Analisis Konten Media, Isu, dan Konsep dalam Iklam Minuman “Lemon” - Urban - www.indonesiana.id
x

Risti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Jumat, 12 November 2021 17:05 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Analisis Konten Media, Isu, dan Konsep dalam Iklam Minuman “Lemon”

    Iklan “Lemon” memiliki sinkronisasi visual yang jelas. Dapat dilihat dalam gambar tersebut, posisi nama produk, bentuk produk, dan aktor dari iklan berada dalam satu kesatuan. Tulisan “Lemon” dapat dibaca dengan jelas, meskipun sedikit terlalu besar. Kemudian produk minuman “Lemon” juga terlihat jelas. Masyarakat bisa memahami iklan “Lemon” tersebut.

    Dibaca : 373 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    ANALISIS KONTEN MEDIA, ISU, DAN KONSEP
    DALAM IKLAN MINUMAN “LEMON”

     

     

    PAPER
    Disusun untuk memenuhi Ujian Tengah Semester
    Mata Kuliah Media dan Budaya
    Program Studi Televisi dan Film
    Jurusan Seni Media Rekam

     

     

     

    Oleh :

    RISTI YULIANA                              NIM. 14148110
    NOVASARI WIDYANINGSIH        NIM. 14148111
    TOMMY GUSTIANSYAH P NIM. 14148114
    SARTIKA DEVI PUTRI E.A.           NIM.14148115

     

     

     

    FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
    INSTITUT SENI INDONESIA
    SURAKARTA
    2016

     

     

    BAB I
    ANALISIS ISI

                Berbicara iklan kadang menjadi gerbang menuju pembicaraan tentang kreatifitas. Kreatifitas pengolahan ide, komunikasi, seni visual, pesuasi, dan personifikasi adalah bumbu wajib dalam iklan. Seorang tokoh periklanan pendiri konglomerasi perusahaan komunikasi Ogilvy, David Ogilvy pun dengan lantang mengatakan "If it doesn't sell, its not creative" yang berarti jika iklan tidak bisa menjual, itu berarti tidak kreatif (Watono, 2008:45 dalam Nazoeaggi,2011:7).

                Dilihat dari sini bahwa kreatifitas membuat iklan bukan hanya dari tampilan yang menarik saja. Seni visual yang memiliki nilai estetika dan pesan yang akan disampaikan juga harus "mengena" kepada penonton. Menurut Nazoeaggi, iklan dapat menjadi media yang kuat dan serbaguna. Pengiklan dapat memilih dengan tepat media yang benar untuk mencapai target. Bisa dikatakan bahwa "cinta pada pandangan pertama" seorang target audience bisa menjadi pintu awal kesuksesan sebuah iklan.

                "Lemon", adalah salah satu merek produk minuman yang berada di Amerika. Produk "Lemon" tidak dijual di Indonesia. Akan banyak makna yang terbentuk dari tayangan sebuah iklan yang bertujuan memikat minat target audience. Sehingga seperti tujuan penelitian ini yang ingin mengetahui bagaimana pesan kreatif yang disampaikan oleh pembuat iklan "Lemon". Berikut adalah pemaparan hasil analisis berdasarkan unit analisis dan kategorisasi yang telah ditentukan.

     

    1. Analisis Berdasarkan Jenis Iklan

                Iklan dibagi menjadi dua jenis, yaitu iklan komersil dan iklan layanan masyarakat. Iklan "Lemon" tergolong dalam iklan komersil. Iklan komersil bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Mengingat "Lemon" adalah produk minuman rasa lemon yang dijual dipasaran. Produk tersebut membuat iklan agar dapat meningkatkan penjualan dan yang diinginkan adalah keuntungan.

                Iklan "Lemon" versi suku Afrika, menonjolkan pesan bahwa orang yang sedang dehidrasi dan meminum Lemon, maka dehidrasi yang dirasakan akan hilang dan akan merasa segar. Seperti yang kita ketahui suku di daerah Afrika sering mengalami kekeringan yang menyebabkan dehidrasi parah. Pesan mengurangi dehidrasi orang Afrika itulah yang menjadi selling point dalam iklan ini.

     

    1. Analisis Berdasarkan Sinkronisasi Visual terhadap Produk yang Diiklankan

                Hal selanjutnya yang dibahas adalah mengenai sinkronisasi visual terhadap produk yang diiklankan. Tata letak, komposisi dan visual terhadap produk serta pesan iklan sangat berpengaruh terhadap nyaman tidaknya seseorang melihat sebuah iklan, yang kemudian berdampak pada estetika serta pemahaman terhadap iklan tersebut (Nazoeaggi, 2011: 103).

    (Gambar : Screeshoot iklan lemon)

     

    Iklan “Lemon” memiliki sinkronisasi visual yang jelas. Dapat dilihat dalam gambar tersebut, posisi nama produk, bentuk produk, dan aktor dari iklan berada dalam satu kesatuan. Tulisan “Lemon” dapat dibaca dengan jelas, meskipun sedikit terlalu besar. Kemudian produk minuman “Lemon” juga terlihat jelas. Masyarakat bisa memahami iklan “Lemon” tersebut.

                Pesan tentang minuman yang berharga dan bermanfaat untuk menghilangkan dehidrasi digambarkan  dengan jelas, yaitu minuman “Lemon” mempunyai kesegaran yang ekstra sehingga mampu mengatasi dehidrasi.

     

     

    1. Analisis Berdasarkan Teknik Penyajian Visual

                Analisis ketiga adalah tentang teknik penjadian visual. Menurut Nazoeaggi, ada beberapa macam teknik yang akan mendominasi dalam sebuah iklan, yaitu teknik animasi, fotografi, dan teks. Ketiga teknik ini harus dipilih salah satu yang akan mendominasi suatu iklan.

                Diantara ketiga teknik penyajian visual, teknik fotografi adalah teknik yang paling mendominasi. Teknik kedua yang mendominasi adalah teknik animasi. Dimana teknik animasi diperlihatkan ketika munculnya buah lemon berubah menjadi produk minuman “Lemon”.

                Iklan minuman “Lemon” mengajak masyarakat untuk mampu melepaskan dehidrasi dengan meminum minuman “Lemon” yang dirasa sangat segar. Seseorang yang dehidrasi digambarkan/ direpresentasikan oleh dua orang dari suku Afrika yang haus dan menggali air ditanah, berharap ada air ditanah tersebut. Minuman “Lemon” adalah solusi dari kehausan.  

     

    1. Analisis Berdasarkan Isi Pesan

                Kejelasan dan kelugasan pesan yang akan disampaikan adalah hal sangat penting dalam sebuah iklan. Kejelasan dan kelugasan pesan nantinya akan berhubungan kesepemahaman kreator iklan dan target audience. Dengan tujuan iklan yang jelas, masyarakat bisa langsung memahami maksud dari iklan tersebut.

                Iklan “Lemon”, dimana Ia adalah perusahaan minuman yang memiliki rasa lemon. Iklan ini sengaja dibuat di lingkungan yang kekeringan air, Afrika. Dimana di tempat tersebut sedang mengalami kemarau panjang dan kekeringan. Sehingga masyarakat disana kesulitan mendapatkan air bersih. Dua orang yang memerankan iklan berusaha dengan gigih mencari air dengan cara menggali tanah. Pesan yang ingin disampaikan di iklan ini bahwa air adalah kebutuhan pokok, minuman lemon bisa berperan menggantikan air guna mengatasi dehidrasi.

     

     

    1. Analisis berdasarkan Daya Tarik Pesan

                Pesan kreatif akan menjadi daya tarik tersendiri dalam sebuah iklan. Seperti daya tarik rasa kasihan, prihatin, humor, dan kegigihan berjuang yang ditunjukkan iklan "Lemon". Daya tarik pesan dari sebuah iklan dapat dilihat dimana iklan tersebut ditayangkan. Iklan “Lemon” ditayangan di Benua Afrika dan sebagian Benua Amerika. Banyak tanggapan dan respon yang didapat ketika iklan ini ditayangkan di Afrika. Mulai dari respon yang menganggap iklan tersebut lucu sampai yang dihubungkan dengan isu kekeringan yang terjadi di Afrika. Kemudian di negara Amerika, respon yang didapat iklan ini adalah rasa keprihanan. Sedangkan ketika tayang di Youtube.com dan bisa diakses masyarakat di Indonesia juga mendapat respon keprihatinan dua orang yang menjadi bintang iklan tersebut. Mengingat dua orang tersebut bisa dikatan orang primitif suku Afrika yang berusaha mendapatkan air.

     

    1. Analisis berdasarkan Gaya dalam Penyampaian Iklan

                Ada bermacam - macam gaya dalam penyampaian iklan, yaitu gaya iklan menjual langsung, potongan kehidupan, gaya hidup, fantasi, suasana atau citra, simbol kepribadian, keahlian teknis, bukti ilmiah, bukti kesaksian, demonstrasi, dan kombinasi. Iklan “Lemon” tergolong dalam gaya iklan menjual langsung dan potongan kehidupan. Gaya iklan menjual langsung ditunjukkan langsung produk minuman yang dijual. Sedangkan potongan kehidupan ditunjukkan dari dua orang yang memerankan iklan, kedua orang tersebut adalah bagian dari masyarakat Afrika, yang kini isunya sedang mengalami kekeringan dan kekurangan air.

     

     

     

    BAB II

    ANALISIS SEMIOTIKA

    Objek Analisa : Iklan Minuman “Lemon”

    Durasi :20 detik

    Setting :Gurun Pasir

    Talent : 2 orang ber-ras negro

    Alur cerita : Dua orang berkulit hitam sedang menggali tanah. Seorang dari merekamenggali dengan mengguankan sebatang kayudan seorang yang lainnya menggunakan tangan kosong untuk menggali air. Setelah berusaha menggali tanah dengan semangatnya, tiba-tiba batang kayu yang mereka gunakan patah. Dengan nada kesal salah satu dari mereka mengumpat dan terlihat kesal dengan tubuh bercucuran keringat.Lalu batang kayu yang telah patah tadi dibuang oleh seorang dari mereka dengan nada kesal. Lalu salah satu dari mereka menengok ke belakang badan dan menemukan sebuah kran tertancap tanah, iapun memberi tau kawannya dengan menunjuk keran tersebut dan mengatakan “hah”.Merekapun langsung menghampiri dan mencabut kran tersebut dengan penuh semangat dan gembira.Lalu mereka kembali ke tempat di mana mereka menggali tanah sebelumnya dan menggunakan kran yang telah mereka caut untuk menggali tanah.Dengan penuh semangat mereka menggali tanah dengan kran.Disaat mereka sibuk menggali tanah, di belakang badan mereka keluarlah air yang menyeruak dari tanah seperti air mancur.Mereka berhenti sejenak karena mendengar suara air yang menyeruak dari tanah tersebut namun lalu mereka melanjutkan menggali tanah dan tidak menghiraukan suara itu.Mereka melanjutkan menggali tanah dan muncullah gambar botol minuman merk “lemon”,  tulisan Thristy ? LEMON dibarengi dengan suara narrator “Thirsty lemon lemon lemon“.

     

     

     

    Berikut adalah analisis semiotika dalam iklan “Lemon”

     

    1. TANDA : AKTIFITAS MENGGALI TANAH

    PENANDA     : Dua orang ber ras kulit hitam (afrika) sedang menggali tanah menggunakan sebatang kayu.

    PETANDA     : Mereka berdua menggali tanah untuk mendapatkan sesuatu.

    METAFOR     : Salah satu dari mereka mengucapkan kata “QUICK” yang  berarti cepat,mereka berdua bertindak menggali tanah dengan cepat.

    RANAH EKSPRESI LANG  : Dalam scene tersebut terlihat cara menggali tanah.

    RANAH PAROLE     : Mereka berdua menggunakan metode yang berbeda untuk menggalitanahnya yakni dengan cara menggunakan batang kayu dan tangan kosong.

     

    1. TANDA : TEKS WATER’S DOWN THERE

    PENANDA : Seorang dari mereka mengatakan dengan bahasa daerah mereka dan diikuti dengan subtitle bahasa inggris “water’s down there” yang berarti air ada di bawah sana.


    PETANDA : Dengan adanya subtitle tersebut memberi informasi serta jawaban bahwa yang mereka gali adalah air.

     

    1. TANDA : BATANG KAYU

    PENANDA     : Dua orang ber ras kulit hitam (afrika) sedang menggali tanah menggunakan sebatang kayu

    PETANDA     :Mereka berdua masih menggunakan alat yang primitif dimana mereka hanya menggunakan alat sederhana berupa batang kayu untuk menggali tanah.

    METAFOR     : Dalam scene ini terlihat mereka berdua sangat cepat dalam berbicara menandakan bahwa mereka Saling membutuhkan.

    RANAH EKSPRESI LANG : Dalam scene tersebut mereka masih menggunaan native language atau bahasa asli daerah yang berarti budaya mereka masih murni                        belum menerima budaya luar sehingga ada subtitle bahasa inggris yang                                  menyertainya.

    RANAH EKSPRESI PAROLE : Ekspresi terengah engah saat menggali serta penampilan tubuh mereka yang sangat bercucuran keringat menunjukkan bahwa mereka berdua sedang kehausan

     

    1. TANDA : BATANG KAYU PATAH

    PENANDA     : Batang kayu yang mereka gunakan untuk menggali tanah patah

    PETANDA     : Mereka berdua menemukan kendala saat menggali tanah, muncul masalah baru karena alat yang mereka gunakan rusak.

    METAFOR     : Dalam scene ini seorang dari mereka mengumpat dengan bahasa asli yang disertai subtitle “DAMN” yang berarti persetan. Menggambarkan betapa kesalnya dan kecewanya mereka saat satu-satunya alat yang mereka punya dan mereka gunakan rusak.

    RANAH EKSPRESI LANG : Batang kayu mereka buang yang berarti mereka tidak bisa mengandalkan batang kayu itu lagi.

     

    1. TANDA : CELANA

    PENANDA     : Mereka berdua menggunakan celana berbahan kulit hewan yang menutupi area intim mereka

    PETANDA      : Bahan kulit hewan menunjukkan primitivitas mereka dalam berpakaian dengan bentuk sederhana yang hanya menutupi area intim mereka dengan bahan minim sehingga tidak bisa menutupi seluruh tubuh mereka.

    SINTAGMATIK : Pakaian yang mereka gunakan juga sesuai dengan kondisi geografis .

    RANAH EKSPRESI LANG : Mereka masih menggunakan pakaian sederhana yang merupkana pakaian turun temurun suku mereka.

     

    1. TANDA : KRAN

    PENANDA: Dalam scene ini nampak sebuah kran air di belakang badan mereka

    PETANDA     : Ada air yang dialirkan melalui kran

    METAFOR     : Dalam segi bahasa kran berfungsi untuk emngalirkan air, namun mereka berdua tidak mengetahui fungsi kran tersebut sehingga atas dasar keterbatasan pengetahuan mereka, dicabutlah kran tersebut lalu mereka gunakan selayaknya batang untuk mereka gunakan kembali sebagai penggali tanah

    RANAH EKSPRESI LANG : Dalam scene tersebut salah satu dari mereka menunjuk kran dan mengatakan “hey” lalu mereka mencabut kran dengan ekspresi sangat semangat deangan gesit dan gembira seakan mendapat pengantibatang kayu yang patah.

    RANAH EKSPRESI PAROLE : Ekspresi tersenyum sambil terengah engah saat berlari mengambil kran untuk di cabut bermakna mereka senang mendapatkan pengganti kayu yang telah patah untuk menggali.

         

     

    1. TANDA : MENGGALI DENGAN KRAN

    PENANDA     : Dalam scene ini nampak mereka menggali tanah menggunakan kran

    PETANDA      : Keterbatasan pengetahuan mereka membuat mereka tidak mengetahui bahwa fungsi kran adalah sarana pengalir air, sehingga mereka menggunakan kran tersebut untuk menggali tanah.

    MAKNA (Petandaan & Nilai) : Primitif

     

    1. TANDA : AIR KELUAR DARI TANAH


    PENANDA     : Dalam scene ini nampak mereka menggali tanah menggunakan kran dan di belakang mereka muncul pancuran air, mereka berheni sejenak untuk menggali karena mendengar suara gemricik air, namun mereka lalu melanjutkan untuk menggali tanah

    PETANDA     : Air keluar karena kran telah dicabut, mereka belum mengetahui bahwasanya kran tersebut mengalirkan air mereka juga belum mengetahui bahwa suara seperti itu adalah suara air yang menyeruak karena mereka biasa mendapati air dari tannah yang mereka gali sehingga tidak menimbulkan bunyi.

    MAKNA (PETANDAan & Nilai) : Primitifitas bahwa mereka belum mengenali suara gemricikair, mereka juga tidak mengetahui bahwa ada selang dalam sambungan kran yang mengalirkan air

     

    1. TANDA : TEXT “THRISTY ? LEMON LEMON LEMON”

    PENANDA     : Dalam scene ini nampak tulisan “THRISTY ? LEMON LEMON LEMON”

    PETANDA     : Ada solusi yang ditawarkan bahwasanya jika kamu haus lebih baik kamu meminum minuman kemasan yang bernama  “lemon”

    MITOS            : Dengan adanya text “Thirsty ? Lemon lemon lemon” memberikan stigma baru bahwa minuman kemasan “lemon” lebih bagus lebih segar untuk diminum, sehingga air biasa seakan akan disingkirkan.

    METAFOR     : Dalam segi bahasa Lemon adalah buah yang berasa asam dan menyegarkan, dalam minuman kemasan ini menggunakan nama lemon karena rasanya lemon dan menyegarkan.

    MAKNA (Petandaan & Nilai)  : Dalam scene tersebut narrator mengatakan THRISTY ? LEMON LEMON LEMON” yang bermakna mengiklankan dan menganjurkan produk minuman kemasan tersebut.

    1. TANDA : BUAH LEMON

    PENANDA     : Dalam scene ini nampak buah lemon  berukuran besar

    PETANDA     : Buah lemon berarti buah lemon asli yang segar objek berukuran besarjadi secara otomatis perhatian penonton dari fokus talent menjadi fokus ke buah lemon jadi perhatian pemirsa akan tertuju pada buah lemon tersebut.

     

    1. LEMON MENGELUARKAN AIR

    PENANDA : Dalam scene ini nampak buah lemon yang  mengeluarkan air (menyeruak keluar dari buah lemon)

    PETANDA     : Air yang menyeruak dari lemon menandakan bahwa itu adalah sari lemon asli .

    MAKNA (Petandaan & Nilai)  : Dalam perubahan lemon mengeluarkan air tersebut seolah olah mengesankan bahwa lemon tersebut mengeluarkan  sari buah lemon asli  yang menyeruak keluar dari buah lemon . Menyeruaknya air tersebut juga memiliki kesan segar.

     


    1. TANDA : BUAH LEMON MUNCUL DAN BERUBAH MENJADI BOTOL MINUMAN “LEMON”

    PENANDA     : Dalam scene ini nampak buah lemon yang  mengeluarkan air (menyeruak keluar dari buah lemon) lalu berubah menjadi botol minuman “lemon”

    PETANDA     : Buah lemon berarti buah lemon asli, air yang menyeruak dari lemon menandakan bahwa itu adalah sari lemon lalu ketika berubah menjadi botol minuman leon artinya dari buah lemon sari lemonnya sudah diubah ke kemasan botolan yang praktis.

    MAKNA (PETANDAan & Nilai)  : Dalam perubahan lemon menjadi botol minuman “lemon tersebut” seolah olah mengesankan bahwa minuman lemon tersebut hasil dari sari buah lemon asli  yang menyeruak keluar dari lemon atau buah lemon telah bertransformasi menjadi minuman botolan yang praktis.

    1. TANDA : Minuman Botol “Lemon”

    PENANDA     : Dalam scene ini nampak Minuman Botol “Lemon” dengan tampilan membesar dan mengecil.

    PETANDA     : Seakan  menyodorkan minuman lemon  tersebut untuk pemirsa (menarik perhatian pemirsa karena sesuatu yang bergerak lebih menarik dari sesuatu yang statis).

    MAKNA (Petandaan & Nilai)  : Dalam scene tersebut botol minuman “lemon”  bermakna mengiklankan dan menganjurkan produk minuman kemasan tersebut.

     

     

     

    BAB III
    ANALISIS WACANA

     

                Wacana ( douglas ) berasal dari bahasa sansekerta wac /wak/ vak. Wacana yaitu berkata, berucap. Wacana juga berarti unit linguistik yang lebih besar dari kalimat dan klausa.

                Jadi wacana bisa diartikan sebagai satuan bahasa terlengkap dari pada fonem, morfem, kata, klausa, kalimat dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau tertulis ini dapat juga berupa tulisan, tetapi persyaratanya harus dalam satu rangkaian dan dibentuk oleh lebih dari sebuah kalimat.

                Analisis wacana kritis adalah teori untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan – hubungan antara wacana dan perkembangan sosial budaya. Tujuannya yaitu menjelaskan dimensi linguistik kewacanaan fenomena sosial dan kultural.

                Dalam iklan lemon – lemon tersebut menyajikan interpretasi yang sangat terbuka bagi khalayak. Makna iklan yang disajikan tidak memiliki ikatan – ikatan yang ideologis. Iklan tidak dinilai sebagai peralatan, tidak sebagai suatu iklan yang mengundang si penonton untuk membeli produk minumannya.

     

    SHOT 1 :

       

     

    Analisis :

    Dua orang yang sedang bersemangat menggali sumber mata air. Mereka optimis bahwa diarea tersebut terdapat sumber mata air. Dengan hanya menggunakan sebatang kayu mereka dengan gigih menggalinya.

    Argumen :

    Dari pakaian yang dikenakan oleh dua orang tersebut peneliti merepresentasikannya sebagai seorang yang memulai sesuatu dari awal. Alasan mereka mencari air  karena kehausan, peneliti merepresentasikan hal tersebut sebagai suatu kebutuhan. Kemudian salah satu dari mereka berbicara dengan bahasa daerah mereka yang artinya Quick (cepat), yang berarti bahwa mereka tergesa – gesa dalam menggalinya, peneliti merepresentasikan hal tersebut sebagai sebuah ketidaksabaran orang dalam menginginkan sesuatu. Kemudian mereka mengucap lagi kata yang artinya Water’s down there ( dibawah sini ada air ) peneliti merepresentasikannya sebagai rasa percaya diri seseorang terhadap apa yang dilakukannya. Dalam menggali mereka menggunakan sebatang kayu yang mudah patah, peneliti mengartikan hal tersebut sebagai seseorang yang belum cukup berpengalaman.

    Kesimpulan :

    Seseorang yang bersemangat dalam mencari kebutuhan (pekerjaan), mulai dari nol/awal. Dia optimis bahwa dengan pengalaman yang dia bawa dan apa yang dilakukannya akan meraih kesuksesan.

     

     

     

     

    SHOT 2 :

    Analisis :

    Sebatang kayu yang digunakan patah

    Argumen :

    Karena terlalu terburu – buru, sebatang kayu yang digunakan untuk menggali tanah patah. Peneliti merepresentasikan sebagai seorang yang gagal karena kurangnya pengalaman dan ingin mendapatkan hasil yang cepat. Salah satu dari mereka mengucapkan kata yang artinya Damn (sial), artinya seorang yang merasa sangat kesal dengan keadaan.

    Kesimpulan :

    Seseorang yang ingin mendapatkan kesuksesan dengan cepat tapi dengan pengalaman yang masih kurang. Karena kegagalannya orang tersebut menjadi kacau dan sangat kesal dengan keadaannya.

     

     

     

    Analisis :

    Karena batang kayu yang digunakan untuk menggali patah, merekapun mencari – cari cara yang lain.

    Argumen :

    Mereka membuang batang kayu yang patah, peneliti mengartikan hal tersebut sebagai seorang yang membuang pengalaman yang buruk. Mereka terlihat sedang mencari – cari cara lain, artinya seseorang yang mencari – cari pengalaman yang baru.

    Kesimpulan :

    Seseorang yang membuang pengalaman yang buruk kemudian mencari pengalaman yang baru.

    SHOT 3 :

    Analisis :

    Mereka menemukan sebuah kran.

    Argumen :

    Mereka menemukan kran, peneliti mereprentasikan hal tersebut sebagai seseorang yang menemukan sebuah harapan dan pengalaman yang baru. Kran yang tegak, bercahaya dan berwarna emas diartikan bahwa sebuah kesempatan emas, harapan, dan pengalaman yang kuat.

    Kesimpulan :

    Seseorang yang mendapatkan sebuah harapan, kesempatan emas, dan pengalaman yang lebih kuat untuk memenuhi keinginannya tersebut.

     

    SHOT 4 :

     

     

    Analisis :

    Sebuah kran yang terlihat berdiri kokoh.

    Argumen :

    Kran yang bercahaya, bewarna emas, dan terlihat sangat kokok diartikan oleh peneliti sebagai harapan dan kesempatan emas.

    Kesimpulan :

    Sebuah kesempatan emas yang sangat dibutuhkan saat ini juga.

    SHOT 5 SHOT 2 :

    Analisis :

    Merekapun menghampiri kran yang mereka temukan namun ketika dihampiri kran tersebut mereka bukannya menggunakan semestinya kran tersebut malah mencabutnya.

    Argumen :

    Menghampiri kran, peneliti merepresentasikan hal tersebut sebagai seorang yang mengambil / menerima kesempatan emas tersebut. Mencabut kran artinya orang yang mengapresiasikan kesepatan emas tersebut dengan cara yang salah.

     

    Analisis :

    Mereka melanjutkan menggali dengan menggunakan kran yang mereka cabut. Tanpa sadar diarea tempat dimana mereka mencabut kran tersebut keluar air.

    Argumen :

    Melanjutkan menggali menggunakan kran, peneliti merepresentasikan hal tersebut sebagai orang yang tanpa sadar menggunakan kesempatan yang tidak digunakan secara maksimal,  Keluar air dari kran yang telah dicabut artinya kesempatan yang terlewatkan.

    Kesimpulan :

    Seorang yang menggunakan kesempatan emas tidak secara maksimal.

     

     

    BAB IV
    ANALISIS FRAMING

     

    Analisis framing dikembangkan terutama oleh William A. Gamson. Gamson melihat wacana media massa (khususnya berita) terdiri dari sejumlah kemasan (package) melalui mana konstruksi atas suatu peristiwa dibentuk. Framing dipandang mampu menempatkan informasi dalam konteks yang khas sehingga isu yang disajikan mampu di alokasikan lebih besar dengan isu yang lain. Menurut Robert Etman Proses seleksi di berbagai aspek realitas sehingga aspek tertentu dari peristiwa itu lebih menonjol dibandingkan aspek lainnya. Ia juga menyatakan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga tertentu mendapatkan alokasi lebih besar dari pada sisi lainnya.  Iklan lemon thirsty ini menceritakan dua orang warga Afrika yang sedang menggali tanah yang berharap ada air yang akan keluar. Namun batang kayu yang diguakan patah sehingga mereka putus asa kemudian salah satu dari mereka aling menberikan semangat, saat itu juga salah satu dari mereka melihat ada kran dibelakang kemudian meraka menghampirinya. Penonton mengira mereka akan mendapatkan air dari kran tersebut namun yang terjadi dilain akan fikir penonton. Kran tersebut ternyata meraka cabut dan di jadikan batang kayu untuk menggali tanah yang sebelumnya sudah meraka gali, dan munculah produk iklan dan dengan tag line thirsty? Lemon, lemon, lemon. Yang dipublikasikan pada tahun 2 Mei 2013.

     

     

     

    Ada dua aspek dalam framing yaitu:

    • Memiliki fakta

    Gambar 1. Screenshoot grafik tingkat panas

    Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37919362

     

    Wilayah Tanduk Afrika pada bulan Maret hingga Mei tahun ini diramalkan memiliki intensitas di bawah normal. Menurut siaran pers lembaga PBB yang menangani strategi pengurangan bencana, UN International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) kemarin (Rabu, 29 Februari 2012), kondisi tersebut akan memperparah kekeringan yang sudah menghantui wilayah ini. Kekeringan yang melanda Afrika sehingga mengalami gagal panen.

     

    • Menuliskan fakta

     

    Data baru yang dirilis oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa selama lima tahun yaitu 2011-2015 adalah tahun-tahun terpanas sepanjang catatan sejarah. Laporan yang dipublikasikan pada pertemuan iklim global di Maroko itu menguatkan hubungan antara aktivitas manusia terhadap kenaikan suhu Bumi.

    Pada dasarnya pembuat iklan lemon ini ingin menyampaikan keingan seseorang yang merasa kehausan serta terkena terik matahari dengan begitu mampu membuat seorang merasa kehausan. Dibantu dengan latar belakang lokasi di gurun Afrika yang gersang dan tandus dan di tampilkan suku asli dari Afrikan untuk mempertegas iklan yang disampaikan kepada konsumen. Dengan pengemasan iklan yang lucu dan menarik diharapkan mampu menarik konsumen untuk membeli minuman kemasan tersebut.

     

     Asumsi Dasar Dari Iklan Lemon Ini, 

    Subjek yang ada di iklan lemon tersebut mengambil keputusan secara sadar pada iklan lemon.

     

    Gambar. Screenshoot sedang menggali tanah yang tandus

    Sumber : http://thirstydrinks.com/

     

     

    Pada Screenshoot pada bagian iklan yang disajikan, dua orang tersebut sangat sadar melakukan tindakan yang saat itu dilakukan, dan Ditunjukan dengan menggali tanah yang tandus dan gersang. Dan sudah di ketahui bahwa tingkat sumber air yang ada di gurun sangat rendah kemungkinan munculnya sumber air sangatlah kecil. Berdasarkan fakta yang terjadi dan diteliti oleh WMO Afrika sedang mengalami krisi air dan dengan musim panas yang berkepajangan.

     

    Gambar. Screenshoot sedang melihat kran

    Sumber : http://thirstydrinks.com/

     

    Alat yang digunakan adalah kayu dan presntasi kayu di gurun juga rendah, sehingga ketika melihat kran seakan melihat batang kayu. Karena sebelumnya kayu yang digunakan untuk menggali patah karena tingkat tanah yang keras, serta kayu yang terlihat pada Screenshoot  sudah rapuh menandakan kalau kayu yang digunakan sudah lama didapatkannya.

    Gambar. Screenshoot sedang mencabut kran

    Sumber : http://thirstydrinks.com/

     

    Pada Screenshoot  terlihat sangat primitif sekali kran yang berfungsi sebagai pengalir air, justru mereka menganggap benda tersebut sebagai batang kayu. Benda yang sama, sebelum batang kayu yang digunakan patah. Setelah dicabut krannya meraka pakai untuk menggali sedangkan air yang mereka cari justru keluar dari kran yang mereka cabut. Mendengar air yang keluar mereka tidak menghiraukan justru tetap fokus menggali. Pada detik berikutnya munculah produk iklan yang ditawarkan kepada konsumen. Dan berharap dengan menampilkan iklan tersebut akan mampu menarik pelanggan yang membeli produk minimun tersebut. Iklan ini disajikan dengan lucu dan menarik sehingga mampu mengundang gelik tawa dari penonton. Serta penulis juga menyajikan Screenshoot  dari komentar yang ada. Video tersebut sudah ditonton hapir 1 juta penonton yang ada di youtube . beraneka ragam komentar yang dilontarkan oleh penonton. Dari mulai lucu hingga memuji pembuat iklan tersebut. Sehingga mampu menjadikan viral sebagai hiburan diantara masalah yang sedang terjadi di Benua Afrika. Terlihat jelas pada Screenshoot  iklan dan komentar pada gambar berikut :

     

     

     

    Gambar. Screenshoot sedang menggali tanah

    yang tandus dengan kran

    Sumber : http://thirstydrinks.com/

     

    Gambar. Screenshoot sedang menggali tanah

    yang tandus dengan kran serta muncul produk iklan

    Sumber : http://thirstydrinks.com/

     

    Gambar. Screenshoot komentar

    Sumber : http://thirstydrinks.com/ www.youtube.com

     

     

    Gambar. Screenshoot komentar

    Sumber : http://thirstydrinks.com/ www.youtube.com

     

     

     

    Tiga proses framing iklan  antara lain  sebagai berikut:

    1) Proses framing sebagai metode penyajian realitas

    2) Proses Framing sebagai bagian yang tidak terpisahkan oleh proses penyutingan

    3) Proses framing juga melibatkan para pekerja pers, tetapi menampilkan sisi  

        informasi yang ingin ditonjolkan, sambil menyembunyikan sisi

        lain.

     

    Isu yang sedang disajikan saat iklan ini pada waktu yang bersamaan saat  mempublikasikan yaitu sedang adanya masa pembebasan pejuang Afrika yang telah menolong rakyak Afrika dari penjajahan, perbudakan kolonialisme. Kwame Nkrumah adalah salah satu pejuang Afrikan yang membela rakyah Ghana artikel yang diterbitkan pada tanggal 5 Mei 2013.  11:43 WIB | Jumat, 31 Juli 2015

     

    Gambar. Wanita hamil di Pantai Gading

    Sumber : http://www.satuharapan.com/read-detail/read/benua-afrika-menjadi-be

     

    Tiga wanita hamil warga Pantai Gading, Afrika Barat, saat menerima konsultasi kehamilan di pusat kesehatan meski pun di tengah konflik yang terjadi di negara tersebut. Pada tahun 2015 negara Afrika sedang mengalami konflik berkepanjangan dan kelaparan. Pada tahun 2013 sama dengan iklan lemon yang telah di publikasikan ke rakyat Afrika sedang mengalami krisis ekonomi dan beberapa negara di Benua Afrika termasuk dalam negara termiskin di dunia berdasarkan pengamatan PBB. Kondisi sejumlah negara-negara di benua Afrika seperti Somalia, Kongo, dan juga lainnya saat dilanda konflik dan wabah kelaparan yang terekam dalam sebuah foto dari PBB.  Dalam laporan mereka tentang iklim global 2011-2015, WMO mengatakan bahwa suhu dunia adalah 0,57C di atas rata-rata jangka panjang, yang mereka definisikan sebagai antara tahun 1961 dan 1990. Periode lima tahun adalah periode terpanas untuk semua kecuali benua Afrika. Perubahan iklim bisa 'picu kerugian' hingga 13% PDB Indonesia. Data tersebut menyebutkan bahwa beberapa studi menemukan pembakaran bahan bakar fosil telah meningkatkan probabilitas panas yang ekstrem sebanyak 10 kali lipat atau lebih. Para penulis laporan mengatakan bahwa tahun 2016 kemungkinan akan memecahkan rekor tahun terpanas di Benua Afrika. Jadi analisis framing dipandang mampu menempatkan informasi dalam konteks yang khas sehingga isu yang disajikan mampu di alokasikan lebih besar dengan isu yang lain.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    KESIMPULAN

    Berbicara iklan menjadi pengolahan suatu kreatifitas dalam pengolahan ide, komunikasi dan seni. Suatu iklan yang mmiliki nilai estetika dan pesan moral yang akan disampaikan kepada penonton. Iklan yang kuat dan serbaguna dapat dikatakan ikaln tersebu memiliki kesuksesan untuk pembuat iklan. Salah satu yang peneliti dapat yaitu iklan lemon. Berdasarkam analisis dan kategorisasi yang telah di tentukan. Iklan lemon mampu dikategorikan iklan komersil, Iklan komersil bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Terdapat alur cerita yang diteliti melalui analisis semiotika dengan alur cerita yang membuat iklan lemon tersebut.  Mitos adalah Alur cerita yang menunjukkan keprimitivan mulai dari pakaian, keterbatasan pola pikir, keterbatasan teknologi, geografis, lingkungan, bahasa yang digunakan. Menurut peneliti iklan tersebut kurang adanya keterkaitan dimana produk tersebut ditawarkan untuk orang primitif yang serba keterbatasan.  Bahkan Mereka saja tidak mengetahui gemricik air masak mau diberi produk lemon tersebut ?  tentu mereka akan susah menerima produk tersebut karena merasa asing. Hubungan setting di iklan ini tepat sehingga memperkuat alur cerita dimana tempatnya berada di gurun pasir yang panas, tandus sehingga membuat haus dan susah mendapatkan air yang menunjang keterkaiatan konflik dalam alur cerita iklan tersebut. Buah leemon  diperbandingkan dengan “minuman lemon”, seolah-olah minuman lemon lebih dianjurkan dalam ikan tersebut. Prinsip of diference terjadi kesepakatan. Analisis wacana bisa diartikan sebagai satuan bahasa terlengkap dari pada fonem, morfem, kata, klausa, kalimat dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau tertulis ini dapat juga berupa tulisan, tetapi persyaratanya harus dalam satu rangkaian dan dibentuk oleh lebih dari sebuah kalimat. Dalam iklan lemon – lemon tersebut menyajikan interpretasi yang sangat terbuka bagi khalayak. Makna iklan yang disajikan tidak memiliki ikatan – ikatan yang ideologis. Seseorang yang bersemangat dalam mencari kebutuhan (pekerjaan), mulai dari nol/awal. Dia optimis bahwa dengan pengalaman yang dia bawa dan apa yang dilakukannya akan meraih kesuksesan. Namun tidak mampu menggunakan kesempatan emas dengan secara maksimal. Aspek realitas sehingga aspek tertentu dari peristiwa itu lebih menonjol dibandingkan aspek lainnya. Iklan lemon thirsty ini menceritakan duan orang warga Afrika yang sedang menggali tahah yang berharap ada air yang akan keluar. Namun ada aspek framing, Framing dipandang mampu menempatkan informasi dalam konteks yang khas sehingga isu yang disajikan mampu di alokasikan lebih besar dengan isu yang lain. Iklan yang disajikan pembuat sadar akan alur cerita iklan untuk menarik penonton. Namun iklan yang dikemas ini mampu membuat penonton terhibur dengan sajian yang kreatif serta lucu. Terkait iklan tersebut yang beredar di negara yang sama yaitu Benua Afrika tidak lekang dengan adanya pembahasan yang sangat serius dari Benua Afrika. Karena saat itu sedang terjadi krisis ekonomi dan kemarau yang berkepanjangan sehingga Benua Afrika untuk 2011-2016 mengalami kegagalan panen dan kekuranagn air karena tanah yang tandus dan gersang. Analisis framing mampu menempatkan informasi iklan yang disampaikan kepada konsumen/penonton dan sajian iklan tersebut. Serta Benua Afrika dalam pemberitaan WHO/ PBB sedang berlangsung isu yang lain di Benua Afrika. 

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    SKRIPSI

    Nazoeaggi, Tano. 2011.  ANALISIS ISI PESAN KREATIF IKLAN MEDIA CETAK PERAIH MEDALI EMAS PENGHARGAAN BULANAN DALAM FORUM http://www.adsoftheword.com Periode oktober 2008 Hingga Maret 2011. Yogyakarta : Universitas Pembangunan Nusantara “Veteran”.

    Gema Mawardi, PEMBINGKAIAN BERITA MEDIA ONLINE,  Terbit 6 Januari 2012, diakses 4 Desember 2016 pukul 18.44 WIB. lib.ui.ac.id/file?file=digital/20290965-S-Gema%20Mawardi.pdf

     

    Muhammad Rifat Syauqi, ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN SATU TAHUN PEMERINTAHAN SBY BUDIONO DIHARIAN MEDIA INDONESIA, Terbit 29 Juli 21, Diakses 4 Desember 2016 Pukul 18.46 WIB.repository.uinjkt.ac.id/dspace/.../MUHAMMAD%20RIFAT%20SYAUQI-FDK.PDF

     

    Meydita Simbolon, KONTRUKSI BERITA DALAM MEDIA MASSA,  Terbit 26 Januari 2013, Diakses 4 Desember 2016 Pukul 18.44 WIB. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37526/6/Cover.pdf

     

    JURNAL

    Utari prahastiwi dan galuh anindita, BUDAYA JAWA DALAM IKLAN (Studi Analisis Wacana Penggunaan Budaya Jawa dalam Iklan Tematik Djarum 76 Versi “Jin” diakses tgl 12 / 4 / 2016.

    Andri Wicaksono, ANALISIS WACANA KRITIS IKLAN ROKOK SAMPOERNA MILD EDISI “TANYA KENAPA?” diakses tgl 12 / 6 /2016.

     

    ARTIKEL DAN INTERNET

    Yuris, Andre. 2009. Berkenalan dengan Analisis Isi. https://andreyuris.wordpress.com/2009/09/02/analisisisicontentanalysis/ .Diakses pada hari minggu, 4 Desember 2016, pukul 19.00 WIB

    Saksomo, Wurianto. 2013. Teori Penelitian Analisis Isi. http://wuriantos.blogspot.co.id/2013/04/teori-penelitian-analisis-isi.html#.WEQavrKTDc . diakses pada hari Minggu, 4 Desember 2016, pukul 19.15 WIB.

    digilib.uinsby.ac.id/8145/5/bab%202.pdf,  diakses 5 Desember 2016 pukul 20.01 WIB.

    http://dpn-srmi.blogspot.co.id/2013/04/5-pejuang-pembebasan-dari-be,   diakses 5 Desember 2016 pukul 20.01 WIB.

     

    http://www.satuharapan.com/read-detail/read/benua-afrika-menjadi-be , diakses 5 Desember 2016 pukul 20.03 WIB.

     

    http://berita.baca.co.id/6051717?origin=relative&pageId=c101cc4c-88.  diakses 5 Desember 2016 pukul 20.04 WIB.

     

    http://marsetyo.blogspot.co.id/2014/02/iklan-terlucu-thirsty-lemon-le... diakses 5 Desember 2016 pukul 20.05 WIB.

     

    http://www.hijauku.com/2012/03/01/kekeringan-di-musim-hujan-landa-tanduk-

                  afrika/ diakses 5 Desember 2016 pukul 20.05 WIB.

     

    http://jateng.tribunnews.com/2016/09/19/kekeringan-menjadi-kuda-nil, diakses 5 Desember 2016 pukul 20.05 WIB.

     

    marsetyo.blogspot.com/2014/02/iklan-terlucu-thirsty-lemon-lemon-lemon.html,diakses 5 Desember 2016 pukul 20.06 WIB.

     

    Iklan Lawak Air Di Padang Pasir

    http://www.iklanlink.com, diakses 5 Desember 2016 pukul 20.06 WIB.

    http://thirstydrinks.com/, diakses 5 Desember 2016 pukul 20.07 WIB.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.