Berwisata, Belajar, dan Menjaga Alam di Desa Ekowisata Pancoh, Yogyakarta - Urban - www.indonesiana.id
x

Salah satu lokasi di Desa Ekowisata Pancoh, Yogyakarta\xd

Vidya Viveka

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 18:54 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Berwisata, Belajar, dan Menjaga Alam di Desa Ekowisata Pancoh, Yogyakarta

    Di desa Ekowisata Pancoh, Yogyakarta, wisatawan bisa ikut menjaga alam.

    Dibaca : 655 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pandemi yang terjadi saat ini membuat aktivitas yang dapat kita lakukan menjadi terbatas. Salah satu aktivitas tersebut adalah berwisata. Padahal, di masa sekarang ini, berwisata sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Namun, saat ini kasus Covid-19 sudah mulai menurun. PPKM yang diterapkan di beberapa daerah pun mulai melonggar. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan aktivitas dengan sedikit lebih leluasa. Aktivitas wisata juga mulai diperbolehkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi anda yang ingin melakukan kegiatan wisata, tidak ada salahnya untuk mulai membuat rencana wisata anda. Salah satu tempat yang dapat menjadi referensi anda untuk berwisata nantinya yaitu Desa Ekowisata Pancoh. 

    Desa Ekowisata Pancoh terletak di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak kurang lebih 10 kilometer dari puncak Merapi, Pancoh menerapkan konsep ekowisata. Ekowisata yaitu sebuah kegiatan wisata yang diadakan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, partisipasi masyarakat, dan dapat mengedukasi wisatawan. Terdapat berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini mulai dari aktivitas di sawah, kebun salak, hingga mempelajari mengenai pemanfaatan kotoran ternak. 

    Wisatawan dapat mencoba pengalaman baru untuk membajak di sawah menggunakan kerbau dan menanam padi langsung di sawah. Selain itu, wisatawan juga dapat memetik salak langsung dari pohonnya. Wisatawan juga dapat mempelajari kesenian yang ada di desa ini seperti seni karawitan, seni tari, dan membuat kerajinan. Masyarakat desa ini juga memanfaatkan kotoran ternak menjadi biogas yang dapat dipelajari oleh wisatawan mengenai cara pengolahannya. Terdapat juga edukasi mengenai hewan ternak yaitu kambing etawa. Wisatawan juga dapat merasakan keseruan menangkap ikan di desa ekowisata ini. Aktivitas lain yang dapat dilakukan yaitu melakukan susur sungai. 

    Terdapat beberapa paket yang disediakan pengelola untuk melakukan aktivitas wisata di Desa Ekowisata Pancoh ini. Paket terdiri dari dua jenis yaitu paket outbond dan paket live in. Paket outbond terdiri dari beberapa aktivitas seperti fun games, membajak sawah, berkebun salak, susur sungai, tangkap ikan, dan pengolahan biogas. Aktivitas ini sudah dibagi menjadi beberapa paket yang dapat dipilih sendiri oleh wisatawan nantinya saat melakukan reservasi.

    Selain itu, terdapat juga paket live in atau tinggal bersama masyarakat Desa Pancoh. Wisatawan akan menginap di homestay yang merupakan rumah masyarakat Desa Pancoh. Aktivitas yang ditawarkan pada paket ini diantaranya belajar mengenai seni tradisional, susur sungai, berkebun salak, dan melakukan aktivitas bersama induk semang atau pemilik homestay yang ditempati wisatawan. Selain itu disediakan juga paket spesial untuk keluarga.

    Paket spesial ini menawarkan dua kegiatan  yaitu kegiatan alam dan kegiatan budaya. Kegiatan alam yang ditawarkan yaitu tangkap ikan, edukasi mengenai kambing etawa, membajak sawah, menanam padi, dan juga susur sungai. Kemudian, untuk kegiatan budaya yang ditawarkan antara lain membatik, anyam bambu, melukis caping, daur ulang sampah, pengolahan salak, dan seni karawitan.

    Desa Ekowisata Pancoh ini juga dilengkapi berbagi fasilitas seperti musala, gazebo, toilet, lahan parkir, dan lain-lain yang dapat menunjang aktivitas wisatawan. Lahan parkir yang disediakan pun cukup luas untuk kendaraan seperti motor, mobil, dan bus. Bagi anda yang ingin berwisata di alam sekaligus belajar dan menjaga kelestarian lingkungan, Desa Ekowisata Pancoh dapat menjadi pilihan anda. Beragam aktivitas menarik yang ditawarkan dapat menjadi pengalaman baru bagi anda saat menghabiskan liburan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.077 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.