Tanpa Sepasang Kaki Rustam Nabiev Mencapai Puncak Gunung Tertinggi di Dunia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Rustam Nabiev

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Jumat, 29 Oktober 2021 09:02 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Tanpa Sepasang Kaki Rustam Nabiev Mencapai Puncak Gunung Tertinggi di Dunia

    Tanpa kaki, pendaki gunung Rusia bernama Rustam Nabiev berhasil mencapai puncak Manaslu pada awal Oktober kemarin. Mendaki gunung Manaslu adalah hal sulit untuk orang dengan sepasang kaki normal. Lalu, bagaimana Rustam melakukannya?

    Dibaca : 618 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Awal bulan Oktober kemarin, publik pecinta olahraga mendaki gunung mendapat kejutan menarik ketika Rustam Nabiev, berhasil mencapai salah satu puncak gunung tertinggi di Himalaya. Rustam Nabiev, seorang pendaki gunung dipabel double amputee atau tanpa kedua kaki sama sekali, berhasil mencapai puncak Manaslu pada tanggal 02 Oktober atau Sabtu pagi waktu Nepal.

    Manaslu sendiri adalah gunung tertinggi ke delapan di dunia dengan ketinggian 8.163 meter dan menjadi salah satu puncak signifikan dalam barisan 14 mahkota Himalaya. Manaslu sendiri berhasil dipuncaki pertamakalinya pada tahun 1956 oleh ekspedisi Jepang.

    Apa yang dicapai oleh Rustam Nabiev membuat dunia benar-benar kaget. Kemampuan Rustam mencapai salah satu puncak tertinggi di dunia yang cukup teknis telah membuktikan bahwa manusia mampu melampaui batas-batas kemampuan fisik mereka.

    Rustam mendaki tanpa menggunakan kaki prostetik. Ia dengan segenap kemampuan yang ia memiliki, dengan segala keterbatasannya sebagai seorang penyandang disabilitas, merayap dan beringsut setapak demi setapak hingga berhasil mencapai puncak tertinggi gunung Manaslu.

    Siapa Sebenarnya Rustam Nabiev?

    Rustam Nabiev adalah mantan prajurit Rusia yang kehilangan kedua kakinya pada saat barak tempat ia dan teman-temannya beristirahat tiba-tiba runtuh. Musibah itu sendiri menewaskan 24 teman Rustam yang lain dan menyisakan Rustam dengan kondisi kehilangan kedua kakinya.

    Rustam yang lahir 28 tahun di kota Ufa, sekitar 1.360 kilometer dari kota Moscow, mendapatkan musibah yang merenggut kedua kakinya itu pada 12 Juli 2015. Ia sempat koma, tak bisa berbicara untuk beberapa lama, dan shock dengan musibah yang baru saja ia alami.

    Untunglah Tuhan mengirimkan seorang malaikat yang menyelamatkan Rustam dari rasa terpuruk yang dalam. Kekasih hatinya yang bernama Indira, memutuskan untuk terus mendampingi Rustam apa pun kondisinya. Dan perempuan dengan hati emas itu pula yang menyelamatkan Rustam dari depresi berkepanjangan karena kehilangan kedua kakinya.

    “Saya tidak perduli apakah kamu memiliki kaki atau tidak, saya mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkan kamu”

    Demikian kira-kira kalimat Indira yang ia sampaikan pada Rustam dan membakar semangat Nabiev untuk terus berjuang. Rustam Nabiev kemudian menjadikan hal itu sebagai motivasi terkuat untuk bangkit dan menjadi salah satu sosok yang paling inspiratif di dunia.

    Menjadi Atlit Hoki Es profesional

    Hal terpenting dari kisah Rustam Nabiev adalah bahwa ia tak menyerah dengan keadaan.

    Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, ia tetap bertekad untuk mengalahkan tantangan demi tantangan yang ada dalam hidupnya. Ia memiliki semangat yang luar biasa, yang membuat ia tampil menjadi sosok yang demikian menggugah manusia lainnya.

    Dengan kondisi tanpa kaki, Rustam harus merelakan beberapa kegiatan yang selama ini ia sukai, termasuk juga olahraga. Namun bukannya berhenti dan menjauhi aktivitas fisik tersebut, Rustam justru berpindah menjadi seorang atlit hoki es profesional di Rusia. Kekurangannya jutru menjadi kekuatan yang membuat dirinya terbit bak bintang yang bersinar terang.

    Melalui hoki es, Rustam kemudian mulai menemukan momentumnya. Ia bersama tim hoki Rusia yang sama-sama menyandang disabilitas, berhasil memenangkan Europe Ice Sledge Hockey Continental Championship pada tahun 2017. Di tahun yang sama, Rustam dan timnya juga berhasil menyabet piala perunggu untuk kejuaraan Rusia.

    Satu tahun kemudian, tepatnya di Polandia dan di Swedia untuk Malmo Open Championship, tim Rustam juga berhasil mengoleksi medali emas untuk bidang olahraga yang sama.

    Menulis, menginspirasi dan Blogger

    Api semangat yang dimiliki oleh Rustam Nabiev, tidak ia biarkan membakar dirinya saja. Keinginannya untuk membagikan semangat yang sama kepada orang lain di luar sana, membuat Rustam menemukan passionnya yang lain yakni sebagai penulis dan blogger.

    Rustam kerapkali mengunggah ceritanya di akun sosial media seperti instagram, facebook, youtube atau pun website miliknya. Rustam ingin menunjukkan kepada dunia bahwa menyerah sama sekali bukan pilihan dalam hidup. Sesulit apa pun masalah yang kamu miliki, peluangmu untuk mencapai prestasi tetaplah tak terbatas.

    Apa yang Rustam Nabiev lakukan ternyata memberi manfaat bagi orang lain.

    Kisah hidupnya yang menginspirasi telah membuat banyak orang selamat dari upaya bunuh diri. Motivasi yang disebarkan oleh Rustam Nabiev, seakan menjadi obor yang menjadi penerang jalan bagi orang-orang yang sedang ditimpa rasa putus asa.

    Mendaki Puncak Manaslu

    Tidak mudah bagi pendaki normal dan berpengalaman dengan kaki yang kuat untuk mencapai puncak Manaslu. Kamu bisa bayangkan bagaimana dengan seorang pendaki dipabel seperti Rustam Nabiev yang bahkan tidak memiliki kaki sama sekali?

    Nabiev menggunakan kedua tangannya untuk menarik dirinya melewati padang gletser Manaslu yang luas, memanjat tebing-tebing batu yang dingin san sulit, dan berdrii di atas gigir puncak tertinggi Manaslu.

    “Ini benar-benar momen yang sangat mengesankan, bahkan untuk pendaki gunung berpengalaman sekali pun” ujar Mingma G, orang yang menjadi pemimpin Imagine Nepal and Trek Expedition.

    “Untuk pertamakalinya gunung Manaslu berhasil dicapai puncaknya oleh seorang dipabel (tanpa dua kaki). Pendaki Rusia ini benar-benar membuat sejarah dengan bantuan hanya kedua tangannya” tambah Mingma G lagi.

    Musim pendakian tahun ini juga menjadi musim gugur pertama puncak Manaslu berhasil dicapai lagi sejak 45 tahun lalu. Sebelumnya, pencapaipan musim gugur terakhir di Manaslu terjadi pada tahun 1976.

    Menarik juga untuk mengetahui bahwa Rustam dalam prestasinya ini benar-benar tanpa menggunakan alat bantu layaknya pendaki dipabel lainnya. Ia seperti kata Mingma G, hanya mengandalkan bantuan kedua tangannya untuk menarik dirinya hingga puncak tertinggi gunung Manaslu.

    Sumber: Akasaka Outdoor Indonesia



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.