Konsep Rumah Tangga Bahagia - Analisis - www.indonesiana.id
x

Penulis : Djohan Chaniago

Djohan Chaniago

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Desember 2020

Selasa, 2 November 2021 10:40 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Konsep Rumah Tangga Bahagia

    Kecurigaan, tanpa penjelasan secara jujur, sering menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri. Bahkan, sering berakibat fatal dan tragis. Tragedi itu terjadi, pada umumnya bukan semata karena faktor ekonomi. Tetapi juga karena faktor emosi, diantara suami istri tidak saling mempercayai dan saling mencurigai terhadap hal- hal yang belum jelas.

    Dibaca : 1.356 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kecurigaan, tanpa penjelasan secara jujur, sering menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri. Bahkan, sering berakibat fatal dan tragis.

    Tragedi itu terjadi, pada umumnya bukan semata karena faktor ekonomi. Tetapi juga karena faktor emosi, diantara suami istri tidak saling mempercayai dan saling mencurigai terhadap hal- hal yang belum jelas.

    Pada dasarnya, Pernikahan. Antara Pria dan Wanita itu terjadi, karena keduanya telah sepakat. Saling cinta-mencintai, kasih mengasihi dan saling mempercayai untuk hidup bersatu dalam membina rumah tangga.

    Karena ikatan pernikahan, pria dan wanita untuk saling merawat. Baik dalam keadaan sehat, maupun sakit, suka maupun duka. Dari muda hingga tua sama-sama tetap bersatu, hingga ajal yang memisahkan.

    Dari itu, buku ini dibuat untuk di persembahkan kepada Putra dan Putriku tercinta yang akan, atau telah menikah. Kiranya dapat dijadikan sebagai saran nasehat dan bimbingan dalam membina rumah tangga yang baik dan harmonis.

    Sebagaimana diketahui. Membangun mahligai rumah tangga, memang tidak semudah seperti apa yang dibayangkan. Untuk itu, suami istri hendaknya memahami tugas dan fungsinya, baik dalam hak dan kewajiban mereka masing-masing.  

    Dari itu, tulisan yang berjudul Konsep Rumah Tangga Bahagia ini dipersembahkan oleh penulis, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan solusi, baggaimana suami istri bisa menyikapi berbagai delema dalam rumah tangga, agar rukun dan damai, menuju keluarga bahagia lahir dan batin.

    Pria dan wanita yang sudah menginjak usia dewasa dan normal, merasa akan kebutuhan seksual. Kebutuhan itu dapat dipenuhi, melalui pernikahan yang disetujui oleh orangtua kedua belah pihak dan disyahkan Pemerintah, melalui Departemen agama masing-masing.

    Pernikahan yang syah, melalui lembaga hukum Negara. Untuk menjadikan ikatan Perkawinan resmi, bagi suami istri. Bukan kumpul kebo, yang hanya sekedar soal cinta sama cinta, lantas tidur bersama. Hanya sekedar untuk melampiaskan  hawa nafsu belaka. Melainkan dengan penuh tanggung jawab antara hak dan kewajiban suami isteri yang merupakan suatu persekutuan.   

    Didalam lembaran perkawinan hukum Negara menetapkan, kewajiban Suami menjadi pemimpin kepala keluarga, wajib bertanggung jawab untuk membina, memelihara, memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya, serta melindung anak dan istrinya.

    Sedangkan istri adalah Ibu rumah tangga. Memperhatikan, mengurus kebutuhan makan minum, pakayan suami dan anak- anaknya, serta merawat rumah tangganya dengan baik, serta menjaga harkat martabat keluarganya dan keluarga suaminya.

    Dari itu, buku ini dipersembahkan oleh penulis, mungkin dapat dipergunakan sebagai tuntunan dan bimbingan, saran nasehat bagi pria dan wanita yang sudah berumah tangga. Agar dapat  mencapai suatu ketentraman hati, akal pikiran menuju rumah tangga bahagia.

    MAKNA PERNIKAHAN

    Pada hakikatnya, perkawinan merupakan penyatuan dua jenis anak adam, laki-laki dan perempuan, melalui ikatan ritual yang diselenggarakan dengan pernikahan. Dari itu maka hubungan suami istri mereka dihalalkan, untuk berhubungan biologis, diantara keduanya. Didasari oleh rasa saling mencintai dan menyayangi.

    Pernikahan, merupakan suatu ikatan lahir dan batin yang suci. Hal itu dapat dilihat dari prosesi perkawinan yang begitu sakral. Tujuan dari perkawinan itu untuk memperoleh ketentraman, kecintaan dan kasih sayang, sehingga tercipta keluarga yang bahagia dan kekal, hingga akhir hayatnya.  

    Pernikahan seorang pria dan wanita saling mengikat diri, baik dalam hal psikologis, biologis, sosial ekonomis, untuk membina rumah tangga yang harmonis, dalam perkembangan hidup dan kehidupan umat manusia.

    Selain itu, perkawinan juga mempunyai tujuan meningkatkan perlindungan dan keamanan, kesejahteraan ekonomi keluarga, jaminan ketenangan, kerukunan keluarga, menjaga nama baik  keluarga, serta membina keturunan yang baik.

    Mengingat, kehidupan dalam rumah tangga banyak melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya adik kakak dari pihak suami istri dan Sanak famili dari pihak Istri, serta dari pihak suami. Rumah tangga merupakan komponen yang saling berkaitan, antara keluarga Istri dan suami, untuk tujuan mulia, yang diharapkan dikemudian harinya.

    Sebagaimana Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974, Pasal 1 menerangkan bahwa. Perkawinan sebagai ikatan lahir batin, antara seorang pria menjadi suami, dan seorang wanita. Sebagai seorang isteri. Dengan tujuan membina rumah tangga yang baik dan bahagia. Dari sejak menikah, hingga tua sama-sama saling merawat, baik dalam keadaan suka, maupun duka.

    Atas dasar persekutuan tersebut, pasangan suami istri itu berhak untuk menentukan tempat tinggalnya (rumah) secara bersama, dan berupaya mendapatkan uang dari hasil usaha yang halal, untuk kehidupan suami istri dan anak-anaknya.

    Pernikahan, didasari oleh rasa cinta kasih sayang, tanpa paksaan. Karena itu suami isteri sama-sama untuk bertanggung jawab dan mampu mengatasi berbagai tahapan ujian yang melanda dalam rumah tangganya.

    Dalam mengarungi bahtera rumah tangga dibutuhkan ketulusan niat dan hati yang bersih. Karena hakikat sebuah pernikahan adalah suatu ikrar dan janji kesetiaan suami istri, untuk menuju keharmonisan dalam membina rumah tangga yang baik, jujur, saling percaya dan pengertian antara suami dan isrti.   

    Keharmonisan dalam rumah tangga, akan membuahkan suatu keberkahan, tentunya. Untuk itu, jadilah suami istri yang rendah hati, sabar dan mampu berlaku bijaksana, bisa mengayomi dan saling mengingatkan, apabila suami ataupun istri mengalami kekeliruan dalam menjalani hidup berumah tangga, dengan cara santun, serta saling menghargai terhadap sanak family dari kedua belah pihak suami istri.

    Sebenarnya, Pernikahan membawa misi suci, dan wajib dijaga dan dipelihara, baik bagi sang suami, maupun sang istri. Untuk   itu jangan pernah mengotori misi suci itu dengan perbuatan diluar dari koridor agama. Kepahitan hidup yang dialami dalam rumah tangga harus dihadapi dengan tabah dan sabar. Baik oleh suami maupun istri. Selain berupaya untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik, dan bijaksana. Suami istri selayaknya tidak saling menyalahkan, walaupun keadaan hidup dalam rumah tangganya tengah dihimpit oleh keadaan yang memprihatinkan.

    SETELAH MENIKAH PRIA TINGGALKAN SIKAP LAJANG

    Seorang pria yang sudah menikah, wajib merubah sikap pada masa lajangnya. Contoh semisalnya, kalau mau pergi keluar rumah, atau ada urusan lainnya, selayaknya memberitahu pada istrinya. Begitu juga kalau sedang berada diluar rumah, sedang bekerja, atau ada kepentingan lainnya, hendaknya tahu dengan waktu, bahwa ada istrinya yang menunggu dirumah.

    Hal semacam itu perlu diperhatikan dan disadari oleh suami, bahwa dirinya bukan lajang lagi, melainkan sudah mempunyai istri yang wajib dijaga keberadaannya, jangan sampai disia-siakan. Kecuali memang suami ada urusan yang mengharuskan untuk pulang larut malam.

    Bertemu sahabat, ngobrol dan nongkrong bersama teman, suatu hal yang biasa. Tetapi hal itu bukan lagi prioritas utama seperti dirimu masih lajang dulu, dari itu utamakanlah kepentingan istri dan keluargamu. Dari pada bersenang-senang bersama kawan-kawan di luar rumah.

    Selain itu, untuk menyenangkan hati sang istri, pada waktu -waktu kosong, suami wajib mengajak istrinya untuk berjalan jalan, seperti membelikan pakayan istri, bertandang/mendatangi rumah keluarga, pergi ke objek wisata (picnic), makan minum bersama istri di restoran.

    Selain itu perlu dipahami oleh pria (Suami), tentang sifat dan karakter seorang wanita (Istri). kalau berbicara, memberikan saran nasihat, petunjuk kepada istrinya, jangan bertubu-tubi diulang-ulang. Cukup dua tiga kali saja, dengan nada santun, tidak dengan emosi. Agar tidak melukai perasaan hatinya.

    Kalaupun ada yang kurang berkenan dihati dan fikiran anda, tentang sesuatu hal, ajaklah istrimu duduk bersama, dengan santai, lalu berilah ia penjelasan dengan alasan-alasan yang mendasar, tentang apa yang tidak anda sukai itu. Sebagai sorang istri, diyakini ia akan mendengar saran dan nasehat suaminya.  

    konsekwensi mencapai keharmonisan rumah tangga, suami juga wajib mendengar saran dan nasehat dari istrinya. Seperti apa yang tidak disukai istri, hendaknya juga menjadi pertimbangan yang pantas dilakukan oleh sang suami. Demikian sebaliknya, istri wajib mendengar saran dan nasihat dari suaminya.   

       SIKAP SUAMI PADA ISTRI

    Suami berkewajiban menggauli istrinya dengan baik, bertutur sapa dengan santun (tidak ngebentak). Tunjukkan sikap kasih Sayang. Utamakan kebutuhan untuk hidup keluarga di rumah tangganya, serta membantu istri mengatur rumah tangga.

    Kebutuhan hidup keluarga, dalam hal ini memberi nafkah lahir, berupa biaya untuk sandang - pangan keluarga kesehariannya. Suami yang baik, wajib berusaha semaksimal mungkin, agar bisa memberikan nafkah untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya.

    Mengapa suami dijadikan kepala rumah tangga. Karena suami diwajibkan menafkahi istri dan anaknya, walaupun nafkah itu tidak harus berjumlah besar. Tetapi bisa mengatasi kebutuhan hidup dalam keseharian dirumah tangganya.  

    Suami wajib menjaga dan melindungi rahasia rumah  tangganya. Tidak boleh diceritakan kepada pihak lain. Contoh semisalnya tentang tingkah laku, kepribadian istrinya dirumah tangga. Sebagai suami, selayaknya menjaga harkat dan martabat istrinya dengan baik. Demi keharmonisan rumah tangganya. Selain tidak layak untuk dibicarakan ke publik.

    Dari itu, sebagai seorang suami, selayaknya memberikan contoh yang baik, dalam membimbing keluarga dirumah tangganya dengan jalan yang benar. Menjaga istri dengan penuh kasih sayang, dan memperhatikan kebutuhannya.

    Selain itu, suami sebagai kepala rumah tangga, juga sebagai pelindung, janganlah melimpahkan segala urusan rumah tangga kepada sang istri semata. Karena tugas dan tanggung jawab sang istri itu cukup banyak.

    Contoh semisalnya : Memasak, untuk kebutuhan makan minum keluarga, mencuci piring, mangkok, cangkir, pakayan suami, pakayan anak yang kotor. Termasuk merawat rumah yang perlu dibersihkan dari debu.

    Kewajiban seorang suami yang tidak kalah pentingnya adalah, tidak menggunakan emosi dengan kekerasan terhadap istri yang dicintainya itu, ketika terjadi selisih paham. Seperti : memukul wajahnya dan sebagainya. Tetapi berilah pengertian dengan ucapan yang bernada kasih sayang.

    Demikianhalnya terhadap keluarga dari pihak istri. Suami wajib menghargai dan menghormatinya, dan perlakukanlah bapak ibu, adik, kakak, paman dari istri itu, sebagaimana dirimu menaruh rasa hormat dan berbakti kepada kedua ibu bapakmu. Walaupun, mungkin ada perilaku mereka yang kurang Anda sukai.

    Tanggung jawab sebagai seorang suami kepada istri dan anak nya, memang tidak sebatas memberikan nafkah, makan minum dan pakayan saja. Tempat tinggal juga perlu, untuk kepentingan mendidik istri, belajar berdikari dalam membina rumah tangga.

    Untuk itu, seorang suami perlu menyiapkan tempat tinggal untuk istri dan anaknya. Walaupun belum mampu membeli rumah sendiri, suami bisa mengontrak rumah orang lain, sesuai dengan kemampuannya, termasuk isi rumahnya, seperti kursi tamu, meja makan dan lain sebaginya.

    Selain itu, suami wajib memperhatikan keadaan istrinya pada saat hamil, baik makan minum dan kesehatannya. Membatasi graknya dalam merawat rumah tangga, seperti sebelum hamil. Sementara itu, suami juga perlu mempersiapkan kepentingan anak yang akan dilahirkan, seperti pakayan baby, dan biaya istri melahirkan.

    MEMAKLUMI KEADAAN ISTRI

    Seorang suami harus bisa memaklumi kesibukan istri, dalam mengurus rumah tangga sewaktu-waktu kemungkinan terjadi. Contoh semisalnya, pada saat anda mau mandi di kamar mandi, ternyata air didalam bak itu tinggal sedikit, kalau digunakan untuk anda mandi, air itu mungkin tidak mencukupi. Maka anda wajib memakluminya, dengan mengambil kebijaksanaan sendiri. Dengan cara, anda buka kerangan air itu, sebelum mandi. Agar bak air tersebut terisi.  

    Wujud lainnya yang perlu anda maklumi terhadap kesibukan seorang istri dirumah tangga. Seperti pada saat anda sedang makan, istri anda sempat meninggalkan ruang makan, karena ada sesuatu kepentingan, dan kebetulan air minum didalam cangkir habis anda minum, atau kekurangan lainya, seperti sendok, garpu, selayaknya anda mengambil sendiri kekurangan

    Yang lebih diutamakan menjadi perhatian dan dimaklumi oleh seorang suami, apabila sang istri sedang terlelap tidur, pada saat anda pulang kerja, atau pada malam hari, diusahakan untuk membiarkannya tidur dengan lelap dan tidak mengganggunya. Terkecuali keadaan penting, bangunkanlah istrimu dengan cara menggosokkan tanganmu ke bagian kakinya dengan lembut dan sayang.

    Selain itu, suami juga hendaknya bisa memaklumi dan tidak untuk memaksakan kehendak, bersetubuh dengan istrinya pada saat istrinya sedang berhalangan (haid), ataupun dirinya dalam keadaan tidak fit (sehat).

    Sebagaimana diketahui, konci kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga itu diantaranya berhubungan initim, antara suami istri, melalui bersetubuh, dalam keadaan bugar. Tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, hati yang gembira.  

    SIKAP WANITA SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA

    Seorang wanita yang sudah bersuami hendaknya tetap peduli untuk memperhatikan, merawat kecantikan dirinya. Agar tetap rapih, indah dan bersih, disertai sedikit bau harumnya parfum. Untuk menjaga keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

    Penampilan yang rapi, dengan sedikit aroma farpum. Salah satu faktor untuk mempererat hubungan, antara istri dengan suami dirumah tangga. Adapun hal itu layak dilakukan setelah mandi pagi dan setelah mandi sore, pada saat suami berada dirumah.

    Untuk gaun pakayan pada waktu dirumah, seorang istri dan ibu rumah tangga, selayaknya mengenakan gaun yang sederhana. Indah dan sopan dipandang mata. Hal ini juga dianggap penting dilakukan oleh istri, guna menghindari dari perhatian laki-laki lain yang memandangnya.  

    Pakaian rok mini, baju yukensi, memang sudah selayaknya di tangguhkan, dan tidak dipakai untuk harian, bagi wanita yang sudah berumah tangga. Karena itu dapat mengundang masalah  bencana dalam rumah tangga. Terkecuali dipakai pada malam hari, saat berdampingan dengan suami dirumah, mungkin akan menambah suasana kemesraan suami istri.     

    Untuk itu, seorang istri yang ditinggal suaminya mencari nafkah, selayaknya menggunakan gaun pakayan yang wajar dan sopan. Tidak menunjukkan bentuk tubuh yang dapat membangkitkan rangsang birahi laki-laki lain yang memandangnya.

    Perubahan penyesuaian wanita yang sudah mempunyai suami memang perlu dilakukan oleh kaum ibu yang sudah berumah tangga. Demi menjaga kehrmonisan rumah tangganya, serta harkat, martabat suami dan keluarga besar dari pihak suami, juga dari pihak istri itu sendiri.

    Sebagai seorang wanita yang sudah bersuami, sewajarnya untuk membatasi dirinya dalam bergaul, berkomunikasi dengan laki-laki lain yang tidak ada hubungan sanak keluarga dengannya. Kalaupun ada kepentingan, silahkan melakukan komunikasi diruang terbuka, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Terkecuali ada hubungan kerja dikantornya.

    Bagi seorang wanita yang sudah bersuami dan mempunyai anak, maka utamakanlah untuk kepentingan suami dan anak-anaknya, serta hindari dari banyak ngobrol secara berkelompok dengan wanita-wanita lainnya diluar rumah. Lebih baik mengurus untuk kepentingan suami dan anaknya, serta merapihkan isi dirumah tangganya biar tertata rapih dan indah dipandang mata.   

    CARA MENGHADAPI SUAMI

    Dalam sebuah ikatan pernikahan, penampilan sang istri sangat lebih diutamakan, termasuk menjaga kebersihan diri, kerapihan pakayannya. Untuk meluluhkan hati sang suami, sang istri juga wajib menunjukkan sikapnya priang dan kemanjaannya pada suami, ketika berdampingan dirumah tangganya.

    Seorang istri yang baik, dalam mengungkapkan kata kalimatnya kepada suami wajib dengan menggunakan bahasa yang jelas, dan santun. Guna menjaga perasaannya, agar tidak tersinggung. Kalaupun ada sesuatu hal yang perlu diusulkan dan dikatakan, lihat situasi keadaan sang suami sedang santai.

    Jangan langsung berucap, untuk mengusulkan, atau mengatakan pada saat suami yang baru pulang dari bekerja. Atau keadaan suami lagi sedang gunda. Hal semacam ini penting diperhatikan, guna menjaga keharmonisan rumah tangga, dari percekcokan antara suami dengan istri.

    Selain itu, yang juga perlu dipahami oleh sang istri. Apabila suami pulang kerumah ada membawa oleh-oleh makanan, atau barang lainnya, terimalah dengan menunjukkan sikap senang dan gembira menerimanya. Walaupun didalam benak akal pikiran dan hati istri merasa kurang senang. Tetapi hargailah perhatian suamimu membawa barang tersebut, untuk dirumah tangganya.

    Sebagai istri yang baik, apabila suaminya memanggil, atau ada sesatu minta bantuan dengan istrinya, diupayakan suara itu untuk didengar dan diperhatiakan. Kalaupun sang istri sedang ada kesibukan lainnya, sebaiknya ditinggalkan untuk sementara waktu, dan temuilah suaminya.

    Klaupun tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang sedang istri tangani, setidaknya sang istri langsung menjawab, “Tunggu Sebentar bang,” saya lagi berjalan, contoh semisalnya. Dari jawaban itu, setidaknya perasaan sang suami sudah cukup puas, dan suami merasa dihargai.

    Sebagaimana sudah ditakdirkan bahwa, istri adalah pendamping suami dalam kehidupan berumah tangga. Karena itu istri dan juga sebagai seorang ibu dalam pengabdiannya dirumah tangga harus tulus dan ikhlas, demi kebahagiaan dalam rumah tangga- nya.

    Dari itu, peranan seorang ibu dalam hidup dan kehidupan di rumah tangga sangat cukup besar dan berarti. Tanpa seorang ibu, dunia ini tidak akan berputar, demikian juga dalam rumah tangga. Tanpa seorang istri, kehidupan rumah tangga baikan perahu patah kemudi.

    Dari itu, kehidupan berumah tangga bagaikan hidup diatas sebuah perahu yang berada di tengah lautan. Suami sebagai pendayung, untuk mencapi suatu tujuan, sedangkan istrinya sebagai juru kemudi. Kalau pendayung dengan juru kemudi selaras, maka perahu akan mencapai pada suatu tujuan, yakni bahagia.

    Demikian sebaliknya, apabila diantara suami (Pendayung) dan istri (serbagai jurukemudi) tidak selaras. Kemungkinan perahu akan selalu berputar ditengah laut, akhirnya bisa karam masuk kedalam laut. Ini bahasa kiasan yang mungkin dianggap tepat, untuk sebuah kehidupan dalam rumah tangga yang dijalani oleh suami istri.

    MEMBAGI WAKTU MENGURUS RUMAH TANGGA

    Seorang wanita yang telah bersuami, dalam mengurus rumah tangga, hendaknya mampu membagi waktu, agar tetap bugar. Masalah mengurus rumah tangga, tidak ada waktu habisnya, dan urusan rumah tangga memang sudah kewajiban bagi seorang ibu untuk mengatur dan merawatnya. Untuk itu kaum ibu harus pandai mengatur waktunya, agar tugas itu tidak terasa membosankan.

    Cara membagi waktu tersebut, contoh semisalnya. Sang istri wajib bangun, sekitar pukul 06.00 pagi, kalau perlu mandi dahulu, kemudian mempersiapkan sarapan pagi, untuk suami yang akan berangkat kerja, dan anak untuk pergi ke sekolah.

    Setelah suami dan anak pergi, sang istri bisa mencuci peralatan dapur yang habis digunakan, termasuk mencuci pakayan yang kotor. Setelah menyusun piring, mangkok, sendok pada                                             

    tempat nya, dan menjemur pakayan yang telah dicuci. Sang istri bisa membersihkan, merapihkan isi rumahnya. Lalu istirahat selama beberapa jam kemudian berbelanja ke warung, untuk membeli sayu-mayur dan lauk-pauk, untuk persiapan makan siang dan pada sore harinya.

    Setelah makan siang, sang istri bisa membuang waktu selama beberapa jam, untuk tidur siang. Sekitar pukul 16.00 sang istri bangun dan mandi, menghias diri dengan berpakayan bersih. Untuk menyambut kedatangan suami pulang dari kerja.

    Setelah beberapa saat suami tiba dan duduk di rumah, sang istri wajib mempersiapkan air untuk minumnya, apakah itu air putih, tea, ataupun kopi. Kalau ada cemilan, sekalian disajikan diatas meja, untuk suami. Setelah suami mandi sore, tawarkanlah untuk makan sore atau makan malam.

    Pakayan suami dan anak, serta piring, mangkok yang kotor, disusun saja pada tempatnya, untuk dicuci pada pagi harinya. Sementara itu, setelah suami dan anak selesai makan, sang istri wajib mendampingi suami, apakah menonton TV diruang tamu, atau ngobrol bersama keluarga, sebelum tidur malam.

    MENGATUR UANG BELANJA

    Sebagai ibu rumah tangga, harus bisa menyesuaikan dengan keadaan, dalam mengatur untuk belanja dapur ataupun untuk permakan keluarga dalam kesehariannya, sesuai dengan jumlah uang yang diterima dari suaminya, agar tidak menumk hutang diwarung.

    Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh kaum ibu dalam berbelanja untuk kebutuhan makan di rumah tangga,   khususnya bagai penghasilan suami yang terbatas.

    Diantaranya yang diutamakan berupa ; 1. Beras, 2. Sayur, 3. Lauk, seperti ikan ataupun telur, 4. Sambal. Dari bahan bako tersebut dapat dibuat secara berpariasi. Misalnya untuk hari ini sambal tumis, esok harinya dibuat sambal mentah. Maksudnya agar makannya tidak menjadi bosan.

    Kalau bisa kaum ibu jangan sampai berhutang diwarung, untuk kebutuhan makan minum keluarganya. Lebih baik belanjalah sesuai dengan kemampuan uang yang ada, agar tidak menjadi beban pikiran bagi kaum ibu untuk membayarnya.

    Dari itu, sebelum berbelanja diwarung. Alangkah baiknya kalau dirincikan terlebih dahulu apa yang akan dibeli untuk permakan hari ini, dan jangan dipikirkan tentang selera makan yang enak-enak. Kalau keadaan uang untuk belanjanya masih terbatas.

    Karena itu gunakan prinsip, yang penting bisa makan, perut kenyang, tidak masuk angin. Terkecuali sewaktu-waktu ada uang lebih, baru ikuti selera makan yang diinginkan enak-enak  itu seperti apa.

    Memaksakan kehendak, diluar dari kemampuan suami, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Dari itu, dalam kehidupan berumah tangga, suami istri harus saling memahami dan memaklumi, serta menghindari dari hal-hal semacam itu, demi keharmonisan rumah tangga.

    Sebagaimana perlu dipedomani, dalam pepatah mengatakan ; “ Biar hidup sederhana, asalkan terhormat. Untuk apa hidup nampak kaya kalau terhina” karena barang-barang mewah yang ada didalam rumahnya hasil dari menghutang. Setiap waktu ditagih oleh pemilik barang. Kalau lebih dari waktu belum membayar hutangnya, maka barang tersebut akan disita oleh pemilik barang.

    MENGATASI CEKCOK RUMAH TANGGA

    Dalam perjalanan hidup berumah tangga, perselisihan pendapat antara suami dengan istri sewaktu-waktu bisa terjadi, untuk itu perlu disadari bahwa kalian bersatu dan menikah, atas dasar saling mencintai, karena itu diantara suami dan istri harus saling mengalah.

    Masalah besar, perlu dimusyawarahkan secara bersama suami istri, tanpa harus menimbulkan ketegangan, masalah kecil perlu saling memaafkan. Bukankah pernikahan itu dilakukan, pada hakikatnya antara suami istri untuk saling berkasih sayang. Saling rawat dan saling memelihara, baik dalam keadaan sehat, maupun dalam keadaan sakit.

    Guna menghindari ketegangan dan percekcokan suami istri dalam membina rumah tangga, masing-masing pihak diantara suami istri hendaknya saling menghargai, saling mempercayai dan kalau berbicara gunakanlah ungkapan kata bahasa yang halus, tidak saling menyinggung perasaan masing-masing. Atau dengan perkataan kasar, khususnya bagi suami dan bagi istri untuk tidak nyenyes, atau cerewet.

    Demikian dengan sorotan pandangan mata, baik pada waktu suami memandang istrinya, ataupun ketika istri memandang suaminya. Hendaklah dipandang dengan sorotan mata yang sendu dan syahdu. Bila perlu sertai dengan tarikan pipi sedikit tersenyum.

    Apalagi pasangan suami istri belum mempunyai keturunan anak, gunakanlah waktu kosong kalian untuk selalu bercumbu rayu, duduk bersama, masak bersama dan pergi jalan-jalan ketempat objek wisata, atau berbelanja kepasar bersama-sama memadu kasih sayang, saling berpelukan, berpegangan tangan. Bertapa mesranya.

    Pria dan wanita yang sudah menikah, selayaknya untuk tidak saling menceritakan kisah masa lalunya masing-masing, seperti pada waktu berpacaran, kepada suami atau istrinya. Karena hal itu akan menimbulkan rasa cemburu.

    Demikian pada waktu berjalan bersama, suami istri wajib saling menjaga dan memelihara mata, untuk tidak jeralatan, melihat pria, ataupun wanita lain. Hal ini dapat membangkitkan rasa cemburu suami istri.  Cemburu, artinya kasih sayang seseorang yang tidak mau dibagi dengan pihak lain.

    Selain itu, masalah selisih paham antara suami istri hendaknya tidak dibawa kepada orang tua, ataupun keluarga. Melainkan dapat diselesaikan sendiri bersama suami istri, dengan merajut kasih sayang.

    Selisih paham antara suami istri jangan dibiarkan berlarut larut, tidak salahnya diantara suami istri, salah satu untuk mengalah, dengan cara membuat alasan apapun, menyapa. Untuk mencari perhatian, agar rasa selisih paham itu hilang dari dalam hati dan pikiran masing-masing.

    Suami istri yang masih saling mencintai, tentunya akan saling membutuhkan dalam kehidupan berumah tangga. Dari itu suami istri yang sedang dirundung sedikit pertengkaran, jangan sekali- kali tidurnya pisah ranjang.

    Terutama bagi suami yang membutuhkan untuk berhubungan badan dengan istrinya, sang istri punya kewajiban melayaninya dengan baik. Begitupun sebaliknya, apabila sikap suami masih  terlihat kemarahannya, sang istri bisa meluluhkan hati suaminya, dengan cara menampilkan bagian khusus dari tubuhnya, guna merangsangan suami yang melihatnya. Istri seakan sedang lelap tertidur.

    Persetubuhan antara suami istri, setidaknya mampu mengurangi ketegangan yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan demikian secara beransur, ketegangan dalam rumah tangga itu akan larut  dalam kebahagiaan suami istri.

    Dalam pertengkaran rumah tangga, suami istri tidak perlu ada ketegangan dan emosi. Agar rumah tangga tetap bisa langgeng, pada saat percekcokan terjadi, diantara suami istri tidak perlu saling menjawab, untuk mengklaim kebenaran masing-masing.  

    Dengan maksud dan tujuan, agar pertengkaran tidak berlanjut. Suami ataupun istri yang sedang ngomel panjang lebar, maka salah seorang diantaranya lebih baik memilih diam, apa yang dikatakan oleh suami ataupun istri yang sedang marah itu, tidak perlu dijawab.

    Biarkan ocehannya itu masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Namun demikian, diantara yang dimarahi hendaknya dapat untuk mengintrofeksi diri, tanyakan pada hati dan pikiranmu, “ kesalahan apa yang pernah diperbuat.” Sehingga suami atau istri menjadi marah, kalau memang benar ada kesalahan, lebih baik ungkapkan kata permintaan maaf.

    Kalau debat pendapat terus dilakukan, masing-masing pihak mengklaim dan mengaku punya kebenaran. Dikhawatirkan akan memperburuk emosi pasangan. Karena suami atau istri dalam keadaan tidak mood. Untuk itu hindari perdebatan, dan setelah cekcok mulut. Dikhawatirkan, pada saat kemarahan memuncak, pikiran manusia menjadi kalut, apapun bisa terjadi.

    Untuk itu, sebaiknya pasangan suami istri tidak saling fokus pada permasalahan yang dipersoalkan. Lebih baik diantara suami istri melakukan tugas dan pungsinya, seperti memasak, menyiapkan untuk makan minum, untuk kaum istri. Demikian bagi suami, lebih baik mencari kesibukan lain, dan tidak harus mendengan omelan istri.  

    Setelah situasi sudah kembali damai dan tentram, ajaklah suami atau istrimu itu duduk bersama dan jelaskanlah masalah yang dipersoalkan itu, biar tidak lagi terjadi kesalah-pahaman diantara suami istri, dengan nada suara yang santun.

    MEMAHAMI SIKAP ISTRI SEDANG HAMIL

    Sebagaimana pada umumnya terjadi pada diri seorang istri yang sedang berbadan dua (hamil), biasanya ada hal-hal yang diluar dari kebiasaan, menjadi kebutuhannya. Contoh semisalnya, dalam hal makan-makanan.

    Dari itu suami harus sabar, pandai-pandai membujuk istrinya. Kebutuhan yang diinginkan oleh sang istri secara tiba-tiba itu terkadang diluar nalar pikiran sehat. Contoh semisalnya, ingin minum Es dimalam hari, pada saat dimusiam hujan. Namun suami harus memakluminya, karena itu namanya lebih dikenal dengan nama “ Lagi Ngidam.” Artinya “ Menginginkan. ”   

    Konon ceritanya, apabila Ngidamnya itu tidak terpenuhi, maka pada saat sang anak lahir, dibagian mulut bibir sang bayi selalu mengeluarkan lendir atau ngiler. Seakan-akan wujud keinginan sang bayi ketika dalam rachim ibunya tidak terpenuhi.

    Selain itu. Bagi sang suami yang mengetahui istrinya sedang  hamil, harus memperhatikan dan menjaga kesehatan diri istri dan bayi yang ada dalam kandungannya ke rumah sakit, atau kepusat kesehatan masyarakat (Puskesmas.)  

    Istri juga disarankan untuk tidak memaksakan diri setiap saat untuk mengerjakan rumah tangganya, dan jangan menunda pada waktu untuk makan, apabila perutnya merasa lapar. Makanlah dengan makanan yang bergizi, agar pertumbuhan bayi menjadi sehat.

    Kalaupun terjadi perubahan, seperti makan minum istri yang sedang hamil lebih lahab dari sebelum hamil. Suami harus dapat memakluminya, dan sebaiknya, siapkan cemilan untuk makanan istrinya tercinta.  

    Ngidam merupakan bagian dari fase kehamilan yang umumnya dialami oleh kaum ibu ketika hamil. Keinginan itu terkadang muncul dengan tiba-tiba tanpa sebab. Keinginan wanita pada saat ngidam itu berbeda-beda. Ada yang ngidam makanan yang manis, makanan asam, pedas, dan lainnya.

    IBU HAMIL BUTUH KALORI DAN NUTRISI  

    Menurut dr. Juwalita Surapsari, Dokter Spesialis Gizi Klinik, RS Pondok Indah Jakarta. Sebagaimana dilansir oleh  https:// www.orami.co.id– cemilan itu dibutuhkan pada saat ibu hamil ngidam, karena terjadi perubahan hormonal dalam tubuh kaum ibu yang sedang hamil.

    Dari itu kaum ibu yang ngidam bisa tiba-tiba tidak suka dengan makanan yang biasanya ia konsumsi, dan justru sebaliknya, menyukai makanan yang sebelumnya tidak pernah ia sukai. Dalam hal ibu sedang hamil, tidak hanya harus memperhatikan asupan nutrisi untuk diri sendiri, tetapi juga untuk janin yang sedang bertumbuh dan berkembang di dalam rahim kaum ibu.

    Dengan demikian maka dianggap wajar, jika ibu hamil lebih banyak makan, karena sering merasa lapar. Agar tetap sehat dan berat badan selama hamil tidak berlebihan, ibu hamil harus menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

    Untuk itu, kaum ibu yang sedang hamil perlu tahu makanan dan cemilan untuk kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya. Seperti mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

    Termasuk makanan yang kaya asam folat, zat besi, dan kalsium. Asam folat dalam bentuk suplemen tambahan, agar kondisi bayi sehat. Zat besi dan kalsium berperan menguatkan tulang pada bayi. Untuk menghindari dari terjadinya rasa mual dan muntah, konsumsilah wedang jahe atau lemon, guna meredahkan dari rasa mual.

    Apabila ibu hamil sering mengalami muntah berulang kali, menurut dr. Juwalita Surapsari, ibu hamil perlu ke Puskesmas atau rumah sakit, untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Bisa jadi muntah yang berkepanjangan itu terjadi karena sang ibu mengalami morning sickness.

    Artinya, ada dugaan kena gejala hiperemesis gravidarum yang bisa membuat ibu kehilangan banyak nutrisi dan dehidrasi. Untuk itu ibu yang sedang hamil perlu pemeriksaan dari dokter spesialis kandungan, untuk penanganannya.

    Dari itu, Ibu hamil harus makan makanan seimbang, seperti  Buah-buahan segar, sayuran, dan protein tanpa lemak, misalnya mengkonsumsi ayam, ikan, kacang-kacangan, merupakan jenis makanan yang direkomendasikan bagi ibu hamil. Selain banyak minum air putih, juga melakukan olahraga selama kehamilan.

    Tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, apa bila kehilangan salah satu nutrisi. Untuk itu, pilihlah makanan alami, rendah lemak, dan hindari olahan junk food. Keripik dan soda yang tidak mengandung nilai gizi, sebaiknya jangan dikonsumsi.

    Sekedar untuk diketahui dan dipahami tentang keadaan kaum ibu hamil terbagi dalam tiga fase ; 1. Pada trimester (tiga bulan) pertama, umumnya ibu hamil dalam keadaan sehat, belum perlu energi tambahan, terkecuali keadaan kondisi tubuhnya dalam keadaan obesitas, perlu dilakukan penurunan berat badan, agar tidak membahayakan ibu maupun janin.

    Untuk ibu yang sedang hamil pada trimester 1, jumlah asupan kalori yang dibutuhkan sebanyak 180 kkal. Sedangkan pada trimester 2 dan 3 adalah 300 kkal. Penambahan jumlah kalori ini pun sejalan dengan peningkatan kebutuhan protein sebanyak 20g/hari.

    Menurut dr. Juwalita Surapsari, Spesialis Gizi, apabila pada trimester 1 ibu hamil masih mengalami mual, direkomendasikan untuk mengonsumsi cemilan tinggi kalori dan protein, pada saat makan pagi, siang, dan malam. Contoh semisalnya makan roti sandwich isi telur ataupun tuna, makaroni panggang isi daging cincang, atau semangkok sereal dengan susu, dan hindari makan - makanan yang tinggi kalori, tetapi rendah nutrisi.

    Contoh makanan kadar lemak tinggi yang perlu dihindari seperti gorengan bakwan, kentang goreng, dan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, seperti kue/cake cokelat, kue-kue manis, minuman dalam kemasan berkadar gula tinggi.

    Makanan jenis itu mudah menyebabkan timbulnya kadar gula darah, karena tidak mengandung mikronutrien yang diperlukan oleh janin. Selain itu dr. Juwalita juga menjelaskan. Trimester kedua, ibu hamil memerlukan tambahan energi sebesar 340 kalori, dan pada trimester ketiga, ibu hamil perlu tambahan energi mencapai 460 kalori setiap hari.

    Untuk itu, kualitas makanan yang dikonsumsi ibu hamil, jauh lebih penting dari sekadar kuantitasnya. Karena asupan nutrisi selama hamil, sangat diperlukan bagi kaum ibu dan janin yang dikandungnya. Dari itu, ibu hami harus pandai-pandai memilih makanan yang bernutrisi, demi keseimbangan kehamilannya yang sehat.

    Perubahan fisik serta hormon yang dialami tubuh kaum ibu selama masa kehamilan, sangat membutuhkan nutrisi, dengan Pola makan yang teratur. Kekurangan nutrisi selama kehamilan, dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Kata dr.Juwalita Surapsari.

    JENIS CEMILAN LAYAK DIKONSUMSI IBU HAMIL

    Cemilan yang aman dan sehat, enak dimakan, redah lemak, dan kalori tinggi. Mengandung protein, sedikit glukosa. Menurut dr. Juwalita Surapsari, Spesialis Gizi, merupakan jenis makanan yang layak untuk dikonsumsi bagi ibu hamil.

    Buah apel berukuran sedang, memiliki 4 g serat dan 95 kalori. Keripik ubi, kaya serat. Celupkan dalam dressing guacamole yang tinggi asam folat, lemak sehat, dan vitamin B, membantu pencegahan bayi cacat lahir.

    Selain itu “ Greek Yogurt,” susu rendah lemak, banyak protein dan kalsium, sedikit kandungan glukosa. Juga layak dimakan bagi ibu hamil, karena Greek yogurt mengandung 14 g protein per 5,3 ons. Mampu menyediakan 15 persen kebutuhan kalsium untuk kebutuhan harian ibu hamil.

    Greek yogurt mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, dengan topping blueberry segar, dapat menambahkan hampir 4 g serat dan 84 kalori, untuk anti oksidan. Demikian halnya kacang kenari sebanyak dua sendok makan, dicincang. Akan menambah 93 kalori, dan 1 g serat, dan lemak omega-3, untuk kesehatan tubuh ibu hamil. Selain itu, Kacang kenari juga mengandung vitamin B biotin.

    Untuk bubur kacang hijau dimasak dengan tidak menggunakan santan, diberi sedikit gula dan daun pandan, selain enak untuk cemilan ibu hamil, juga mengandung kadar folat yang tinggi. Padukan irisan buah alpukat dengan biskuit atau roti gandum, dapat mengatasi ibu hamil yang sering mengalami kram kaki selama kehamilan, karena kekurangan potasium yang dapat menyebabkan otot kaki kram, dan buah alpukat mampu untuk dapat membangkitkan tenaga kalium.

    Separuh dari buah alpukat ini mengandung 345 mg potasium dan 114 kalori, serta hampir 5 g serat. Selain itu Jus jeruk baik diminum bila ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi, karena mengandung potassium, bisa menurunkan tekanan darah.

    adapun saran dan nasihat terhadap kaum ibu yang sedang hamil, memang dianggap perlu, karena sebagian besar ibu yang sedang hamil sering memakan-makanan apapun kesukaannya, sehingga terkesan mengenyampingan untuk kesehatan dirinya. Padahal, semua itu karena ketidak tahuannya tentang jenis makanan apa yang mengandung nutrisi. Hormon dan gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya.

    PANTANGAN KETIKA HAMIL  

    Selain itu, menurut pendapat nenek moyang sejak dahulu kala, apabila istrinya sedang hamil, maka suami istri tersebut harus menjaga beberapahal, yang dianggap pantang dan tidak boleh dilanggar, menurut tradisi dari nenek moyang dahulu kala.

    Contoh semisalnya ; pada waktu makan minum, istri maupun suaminya tidak boleh menggunakan piring, ataupun cangkir yang gompel ataupun retak. Dianggap bisa terjadi bibir anaknya akan sumbing, setelah dilahirkan.

    Selain itu, kaum ibu yang sedang hami. Dilarang menyiangi atau membersihkan sisik ikan, dan memotong sirip atau kepak ikan. Katanya akan menimbulkan dampak pada tangan, kaki, atau telinga sang bayi jadi tidak sampurna seperti umumnya.

    Terkait pada saat menguburkan ari-ari atau  Placenta dari sang bayi, katanya juga perlu disikapi secara serius dan fokus, mulai dari menggali tanah, hingga memasukkan ari-ari bayi kedalam tanah, mata orangtua (Suami) yang menguburkan tembuni itu tidak boleh melirik kekanan dan kekiri, atau menangah keatas.

    Konon katanya bisa membuat mata sang bayi jadi “ Belong, atau juling.” Namun demikian adanya boleh dipercaya, juga boleh tidak. Karena dianatarnya masih ada yang menganggap hal itu adalah mitos, tetapi kenyataannya pantangan itu apabila dilanggar, bukti kebenarannya banyak terjadi dengan nyata.  Semoga larangan, atau pantangan itu untuk tidak dicoba, agar tidak ada penyesalan dibelakangan harinya.

    Demikian halnya melingkarkan handuk, ataupun kain dileher suami ataupun istri yang akan, atau setelah mandi, dianggap pantang, tidak untuk dilakukan. Dampaknya pada sang bayi saat dilahirkan, leher sang bayi akan dililit atau dilingkari oleh usus dari ari-ari atau tembuni.

    MEMPERSIAPKAN KEHADIRAN BAYI

    Dalam rangka untuk menyambut kehadiran bayi yang sedang dikandung sang istri, suami wajib mempersiapkan biaya untuk bersalinnya istri di rumah sakit/puskesmas/bidan. Serta pakayan baju, gerita, popok dan bedong, sarung tangan dan kaus kaki, kain selimut, kasur dan bantal guling, klambu dan kranjang, untuk pakayan sang bayi.

    Selain itu sabun mandi, minyak telon, minyak kayu putih, bedak serta obat-obatan tradisional seperti jamu habis bersalin, pilis untuk dibagian kening kepala ibu yang habis melahirkan, telur ayam kampung dan madu lebah, untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

    Hal ini penting dipersiapkan dan dapat dibeli secara bertahap, sejak usia kehamilan istri minimal dalam 6 bulan. Khususnya bagi suami yang belum punya penghasilan tetap. Dalam hal ini suami istri wajib berkoordinasi dengan ibu dari istri, maupun ibu dari sang suami. Khususnya bagi suami istri yang baru mempunyai anak pertama.

    ARI ARI BAYI PERLU DITANAM

    Mengapa ari-ari dianggap sangat penting dan dihargai untuk ditanam, melalui proses ritual. Karena jasa ari-ari atau nama internasionalnya plasenta yang bertanggung jawab ketika bayi dalam rachim kandungan ibu hamil, diantaranya membentuk hubungan antara ibu dan bayi. Dengan memasok darah melalui tali pusat ke janin yang sedang berkembang.

    Termasuk memberikan sekresi hormon yang diperlukan dalam tubuh ibu hamil, diantaranya mempersiapkan ibu hamil untuk menyusui bayi. Menyalurkan oksigen dan makanan kepada janin dalam kandungan. Ari-ari itu keluar dari rachim kaum ibu, bersamaan pada bayi yang dilahirkan.

    Ari-ari itu wajib untuk segera ditanam, atau dikubur, kurang dari 24 jam setelah bayi dilahirkan. Maksudnya, agar tidak terjadi pembusukan. Pada umumnya, setelah bayi dilahirkan di rumah sakit, maka bidan ataupun perawat rumah sakit akan memberikan kantong plastik berisi ari-ari pada pihak keluarga dari ibu yang melahirkan.

    Menurut tradisi sebagian besar bangsa Indonesia, penguburan airi-ari itu tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan punya tata cara Ritual khusus yang wajib dilakukan oleh ayah dari sang bayi.

    Contohnya ; Ari-ari wajib dicuci terlebih dulu. Kemudian diremat-remat dengan garam kasar, dan dibilas bersih dengan air. Setelah itu, ari-ari tersebut ditempatkan pada kain kapan, lalu masukkan asam jawa, jeruk nipis dan lain sebagainya, menurut kepercayaan masing-masing daerah.

    Kemudian dibungkus dan masukkan kedalam suatu tempat, misalnya kendi yang terbuat dari tanah. Lalu dikubur kedalam tanah, dengan kedalaman sekitar 50 Centi meter. Setelah kendi itu dimasukkan kedalam lobang, timbunlah dengan tanah yang dipadatkan.

    Setelah itu bacalah do’a sesuai dari kepercayaan agama masing-masing, dengan harapan agar pertumbuhan sang bayi kelak dapat hidup sejahtra, berguna bagi nusa dan bangsa, serta taat pada agamanya masing-masing.

    Menurut pendapat sebagian besar suku bangsa Indonesia, ari-ari sangat berjasa terhadap sang bayi, sejak didalam kandungan. Ari-ari atau plasenta memiliki empat fungsi saat di dalam rahim, diantaranya mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.

    Ari-ari membawa karbondioksida dan sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu, selain itu, ari-ari juga mengeluarkan hormon human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen.

    Hormon-hormon ini penting untuk menjaga kesehatan dinding rahim, pertumbuhan payudara dan membantu rahim melebar untuk mengakomodasi ukuran tubuh bayi. Pada saat bayi lahir, maka fungsi ari-ari tersebut juga telah selesai.

    TIGA NEGARA MENGHARGAI RITUAL ARI ARI

    Sebagaimana keterangan yang dihimpun penulis menyebutkan, ada tiga negara yang melakukan ritual dalam mengubur ari-ari,  atau plasenta bayi. Dianataranya ; Indonesia, Turki, Malaysia.

    Untuk di Indonesia. Plasenta, atau ari-ari dianggap kakak dari sang bayi yang dilahirkan, dan plasenta sebagai pelindung bayi sepanjang hidupnya. Dari itu plasenta atau ari-ari perlu dikubur, tidak dibuang bigitu saja.

    Untuk di negara Turki. Masyarakatnya percaya, tentang adanya hubungan ikatan batin, antara masa depan seorang anak dengan plasenta. Dari itu maka plasenta tidak dibuang, tetapi dikubur atau dikebumikan dengan baik, ditempat tempat khusus.

    Contoh semisalnya, kalau seorang ayah ingin bayinya tumbuh menjadi individu yang taat pada agama, maka plasenta tersebut dikebumikan di sekitar halaman masjid. Demikian halnya, apabila plasenta itu dikubur di kandang hewan, konon katanya sang anak akan menjadi pecinta binatang.

    Untuk negara Malaysia, masyarakatnya sangat menghargai ari- ari atau plasenta ada hubungan batin dengan ibu dan bayi yang dilahirkan. Dari itu, menurut tradisi Melayu, plasenta harus dikubur dengan benar. Setelah dibersihkan, plasenta diberi alas  selembar kain putih dan diberi jarum, buku, dan pensil, lalu dikubur. Disertai do’a puji sukur kapa Allah, atas rachmat dan redonya diharapkan masadepan bayi dapat berbakti pada orang tua, bangsa dan negara.  

    SYUKURAN PUPUT PUSAT BAYI

    Setiap keyakinan suatu suku dan agama, punya caranya masing-masing dalam melakukan sebuah tradisi. Kita harus menghargai adanya cara perbedaan tersebut. Umat muslim misalnya, setiap  anak bayi yang lahir dan setelah dibersihkan, sang ayah wajib melantunkan Azan di telinga bayi untuk anak laki-laki, dan Komad, untuk bayi wanita.

    Demikian halnya setelah menguburkan ari-ari, sang ayah bayi memberikan doa, membaca shalawat. Pada saat puput tali pusat bayi, sering juga dilakukan acara kenduri atau sedekah, untuk memohon pada Tuhan YME, agar si anak mendapat berkah, diberi kesehatan dan keselamatan. Acara kenduri atau sedekah itu dilaksanakan sesuai kemampuan.

    Kalau kurang mampu, bisa dilakukan melalui antar mengantar pada beberapa rumah dilingkungan tetangga. Kalau ada rezeki, bisa dilaksanakan dengan mengundang puluhan orang, untuk ikut mendoakan, atas ibu dan bayi yang telah dilahirkan dalam keadaan selamatan.

    POTONG RAMBUT DISERTAI MEMBERI NAMA BAYI

    Selain itu, dalam acara potong rambut dan memberi nama bayi, pada umumnya dilakukan dengan menyembelih hewan berupa domba/kambing. 1 ekor untuk bayi perempuan, 2 ekor hewan  kambing untuk bayi laki-laki, sebagai Aqiqah.

    Acara sedekah Aqiqah tersebut, merupakan anjuran bagi umat beragama islam, untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. Acara Aqiqah kadang juga dilaksanakan bersamaan dengan acara selapanan.

    Hal itu di lakukan, sebagai rasa syukur atas kelahiran ibu dan bayi dalam keadaan selamat, sekaligus doa. Agar kedepannya si jabang bayi selalu diberi kesehatan.  

    CARA MERAWAT BAYI

    Merawat bayi, dari sebelum puput pusatnya, hingga usia tiga bulan pertama dari kelahirannya, butuh perhatian dan perawatan khusus. Baik cara memandikan bayi, merawat bayi, untuk kebersihan dan kesehatannya, cara mencebok bayi, cara menggendong bayi.  

    Memandikan bayi sebelum tali pusatnya mengering, dari 7 hingga 14 hari, cukup dilap/ diseka dengan air hangat-hangat kuku, dengan handuk kecil, atau diseka menggunakan waslap atau spons basah yang tidak mengandung alkohol.  

    Menurut kalangan medis, hal itu perlu dilakukan, karena tubuh sang bayi masih memiliki lapisan lemak pelindung kulit yang berfungsi menjaga suhu tubuhnya. Terkecuali tali pusatnya telah puput dan mengering, mandinya bayi boleh menggunakan baskom, tempat mandi bayi yang diberi air hangat-hangat kuku.

    Dalam memandikan bayi, gunakanlah sabun, shampo khusus untuk bayi. Sebelum bayi dimandikan, siapkanlah handuk kecil atau waslap untuk mengusap tubuh bayi, agar kering dari air. Mandinya bayi cukup dilakukan satu kali sehari diwaktu pagi.

    Pada saat memandikan bayi, beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain : Bersihkan mulai dari bagian kepala bayi, bersihkan kelopak mata bayi dengan perlahan, melalui jeriji jari tangan ibu sang bayi, dan bersihkan pada setiap lipatan tubuh bayi, termasuk pada area mulut bayi.

    Setelah itu, angkat tubuh bayi, baringkan pada tempat khusus yang sudah dilapisi handuk dan keringakan tubuh bayi dari air, lalu gunakan produk kosmetik, seperti minyak telon dan bedak bayi kebagian tubuhnya dan digosok secara perlahan. Hindari bahan kosmetik yang mengandung alkohol, karena kulit sang bayi masih sangat sensitif.

    Kemudian, kenakanlah pakayannya. Gerita dibagian dada dan perutnya, Popok sebagai pempesnya, Baju, sarung tangannya, kemudian dibedong, sebagai kain selimutnya. Menurut salah seorang Dr. Harvey Karp, ahli perawatan bayi dari American Academy of Pediatrics, sebagaimana dikutip tribunnews.com menjeleaskan tentang tata cara membedong bayi.

    Berikut cara membedong yang benar: 1. Rentangkan selimut bayi, kemudian lipat 1/6 di bagian atasnya, 2. Letakkan bayi di atas selimut, lalu masukkan tangan kanan dan kirinya ke dalam lipatan, 3. Bungkus bayi dengan melipat tangan kiri atau kanan bersamaan dengan selimut ke arah perut, 4. Lipat bagian bawah selimut ke arah belakang supaya kaki bayi tertutup rapat.

    Gunakan kain bedong yang lembut dan nyaman, cara memasang bedaong jangan terlalu kencang, jangan menutupi mulut atau hidungnya, agar bayi tetap bernapas. Menurut Dr. Harvey Karp, bayi perlunya dibedong untuk menghindari dari SIDS atau kematian mendadak saat bayi tidur. Dengan cara dibedong, posisi tidur bayi akan tetap pada posisi terlentang.

    Dari itu Itulah bayi disarankan untuk dibedong hingga bayi bisa berguling sendiri. Namun demikian bukan berarti bayi harus terus-menerus untuk dibedong. Sewaktu-waktu bayi juga perlu diberi kebebasan bergerak, saat bayi sedang bermain, dan dibawah pengawasan orangtuanya.

    MENJAGA KEBERSIHAN TUBUH BAYI

    Selain itu, Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dari FKUI-RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta mengatakan, kebersihan tubuh bayi juga perlu diperhatikan, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

    Contoh semisalnya: Membersihkan Kulit kepala bayi, 1 kali seminggu, dengan durasi 10 menit. Alasannya, dibulan-bulan pertama, kulit kepala bayi masih dilapisi oleh kerak topi (cradle cap) yang terlihat seperti sisik tebal berminyak.

    Cara membersihkannya, oleskan  baby oil di seluruh permukaan kulit kepala bayi dan diamkan sepanjang malam, keesokan harinya Sisirlah rambut si bayi secara perlahan-lahan, dengan menggunakan sisir yang lembut untuk bayi. Maka kerak yang ada dikepala bayi itu akan terangkat.

    Kemudian, cuci rambut dibagian kepala bayi, dengan menggunakan sampo khusus bayi. Bilas hingga bersih dengan air hangat-hangat kuku, lalu keringkan dengan handuk lembut. Demikian dengan bagian mata bayi yang berumur kurang dari 48 jam, juga perlu dibersihkan.

    Pada bagian mata bayi seperti tertutup lapisan putih agak keruh. Ini adalah akibat kontaminasi dari cairan amnion atau darah, pada proses persalinan, karena itu perlu dibersihkan Satu kali sehari, pada saat mandi pagi atau sore, dengan durasi selama 5 menit.

    Cara membersihkannya : Cuci kedua tangan Anda  dengan sabun antiseptik. Kemudian celupkan kapas bulat yang bersih ke dalam air hangat-hangat kuku. Oleskan kapas tersebut secara pelan-pelan pada sudut-sudut mata si kecil untuk mengangkat kotoran yang menempel di bagian mata sang bayi.
    Ganti kapas setiap selesai membersihkan kotorannya, agar kotoran yang sudah terambil dikapas itu tidak menempel lagi pada saat Anda membersihkan sudut mata lainnya.

    Bagian Telinga bayi, perlu di bersihkan 1 kali dalam seminggu, dengan durasi Sekitar 3 menit. Khusus bagian lingkaran luar telinga saja, tidak untuk kelobang telinga. Dengan cara : Basahi kapas bulat dengan air hangat- hangat kuku atau baby oil, lalu gunakan untuk membersikan bagian depan dan belakang daun telinga bayi. Setelah itu keringkan dengan handuk kecil yang lembut.

    Bagian Hidung bayi perlu mendapatkan perawatan kebersihan 1 kali seminggu, dengan durasi 10 menit. Untuk menghilangkan kerak dan lendir yang ada didalam hidung bayi, cara membersihkannya : Celupkan cotton bud ke dalam air hangat-hangat kuku, lalu masukkan ke lubang hidung si kecil dengan perlahan.

    Dengan cara memutar tangkai cotton bud tersebut ke arah kanan dan kiri, hingga kotorannya terangkat. Bila kotoran menempel kuat, terus oleskan kapas basah hingga kotoran itu melunak, sedot lobang hidung bayi dengan mulu ibunya, atau gunakan pipet khusus untuk menyedot lendir bayi, bila lubang hidungnya tertutup banyak lender, misalnya ketika ia pilek.

    Membersihkan bagian Mulut bayi 2 kali seminggu, dengan durasi 10 menit. Caranya, Celup kain kasa ke dalam air hangat-hangat kuku. Balut jari telunjuk Anda dengan kain kasa tersebut, masukkan kebagian mulut si kecil, lalu usap lembut bagian gusi bagian belakang, atas, depan atas.

    Setelah itu usap gusi bagian bawah dengan arah yang sama. Termasuk pada bagian lidahnya, usap perlahan, mulai dari pangkal lidah, ke arah depan. Untuk dibagian Mulut bayi, perlu dibersihkan setiap sehabis diberi ASI (disusui).

    Untuk tali pusat bayi, biasanya terlepas secara alami, dalam kurun waktu tujuh hari, setelah kelahirannya. Dalam waktu tersebut, bayi butuh mandi. Dari itu membutuhkan cara agar tali pusat tidak kena air, maka di sekitar tali pusat, cukup menggunakan waslap bersih yang dicelup air hangat-hangat kuku.

    CARA MENYEBOKI BAYI

    Cara mencoboki anak bayi, setelah ia buang air kecil (BAK) ataupun buang air besar (BAB), perlu dipahami bagi kaum ibu yang baru pertama mempunyai anak bayi. Kesalahan dalam merawat bayi, dapat menimbulkan dampak pertumbuhan dan kesehatan bagi bayi yang baru dilahirkan.

    Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari Klik Dokter, sebagaimana dikutip Klikdokter. com, bahwa bekas tinja, atau urine tidak boleh menumpuk di dalam popok bayi, karena bisa menimbulkan iritasi dan berkembangnya bakteri di tubuh sang anak.

    Menganti popok bayi apalagi bila sudah terkena urin (BAK) ataupun tinja (BAB) perlu dilakukan dengan segra, dan jangan dibiarkan terlalu lama. Menurut dr. Sepriani, bayi akan buang air kecil (BAK) dalam 24 jam pertama sejak dilahirkan dan buang air besar (BAB) pertama pada 48 jam setelah dilahirkan.

    Setelah bayi sering disusui ibunya, maka siang bayi akan BAK sebanyak 5-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali per hari. Untuk itu, bagi bayi yang habis buang air kecil (BAK), ataupun BAB, gunakanlah kapas atau kain yang lebut, basahi dengan sedikit air, lalu usap bagian bokong bayi tersebut.

    Cara Menceboki Bayi, menurut kalangan Medis, perlu teknik khusus, pada bagian-bagian tubuhnya, termasuk pantat, alat kelamin dan selangkangan bayi. Karena bayi memiliki kulit lebih sensitif dari orang dewasa.

    Untuk itu, cara mencebok bayi perempuan : Bersihkan daerah genital dengan kapas yang sudah dicelup air hangat-hangat kuku, mulai dari arah seka vagina ke anus, agar kotoran tidak masuk ke vagina. Setelah itu keringkan bekas air tersebut dengan handuk kering, bersih dan lembut.
    Untuk mencebok bayi laki-laki, bersihkan penis dan daerah sekitarnya yang sudah dicelup air hangat-hangat kuku. Seka daerah di sekitar bagian bawah buah zakar dengan arah menuju ke anus. Serta bersihkan bagian kulup penisnya, dan bersihkan seluruh bagian bokongnya. Kemudian keringkan seluruh daerah kelamin dengan handuk bersih yang lembut.

    Setelah itu kenakanlah popok yang bersih, untuk bayi yang habis dicebokin itu, dengan cara mengangkat tubu bayi dengan benar. Tarulah diatas popok yang sudah dibentangkan, dengan ditaburi bedak, setelah itu ikatlah kedua sisi kiri dan kanan dari tali popok tersebut ke tubuh bayi, dengan ikatan kendor dan mudah dibuka.

    Guna menjaga kesehatan bayi, popok bayi yang basah karena BAK atau BAB, kewajiban bagi seorang ibu dan bapak dari sang bayi untuk menggantinya dengan popok yang baru. Tidak hanya pada waktu pagi dan siang dan tengah malam pun, harus dilakukan.

    Bayi kerap terbangun dan menangis karena popoknya basah oleh pipis atau fesesnya. Jika tidak segera diganti, anus dan kelamin bayi akan merah-merah dan iritasi (ruam) yang bisa membuatnya rewel karena tidak nyaman, dan akhirnya bisa membuat pusing orangtuanya sendiri.  

    CARA MENGGENDONG BAYI

    Seorang ibu juga butuh pengetahuan dasar yang bisa dipelajari secara bertahap. Pertama, tangan ibu bersih, karena tubuh bayi masih rentan terhadap kuman. "Saat menggendong bayi, gunakan lekukan siku kiri ibu untuk menopang bagian kepala bayi, karena lehernya belum cukup kuat," kata dokter anak dan penulis buku Heading Home with Your Newborn, Laura Jana, MD, dilansir Mens Health.

    "Untuk menopang punggung, pantat, kaki bayi, bisa mengunakan telapak tangan kanan, dengan cara merangkulnya. Kemudian geser tubuh bayi untuk lebih merapat ke bagian dada ibu, tapi jangan dekap terlalu erat," sambungnya.

    Tidak sedikit orang tua yang takut dan bahkan belum mengetahui cara menggendong bayi baru lahir dengan benar. Padahal, menggendong bayi baru lahir tidaklah sesulit seperti apa yang dibayangkan. Ingin tahu caranya?. Mari simak caranya  berikut ini.

    Sebagaimana diketahui, tubuh bayi baru lahir memang terlihat lemah dan rapuh, karena ia masih belum mampu untuk menopang kepalanya dengan baik dan ubun-ubunnya masih rentan terhadap guncangan, atau mengalami cedera. Untuk itu orangtua perlu berhati-hati saat menggendong bayi baru lahir.  

    Karena itu, setiap orang tua harus memahami, tentang tata cara menggendong bayi baru lahir yang baik dan benar. Untuk itu dapat bunda lakukan dengan menempatkan bagian leher dan kepala bayi ke bagian siku lengan tangan sebelah kiri bunda. Sedangkan tangan sebelah kanan bunda memegang pada bagian bokong bayi.

    Kemudian angkat tubuh bayi secara pelan, kemudian  dekaplah atau peluklah ia kebagian dada bunda, dengan rasa nyaman dan aman, serta yakin bayi yang digendong tidak akan terjatuh. Selain itu bunda juga dapat menggunakan kain atau gendongan yang saat ini bisa dibeli ditoko pakayan bayi.

    Gendongan yang dibeli dari toko, selain aman, nyaman bisa dipakai untuk dirumah ataupun untuk berpergian, oleh ibu yang baru punya anak bayi. Juga dapat memudahkan Bunda mengatur posisi bayi, termasuk untuk menyusui bayi.

    Selain itu perlu diingat dan dihindari, pada saat bayi digendong, bunda jangan menimang ataupun menggerakkan tubuhnya terlalu kencang. Dikhawatirkan dengan guncangan bunda tersebut, akan berdampak pada gendongan bayi bisa putus.

    Selain bisa menimbulkan pendarahan pada otak atau shaken baby syndrome (SBS), hingga menyebabkan kematian pada bayi dari usia sejak lahir hingga anak berusia 5 tahun. Khusnya bagi bayi yang baru lahir, hingga berusia 8 minggu. Oleh karena itu, jika ingin membaringkan atau menimang Si Kecil, sebaiknya bunda melakukannya secara perlahan. Hal ini penting untuk diperhatikan oleh setiap orang tua.

    MEMAHAMI SIKAP BAYI

    Kehidupan bayi, menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, newborn. Sebagaimana dilansir http://cantik.tempo.co, banyak diisi dengan menyusu dan tidur. Untuk satu harinya bayi butuh menyusu sebanyak 8-12 kali. Dari itu apabila bayi tertidur lebih 4 jam dan tidak menyusu, karena tidur, sebaiknya dibangunkan.

    Kalaupun produksi ASI sedikit, temui dan konsultasikanlah ke dokter, atau bidan di rumah sakit atau klinik. Kemungkinan dianggap perlu menggunakan susu botol untuk sang anak bayi.  Sebagaimana diketahui, memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). hingga 6 bulan pertama usia anak.

    Dengan demikian berarti, memberi ASI untuk si kecil, memang banyak manfaatnya, selain membangun ikatan bonding ibu dan anak, ASI juga bisa melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, termasuk untuk kesehatan ibunya. Untuk itu, jika si kecil lapar dan menangis, maka susuilah ia, sesuai keinginannya dan jangan dijadwalkan.

    Selain itu juga perlu dipahami oleh kaum ibu yang baru pertama mempunyai anak bayi, apabila sering menangsi, maka lihat dan perhatikan secara cermat, kemungkinan tangis bayi karena lapar, atau popoknya basah karena Buang Air Kecil (BAK), Buang Air Besar (BAB), atau dibagian tubuhnya ada yang dirasakan sakit. Atau ingin dipeluk oleh ibunya.   

    Warna urin (BAK) jernih, sedangkan warna feses (BAB) akan berubah dari hitam pekat di hari pertama, menjadi kehijauan, dan kuning pada hari ke 5. apabila ada terjadi perubahan, maka bawalah bayi tersebut ke dokter, sebagai perawatan bayi dalam usia dini.

    Kehadiran buah hati (anak bayi), adalah salah satu kebahagiaan bagi pasangan suami istri. Dari itu, kedua orangtua wajib untuk mengurus dan merawatnya dengan baik dan benar. Karena anak, merupakan titipan Tuhan.

    Karena itu, suami istri sebagai orangtua bayi harus tenggang rasa dalam mengurus dan merawat bayinya. Karena bayi yang baru lahir membutuhkan waktu tidur 14-17 jam dalam sehari, sisanya selama 7- 10 jam, merupakan waktu sibayi terbangun, dan bermain. Dari itu suami istri yang merupakan ibu bapak dari sang bayi, jangan mengabaikan waktu makan/ menyusui bayinya.

    Bayi dalam usia 1-3 bulan, menjadi tantangan tersendiri bagi sang ibu yang baru pertama kali mempunyai anak, karena tidak melakukan apapun, terkecuali menyusu, tidur, menangis, BAK dan BAB. Untuk itu perlu diperhatikan.

    1.Bayi tidur dalam posisi telentang, 2. Kasur bayi tidak terlalu empuk, 3. Jauhkan dari mainan dan bantal, 4. Memakai pakaian bahan lembut, 5. Memakai lampu sedikit redup pada saat tidur. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi bayi usia 0-6 bulan.

    Untuk menanggulangi risiko SIDS, letakkan bayi pada tempat tidur di kasur yang kokoh, dengan sprei yang tak mudah lepas, dan menggunakan bantal yang tipis dan lembut, serta tidak menggunakan kain selimut tebal, dan jauhkan bayi dari mainan di sekitar tempat tidurnya.

    CARA MENDIDIK ANAK BALITA

    Anak adalah titipan tuhan, sejak usia 3 tahun wajib diarahkan dan dibina oleh kedua orangtuannya, agar punya budi pekerti, sopan santun. Dengan sistem dan cara yang bisa dipahami oleh sang anak, sesuai dengan daya tangkap otaknya.

    Contoh semisalnya dengan cara lemah lembut, sambil tersesum memberikan arahan kepada sang anak. Agar ia bisa mengerti, walaupun secara bertahap. Mulai dari cara membersihakn tubuh diwaktu mandi, buang air besar, cara mengenakan pakayan, cara sebelum dan sesuah makan, hingga sopan santun bicara pada lingklungan keluarga.

    Dalam seusia itu, otak sang anak mulai berkembang, dalam bentuk apapun yang ia lihat, akan mudah diserap dan ditirunya, tanpa menyadari baik atau buruk dari sikap tersebut. Untuk itu sebagai orangtua perlu mengajarkannya dengan berperilaku yang baik.

    Untuk itu, orangtua wajib mengarahkan dan memberi contoh yang baik dan benar. Karena diusia tersebut, sang anak mudah meniru prilaku orang-orang terdekat yang dilihatnya. Untuk itu, hindari seperti bertengkar, berkata kasar, “main pukul,” dan sang anak jangan dibiasakan untuk menakut-nakutinya.

    Kalaupun sang anak melakukan perbuatan yang benar, maka berilah dia pujian atau ciuman. Begitupun sebaliknya, jika ada kesalahannya, sang anak jangan dipukul dan dimarahi. Berikan ia penjelasan dengan kasih sayang.

    Mendidik atau mengarahkan anak dengan kata-kata kasar, dan dibentak, apalagi dengan kekerasan. Justru sang anak merasa jadi ketakutan dan bisa berdampak buruk bagi perkembangan otak maupun psikologisnya.

    Dari itu, binalah prilaku anak dengan sabar, agar percaya diri, dan rasa nyamannya sang anak sejak balita. Karena pada usia balita, prilaku dan rasa keinginan anak untuk bebas melakukan hal sesukanya cukup tinggi.

    Menurut profesor psikologi dari University of Vermont, Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher. Sebagai orangtua  perlu menciptakan suasana yang kondusif, saat mendidik anak mereka. Sebagai orangtua tidak boleh menghukum, memarahi anaknya yang berlebihan, pada saat melakukan kesalahan, tetapi alihkanlah perhatian sang anak pada aktivitas yang lebih baik. Sehingga ia tidak terasa dan tidak terfokus pada prilaku dari kesalahanitu.

    Pada Usia 3 tahun, si Kecil sudah dapat membedakan benda miliknya dengan benda orang lain. Untuk itu, anak balita usia 3 tahun, mulailah diajarkan disiplin. Contoh semisalnya, benda yang habis digunakan oleh sang anak bermain, sang ibu bisa menyarankan kepada si Kecil untuk merapikan atau menyimpan mainannya pada tempat yang sudak disediakan oleh sang ibu.

    Selain itu, si anak juga perlu diarahkan dan dididik sejak dini, untuk belajar makan sendiri, dengan menggunakan alat makan sederhana, dan memberikan jadwal tidurnya. Hal ini penting untuk dilakukan. Selain untuk kesehatan, juga mengajarinya untuk disiplin.  

    Tata krama, sopan santun, seperti memanggil seseorang dengan Tante, Oom, Nenek, Kakek. Merupakan budi pekerti yang juga perlu diajarkan sejak dini, pada anak usia 3 tahun. Termasuk berbagi kasih, contoh semisalnya pada saat Mama memberikan makanan berupa roti, misalnya. Kebetulan disaat itu ada anak kecil lainnya, maka Mama berikan roti itu kepada anaknya, dan anjurkan untuk membagi makanan tersebut kepada teman yang ada didekatnya.  

    Dalam mendidik anak, orangtua harus bisa menggunakan siasat, dengan sabar dan hindari dari ke cenderung marah-marah atau kekerasan, seperti menjewer, memukul, atau membentak. Hal itu bisa membuat anak semakin membangkang dan bandel. Di sini ajaklah anak anda bersikap tenang, berikan ia  pemahaman. Hindari membentak atau memarahi si kecil, saat dia tidak mau disiplin.

    Pasalnya, pada usia 3 tahun perkembangan dan pertumbuhan si kecil sudah mulai bisa menyebut namanya sendiri, diajari untuk menghitung, menggambar. Dengan pola asuh yang disesuaikan dengan usianya, agar si anak bisa cerdas, aktif, dan mandiri.

    Dalam seusia 3 - 5 tahun, kecendrungan emosi anak lebih tinggi, atau yang lebih dikenal dengan nama “ Tantrum.” Namun demikian, kalangan dunia medis menganggap, “ Tantrum” adalah sebuah hal yang normal dalam tahap perkembangan anak seusia itu, dan tidak perlu dipersoalkan.

    Tetapi, sebagai orangtua tidak hanya wajib merawat, ataupun membesarkan sang anak. Namun juga mendidiknya dengan baik. Maksud tujuannya agar anak Anda menjadi anak yang pintar, cerdas, berakhlak, baik dalam hal berbudi pekerti, dan santun. Dimana pada umur tersebut, otak anak masih dalam tahapan perkembang, perlu pembinaan.

    Sebagai orangtua perlu memperhatikan diri si anak, baik dalam hal asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, mengajarkannya berperilaku baik, dengan memberi contoh yang baik dan benar. Karena, anak di usia ini, sangat mudah meniru sikap dan prilaku orang terdekatnya.

    Dengan cara penuh cinta dan kasih sayang, tutur kata lemah lembut, membuat diri sang anak, akan mendengarkan saran dan nasihat dari orangtuanya. Apabila mendidik anak dengan cara kekerasan, justru perkembangan otak anak akan berdampak buruk, bagi psikologisnya. (Penulis adalah salah seorang pengamat Sosial dalam kehidupan Suami Istri)

    Ikuti tulisan menarik Djohan Chaniago lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.