Relevansi Raihan Piala Thomas dengan Semangat Sumpah Pemuda - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Jumat, 29 Oktober 2021 06:02 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Relevansi Raihan Piala Thomas dengan Semangat Sumpah Pemuda

    SETIAP kali memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, akan teringat kembali kegigihan kawula muda dalam memperjuangkan kemerdekaan. Semangat persatuan dan pantang menyerah tersebut masih relevan diterapkan dalam segala segi kehidupan hingga saat ini.

    Dibaca : 515 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kebetulan, momen peringatan Sumpah Pemuda tahun ini masih berada di bulan yang sama dengan peristiwa tim bulutangkis putra Indonesia meraih Piala Thomas. Tepatnya pada 17 Oktober 2021, saat Indonesia mengembalikan piala Thomas ke Tanah Air setelah menunggu 19 tahun.

    Keberhasilan ini adalah salah satu bentuk perjuangan para pemuda di bidang olahraga demi membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

    Kemampuan Jonatan Christie dan kawan-kawan bukan sekadar soal teknis tapi juga berkat kekuatan mental para pemain dan ofisial. Mereka bahu membahu satu sama lain untuk mengangkat moral seluruh tim. Dengan kekuatan mental itulah, para pemain bisa menghadapi tantangan dari penyisihan grup hingga babak final.

     

    Pulihkan Kepercayaan Diri

    Sudah lazim diketahui, pada kejuaraan beregu, kekompakan tim menjadi aspek sangat penting disamping kemampuan individu.

    Sebelum terjun ke Piala Thomas, tim Indonesia baru saja gagal merebut  Piala Sudirman 2021. Indonesia hanya sampai babak perempat final dalam kejuaraan untuk beregu campuran tersebut. Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia pada pertandingan yang berlangsung 1 Oktober 2021 di Finlandia.

    Setelah itu, tim Indonesia putra langsung melakukan persiapan baik yang bersifat teknis maupun non-teknis untuk merebut Piala Thomas. Menurut Endro Wibowo, psikolog Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), para pemain menjalani proses pemulihan mental.

    Anggota tim harus belajar dari kegagalan di Piala Sudirman. Pemulihan mental para pemain ini meliputi sisi kepercayaan diri dan peningkatan fokus permainan di lapangan.

    Enro Wibowo menyatakan sebelum memulai pertandingan Piala Thomas, kepercayaan diri pemain perlu dipompa lagi. Tim putra Indonesia tak boleh minder karena pada dasarnya mereka adalah pemain kelas dunia.

    Ia mengingatkan anggota tim bahwa pemain Indonesia memiliki ranking yang bagus. Hanya saja kadang semangat juang kurang optimal.

    “Kami mengembalikan kepercayaan diri pada pemain, karena pada dasarnya mereka adalah pemain hebat dan andalan Indonesia,” ujar Endro Wibowo dikutip dari IG @badminton.ina.

    Selain itu, pemain harus meningkatkan fokus saat di lapangan. Dia mengingatkan pemain untuk fokus poin demi poin. Pemain tidak boleh merasa sudah unggul saat jauh memimpin dalam pengumpulan angka.

    Endro Wibowo mengungkapkan  dengan membangkitkan motivasi pemain, maka semangat juang mereka segera pulih kembali.

     

    Perjalanan Menuju Juara

    Dengan modal kepercayaan diri, tim putra Indonesia memimpin klasemen Grup A Piala Thomas 2020 dengan catatan tiga kemenangan.

    Mereka mampu mengandaskan perlawanan dari tiga tim lain yang tergabung di Grup A, yakni Taiwan, Thailand, dan Aljazair.

    Hendra Setiawan dan kawan-kawan mengukir kemenangan 5-0 pada laga pertama Grup A kontra Aljazair, yang berlangsung 10 Oktober 2021 di Denmark.

    Tim Thomas Indonesia kemudian sukses mengalahkan Thailand melalui laga sengit dengan skor 3-2.

    Selanjutnya, Indonesia kembali mendapat perlawanan keras pada pertandingan terakhir Grup A kontra Taiwan. Tim Merah Putih kali ini mampu mengalahkan Taiwan dengan skor 3-2.

    Di perempat final, Tim Thomas Indonesia berhasil menyingkirkan Malaysia dengan skor 3-0.

    Selanjutnya, Indonesia memenangi babak semifinal Piala Thomas 2020 kontra tuan rumah Denmark dengan skor 3-1.

    Pada akhirnya, di babak final Indonesia mengandaskan China 3-0. Indonesia pun meraih Piala Thomas untuk ke 14 kalinya.

     

    Contoh Sikap Positif

    Sikap positif dalam menghadapi tantangan bisa dilihat dalam beberapa momen penting yang menentukan keberhasilan Indonesia meraih Piala Thomas.

    Sebut saja misalnya di laga terakhir fase grup, tim Indonesia menunjukan mental kuat saat menang atas Taiwan.

    Sebelum bertanding, para pelatih mengingatkan untuk tidak meremehkan lawan. Pemain diminta kerja keras sedari awal.

    Tim Taiwan didukung peraih emas ganda putra Olimpiade Tokyo, Lee Yang/Wang Chi Lin. Di sana juga ada pemain tunggal Chou Tien Chen.

    "Kita harus kerja keras dan menerapkan strategi yang tepat untuk mengalahkan mereka," tutur manajer tim Eddy Prayitno saat itu.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi  PBSI Rionny Mainaky, mengatakan untuk mengalahkan Taiwan, para pemain harus memiliki semangat tempur yang tinggi. "Harus fight, semangat, ulet, sabar, dan siap capek. Kapan bertahan dan kapan menyerang balik harus tepat momentumnya. Yang tidak kalah penting siap adu mental," sebut Rionny.

    Pada kemenangan atas Taiwan, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito menjadi pahlawan.

    Menurut pelatih tunggal putra, Irwansyah, tiga pemain tersebut bisa bermain bagus karena menunjukkan perjuangan mati-matian.

    "Ketika membuat kesalahan dan ketinggalan angka pun, mereka tetap tenang dan akhirnya bisa bangkit untuk menambah angka," ujar Irwansyah dikutip dari rilis resmi PBSI.

    "Mereka bermain all out. Semangat tempurnya tinggi. Ini nilai positif yang harus dijaga," katanya.

     

    Terapkan Strategi Tepat

    Ketika menghadapi tekanan, para pemain harus kreatif untuk mencari jalan keluar. Sikap tersebut ditunjukan oleh Kevin Sanjaya/ Marcus Gideon di semifinal Thomas Cup, melawan Denmark.

    Laga yang digelar Sabtu,16 Oktober 2021, menjadi ujian bagi ganda putra utama Indonesia itu untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi di lapangan saat itu.

    Pertarungan antara Minions dengan Astrup/Rasmussen berjalan ketat. Berkat mengubah strategi, Kevin Sanjaya/ Marcus Gideon menang dengan 21-13, 10-21, 21-15

    Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi, menyebut Kevin/Marcus mengubah strategi setelah di game kedua anak asuhnya kehilangan momen.

    Kaki Marcus yang kurang lincah, akhirnya diminta lebih banyak bermain dari depan. "Lawan mengubah strategi, kami pun juga harus mengubah strategi. Yang pasti mereka menang karena punya semangat kuat untuk menang," ucap Herry dalam rilis PBSI.

    Kegigihan Kevin/Marcus cermin dari rasa tanggung jawabnya  sebagai anggota tim. "Kami tentu ingin menang, kalau kami sampai kalah dan ketinggalan 0-2 itu membuat perjuangan teman-teman sangat berat," kata Marcus.

    Dalam sebuah pertandingan beregu, kekalahan dan kemenangan individu akan berpengaruh kepada mental tim secara keseluruhan. Karena itu setiap individu harus saling bahu-membahu satu sama lain demi kesuksesan bersama.

    Sikap untuk saling mendukung satu sama lain ini sejalan dengan semangat para kawula muda saat menyerukan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.