Tetap Sehat dan Bugar Selama Pandemi Covid 19 - Urban - www.indonesiana.id
x

Ayupuja Istikomah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 11:28 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Tetap Sehat dan Bugar Selama Pandemi Covid 19

    Hidup sehat di masa pandemi

    Dibaca : 690 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, masyarakat dihimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 juga mengimbau agar setiap orang selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,. Menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas .

    Pandemi ini membuat kita terpaksa harus membatasi aktivitas di luar rumah. Akibatnya kegiatan belajar dan bekerja pun harus kita lakukan dari rumah, guna menghindari kerumunan dan berkumpul di tempat yang ramai. Banyak yang mengatakan bahwa tinggal di rumah selama pandemi Covid-19 adalah momen baik bagi tubuh untuk memperoleh gizi seimbang yaitu dengan mengatur menu makanan kita agar tetap memenuhi kebutuhan zat gizi yang lengkap dalam jumlah yang sesuai.

    Selain mengatur pola makan, tubuh kita juga membutuhkan aktivitas fisik yang cukup guna menyeimbangkan kondisi kesehatan tubuh kita. Ada banyak macam olahraga yang bisa kita lakukan di rumah, bahkan tanpa menggunakan alat peraga apa pun seperti Senam,push up, sit up dan lain - lain.

    Hal ini akan menyempurnakan perubahan pola hidup sehat kita untuk kedepannya. Dari semua aktivitas yang kita lakukan di atas kita juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup, waktu istirahat sangat penting untuk mempertahankan kondisi tubuh kita agar tetap sehat dan bugar. Dilansir dari National Sleep Foundation, direkomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, dengan rutinitas tidur yang teratur membuat hari-hari kita tetap berjalan sesuai pola normal. Pastikan kita tidak bergadang karena dapat berakibat buruk pada kesehatan kita.

    Selain cukup istirahat, pastikan diri kita selalu terhidrasi dengan baik lewat konsumsi air putih secara teratur dalam jumlah yang cukup 8 gelas dalam satu hari, dan yang terakhir selalu berpikir Positif Pola hidup sehat tidak hanya tentang fisik tetapi juga dengan kebutuhan mental kita. Memiliki banyak tekanan akan membuat pikiran kita menjadi stres, oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk berpikir positif. Berpikir positif dapat membuat hati kita menjadi tenteram dan dapat mengalahkan berbagai penyakit termasuk saat kita sedang mengalami tekanan. Dengan mengubah cara berpikir menjadi positif, maka kesehatan mental kita akan menjadi lebih baik.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.077 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.