum mampu menggantikan aspal impor.

    Waktu 7 tahun adalah masa yang cukup lama. Anak usia 7 tahun sudah cukup besar untuk dapat mengurus dirinya sendiri. Sedangkan aspal alam Buton, 7 tahun pemerintahan Pak Jokowi, masih belum mampu menggantikan aspal minyak impor. Apa kata dunia? Ini sudah merupakan lampu merah bagi Kementerian-kementerian terkait. Pemerintahan Pak Jokowi tinggal tersisa 3 tahun lagi. Oleh karena itu perlu adanya upaya-upaya maksimal dan luar biasa untuk melaksanakan instruksi Pak Jokowi ini agar dapat terwujud segera, sebelum tanggal 20 Oktober 2024.

    Seperti kita ketahui bersama, Kementerian-kementerian terkait memiliki Staf Ahli di bidangnya masing-masing. Tetapi kelihatannya belum ada Staf Ahli yang benar-benar pakar di bidang aspal Buton. Khususnya Staf Ahli yang mampu merancang rencana strategis dan prioritas untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal alam Buton yang dapat terwujud dalam era pemerintahan Pak Jokowi. Apakah sekarang ini sudah terlambat? Tentu tidak ada kata terlambat untuk suatu perjuangan. Dimana ada kemauan, pasti selalu ada jalan. Sekarang masalahnya adalah apakah Pak Jokowi dan Pak Luhut mau mendengarkan masukan dari tulisan ini?

    Pakar aspal Buton, biasanya berasal dari Perguruan-perguruan Tinggi dan Universitas-universitas yang mendalami mengenai ilmu pertambangan, dan geologi. Tetapi hal ini masih belum cukup. Pakar aspal Buton masih harus memiliki juga keahlian di bidang ilmu proses untuk mengolah aspal Buton menjadi aspal Buton ekstraksi atau produk-produk aspal Buton lain yang memiliki nilai tambah. Dan belum lengkap kalau tidak memiliki ilmu marketing dan ilmu mata rantai pemasok. Dan tak kalah pentingnya memiliki kemampuan manajerial untuk membujuk para Investor untuk berminat mengembangkan dan mengelola industri aspal Buton. Dan seandai 1 orang Pakar tidak memiliki semua ilmu-ilmu yang dibutuhkan tersebut, maka tidak ada salahnya untuk dbentuk 1 tim pakar aspal Buton yang masing-masing orang memiliki keahliannya di bidangnya masing-masing.

    Apabila kita kaji bahwa selama 7 tahun pemerintahan Pak Jokowi aspal Buton masih belum mampu menggantikan aspal minyak impor adalah karena informasi dan masukan untuk Pak Jokowi dan Pak Luhut tidak sampai masuk di telinga Pak Jokowi dan Pak Luhut. Oleh karena itu perlu dibentuk tim pakar aspal Buton untuk menampung semua informasi dan masukan dari masyarakat Indonesia untuk dapat dirumuskan, disimpulkan, dan direkomendasikan sebagai sebuah masukan untuk bahan pertimbangan bagi pak Jokowi dan Pak Luhut dalam upaya mengambil kebijakan untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal alam Buton. 

    Mungkin kalau membentuk tim pakar aspal Buton ini dianggap terlalu merepotkan dan memakan waktu terlalu lama, maka tidak ada salahnya Pak Jokowi dan Pak Luhut dapat mempertimbangkan rekomendasi dari Pakar Hukum Pertambangan dari Universitas Tarumanegara, Bapak Ahmad Redi yang telah disampaikan dalam tulisannya pada bulan Pebruari yang lalu. Pemerintah sebaiknya menunjuk perusahaan BUMN untuk mengelola aspal Buton, karena perusahaan BUMN sudah memiliki Sumber Daya Manusia, Teknologi, Permodalan, dan Akses Pasar yang luas. Dan perusahaan BUMN yang sudah siap dan paling tepat untuk ditunjuk sebagai pengelola aspal alam Buton adalah PT Pertamina (Persero). Alasannya karena selama ini Pertamina adalah satu-satunya perusahaan BUMN yang sejak lama sudah memproduksi aspal.  

    Ingat, pemerintahan Pak Jokowi tersisa tinggal 3 tahun lagi. Ini waktu yang singkat untuk membuat sebuah rencana besar. Kementerian-kementerian terkait harus segera melakukan upaya-upaya ekstra keras dan luar biasa untuk bisa mewujudkan instruksi Bapak Presiden Joko Widodo untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal alam Buton. Sekarang jalan sudah terbuka. Apakah Pak Jokowi mau menempuh jalan ini? Atau jalan kesempatan emas ini akan diserah terimakan oleh Pak Jokowi kepada Presiden berikutnya, Presiden periode tahun 2024 — 2029 ? 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.