Tip Mengatasi Overconfidence dalam Transaksi Saham untuk Pemula - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 26 Oktober 2021 21:20 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Tip Mengatasi Overconfidence dalam Transaksi Saham untuk Pemula

    Salah satu "penyakit" yang diidap trader atau investor pemula adalah pede berlebihan (overconfidence) dalam trading atau investasi saham. Ini adalah kondisi sesorang merasa yakin akan sesuatu secara berlebihan. Kondisi begini biasanya dialami pemula yang hanya karena mengalami cuan beberapa kali lantas merasa sudah menjadi jagoan dalam trading atau investasi saham.

    Dibaca : 1.256 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salah satu "penyakit" yang diidap trader atau investor pemula adalah pede yang berlebihan (overconfidence) dalam trading atau investasi saham. Overconfidence adalah kondisi sesorang yang merasa yakin akan sesuatu secara berlebihan.

    Kondisi begini biasanya dialami pemula yang hanya karena mengalami cuan beberapa kali lantas merasa sudah menjadi jagoan dalam trading atau investasi saham. Trader atau investor pemula yang begini tentu mengkhawatirkan karena bisa saja ke depannya bisa rugi banyak.

    Banyak trader atau investor pemula yang menjadikan 1 atau 2 keberhasilan sebagai patokan dan rujukan keyakinan akan kemampuannya di atas rata-rata yang lantas mengganggap diri sendiri sudah mahir atau jagoan dalam trading atau investasi saham.

    Studi ilmiah menemukan saat seseorang merasa yakin pada suatu hal, faktanya ia hanya benar 70% saja. Pada dasarnya orang menilai dirinya sendiri itu lebih baik dari fakta yang sebenarnya. Selain itu, orang pada dasarnya juga cenderung melebih-lebihkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya dibandingkan orang lain, padahal itu hanya keyakinannya semata.

    Investor atau trader yang terlalu percaya diri dan kepedean (overconfidence) dalam trading dan investasinya, biasanya fakta di lapangan memperlihatkan sebaliknya. 

    Banyak investor atau trader yang cenderung overconfidence telah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam segala hal terkait transaksi saham dibandingkan yang lainnya, nyatanya tidak demikian.

    Mereka yang overconfidence biasanya biasanya merugi besar karena pada dasarnya tidak memiliki kemampuan manajemen risiko yang bagus. Hal ini bisa terjadi karena selalu memposisikan diri dengan kemampuan yang lebih baik dari yang lain.

    Khusus untuk pemula yang bisa jadi hanya baru beruntung di awal-awal trading atau investasinya, ada baiknya melihat keberhasilan awal bukan sebagai patokan kemampuannya dan merasa sudah jadi jagoan. Oleh sebab itu, berikut ini tip mengatasi overconfidence untuk pemula:

    1. Mulai dengan Modal Kecil

    Trading atau investasi saham bagi pemula sudah sepantasnya dilakukan dengan modal kecil. Pemula identik dengan ilmu yang masih sedikit dan perlu belajar banyak. Nah, biar tidak langsung merugi besar di awal-awal trading atau investasinya, modal yang kecil bisa menjadi pilihannya.  Toh, trading dan investasi saham saat ini sudah sangat mudah dan terjangkau, semisal transaksi jual beli dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas yang sudah serba online dan modal awal yng dibutuhkan untuk memulainya cukup dengan Rp100 ribu saja. 

    2. Catat Rekam Jejak Diri Sendiri

    Mengenali diri untuk hasil yang lebih baik sangat penting untuk dilakukan. Salah satu cara untuk mengenal hal ini adalah dengan mencatat secara detail rekam jejak dalam trading atau investasi. Tujuan rekam jejak ini tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat konsistensi profit dalam investasi dan trading. Bila konsisten dengan cuan untuk jangka panjang alias tidak hanya sekali dua kali saja di awal-awal maka bisa ditambah modal trading atau investasinya.

    3. Ingat, Pasar Tidak Bisa Dikontrol 100%

    Kendati sering cuan dalam trading atau investasi saham ada baiknya tidak lantas menjadi kepedean dan lantas menganggap diri sudah jadi jagoan. Ingat, sepandai-pandainya dalam trading atau investasi saham, sejatinya ada faktor yang tidak bisa dikontrol 100% yakni pasar. Sehebat-hebatnya kamu sebagai pemula dalam analisis yang mendatangkan cuan, ada hal yang tidak bisa dikontrol yakni pasar yang selalu dinamis. Kalau pasar tidak memungkinkan profit maka sebagai investor atau trader tidak bisa berbuat apa-apa.

    Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.