[Terjemahan] Puisi St. Theresse of Lisieux - Fiksi - www.indonesiana.id
x

St. Theresse of Lisieux, orang kudus Katolik, satu dari empat orang Kudus perempuan yang dinobatkan doktor gereja.

Fransiska Eka

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Sabtu, 13 November 2021 13:07 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • [Terjemahan] Puisi St. Theresse of Lisieux

    St. Theresse of Lisieux adalah salah seorang Santa dalam gereja Katolik, satu dari empat perempuan Kudus yang dino dinobatkan sebagai doktor gereja. Ia menulis autobiografi (Story of A Soul), puisi, dan naskah drama.

    Dibaca : 473 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Teruntuk Hati Terkudus Yesus ; 

    Di sekitar makam, jelang terbitnya Sang Surya, Maria Magdalena meratap--- Tak ada sesuatu yang dapat mengisi hampa yang ada, setelah IA pergi. Tak seorangpun dapat menenangkan duka yang nyala membara. Tidak juga kalian, malaikat agung utusan surga! Bisa menghiburnya, di hari yang melelahkan itu. Raja yang terkubur sendirian ; IA yang ingin dia temukan, ingin dia rengkuh tubuhNya yang tanpa nyawa, pergi sejauh mungkin. 

    Hanya dia yang masih ada, di sekitar makam, di sanalah dia berada sebelum terbit Sang Surya ; di sanalah juga, Sang Penebus, datang padanya--- 

    Karena cinta, IA tak mungkin tidak dikenalinya!

    IA tampakkan wajahNYA yang kudus, kata terbit dari jantung-hatiNYA ; 

    Maria!

    Dia kenali suaraNYA, dia tahu Rahmat dalam panggilan itu. SuaraNYA membawa damai sempurna yang dia agungkan dalam hatinya. 

    Suatu hari nanti, Tuhan-ku! Aku juga, seperti Maria Magdalena, ingin menemukan-MU, mendekat pada-MU. Lebih dari keluasan bumi dan keleluasaannya, kuarahkan pandanganku pada Sang Pemilik dan Sang Raja, meski kusaksikan bunga-bunga bermekaran dalam keindahan, di bawah pepohonan menghijau dan langit biru, aku meratap ;

    Oh, alam yang cemerlang! Kau adalah pekuburan luas, jika wajah Tuhan tak tampak dalam tatapku yang merindu.

    Hati yang kubutuhkan, untuk menenangkan dan memberkatiku, penopang kekal, yang mencintaiku sepenuhnya dalam kelemahanku, tak pernah meninggalkanku siang maupun malam. Tak ada yang dapat mencintaiku dengan sungguh, Yang Kekal ; Tuhan menjadi manusia---

    IA, hanya IA, yang mampu memahami tangisku. 

    Engkau mengerti segala yang kubutuhkan, oh Tuhan! Engkau datang dari Surga untuk memenangkan hatiku. Darah-MU tercurah bagiku, oh Raja yang Terpuji! Altar kami adalah kediaman-MU ; Jika aku tak dapat menyimpan wajahMU, atau mendengarkan suaraMU, aku masih bisa menghidupi tiap peristiwa, oleh karena rahmatMU, dan dalam HatiMu yang Terkudus, aku bisa bersorak-sorai.

    Oh, Hati Terkudus Yesus, sumber kekayaan kelembutan, Engkau adalah sukacitaku, di dalam Engkau aku berlindung, Engkau yang memikatku sejak masa mudaku, tinggal-lah sertaku hingga senja terakhir! Kuserahkan padaMU segala yang kumiliki, Engkau yang mengenali segala hasratku yang tersembunyi. 

    Siapa yang kehilangan nyawanya, akan diselamatkan ; ijinkan aku lenyap di dalam Engkau. 

    Aku tahu, segala kebaikanku tak punya nilai, denyut jantungku yang mesti berasal dari Engkau, agar berharga segala pengorbanan. Para malaikatmu tanpa cela, hukum-Mu sempurna ; Yesus-ku, aku tak takut dan gentar, bagiku hatiMU telah terkoyak-koyak di Kalvari. 

    Aku tahu, untuk memandang kemuliaan wajah-MU, jiwa mesti melewati api. Aku memilih dunia ini sebagai tempat penyucianku, nyala cinta Hati TerkudusMu 

    Sehingga, ketika kematian memanggil, jiwaku yang terasing menjawab dengan tangisan cinta sempurna ; mengangkasa ke Surga, tanah airnya 

    menggapai rumah, tanpa berlambat. 

    (Oktober, 1895)

    Ikuti tulisan menarik Fransiska Eka lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.