Tak Dapat Kusembunyikan Wajah Tua Ku - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi wajah wanita

Anna Louisa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 November 2021

Kamis, 18 November 2021 07:12 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Tak Dapat Kusembunyikan Wajah Tua Ku

    Kisah perjalanan kehidupan seorang wanita karir yang sukses.

    Dibaca : 523 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tak bisa kusembunyikan wajah tua ku

    Penulis: Gabrielle Anna Louisa

    Aku berusia 20 tahun pada saat mulai memasuki dunia pekerjaan. Aku lulus dengan predikat Cumlaude dengan IPK 4.0, semua nilaiku A dan skripsiku mendapat A+. Banyak perusahaan yang meminangku untuk menjadi karyawannya. Apalagi kampusku merupakan kampus ternama dan bekerja dengan perusahaan-perusahaan bintang 5. Tidak heran jika setiap mereka membutuhkan karyawan pasti akan meminta daftar mahasiswa lulusan terbaik yang akan wisuda dan siap untuk dipinang menjadi karyawannya.

    Dengan segala prestasi, predikat, dan semua kemampuan yang aku miliki aku tidak perlu membuang uang, waktu, tenaga, buat melamar pekerjaanku. Terlebih aku ini cantik! Tidak lupa juga plusnya aku masih jomblo.

    Jomblo, cerdas, prestasi segudang, cantik, tinggi semampai, menjadi bonus dari Tuhan untuk aku dengan melesat mendapatkan apa yang aku mau. Tidak perlu 1 tahun bagiku untuk duduk diposisi istimewa dan langsung berinteraksi secara langsung dengan pemilik perusahaan. Jika orang melihat ku sekilas, orang menganggap aku ini cantik sempurna dengan aura dan senyum yang lemah lembut, anggun, romantis, elegan.

    Itu pendapat orang yang hanya berpapasan dan melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki saja.

    Memangnya dia siapa?

    Belum tahu saja dia.

    Kurang lebih seperti itu bagi penggumam yang sudah mengenal aku minimal 3X24 jam. Aku merupakan perempuan yang idealis, mandiri, tegar, kuat, mental baja, tahan banting, keras kepala terhadap prinsipku, tegas, tidak pernah mengenal kompromi, dan selalu berani bilang "tidak" jika tidak sesuai dengan prinsip ku, pola pikir ku, serta semua yang bersifat pelanggaran. Tak jarang pula aku bisa bersikap kasar bagi sebagian orang yang tidak lagi bisa bersikap profesional dan menghargai segala sesuatu, entah itu dirinya, orang lain, pekerjaannya, profesinya, dan banyak hal tentunya.

    Usia muda tidak menghalangiku untuk berdedikasi dan berkontribusi ditempat kerjaku saat ini maupun terhadap wirausahaku sendiri.

    Ya, aku memiliki wirausaha sendiri.

    Sudah 6 wirausaha yang kumiliki dan kurintis sejak aku duduk dibangku SMA.

    Mulai dari bidang usaha kuliner, perhotelan, hingga butik perlengkapan pria dan wanita.

    Semua tidak terlepas dari dukungan orang tua dan saudara-saudaraku.

    Aku anak pertama dari 3 bersaudara,

    Adik ku yang pertama masih kuliah fakultas kedokteran semester 5, sedangkan adik ku yang ke dua masih duduk dibangku SMA kelas 3, sebentar lagi masuk perguruan tinggi.

    Tetapi adikku masih bingung hendak mengambil jurusan apa.

    Meskipun semua bagiku, tetap saja proses demi proses harus ku lewati, sama seperti orang-orang pada umumnya.

    Hari ini adalah hari pertama aku duduk dikursi istimewa sebagai seorang Direktur, setelah 1 tahun menjabat posisi sebagai Manager.

    Cerdas, ulet, gigih, tangguh, idealis, tegas, wibawa, pandai bicara, membawaku menjadi sosok yang disegani dan dihormati.

    Bahkan jajaran komisaris terlebih pemilik perusahaan saham terbesar, jika bertemu denganku membungkukan badan.

    Sebagai aku, siapa sih yang tidak bangga diusia muda nyaris sempurna?

    Gaji mapan, fasilitas rumah mewah, kendaraan mewah, dan masih banyak lagi segudang kemakmuran yang dapat aku peroleh sangat membuatku bahagia diatas awan-awan.

    Sungguh tidak pernah aku bermimpi hidupku bakal sebahagia ini.

    Apa yang aku peroleh ini tidak terlepas dari pertolongan Tuhan, doa dan didikan orang tua ku, dan yang pastinya adalah kerja keras ku dong.

     

    Duduk dikursi Direktur bukan hal yang mudah, aku harus bertanggung jawab lebih pada perusahaan tempat dimana aku bekerja.

    Tidak hanya itu saja aku juga harus berkontribusi lebih baik lagi terhadap perusahaan yang telah mempercayakan banyak hal kepadaku.

    Seiring waktu berjalan tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, mungkin terlalu padatnya aktifitasku sehingga waktu benar-benar tidak terasa berlalu dengan cepat.

    Hari ini aku sangat lelah dan pulang lebih awal. Selama bekerja dalam setahun aku nyaris tidak pernah absen bekerja, meski aku punya hak cuti namun aku memilih tetap bekerja.

    Tetapi hari ini tubuhku terasa tidak sanggup lagi menahan rasa lelah.

    Daripada jatuh sakit lebih baik aku pulang lebih awal dan beristirahat sehingga besok bisa tetap bekerja seperti biasanya.

    Sesampai halaman rumah, kuparkir mobil dan disambut hujan rintik-rintik (gerimis) menambah syahdu halaman rumahku dan sejuk.

    Segera ku buka pintu rumah....

    Aku tinggal dirumah inventaris dari perusahaan seorang diri, orang tua dan saudaraku tinggal dirumah orang tua ku.

    Mereka lebih nyaman tinggal dirumah milik sendiri.

    Dan akupun tinggal seorang diri dirumah mewah super besar ini.

    Untuk merawat dan membersihkan rumah sebesar ini aku menggunakan jasa panggilan servis membersihkan rumah setiap seminggu sekali.

    Sebelum istirahat akupun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

    Air hangat menjadi pilihanku manakala kondisi sedang tidak sehat dan lelah.

    Saat mandi, tiba-tiba listrik padam, terpaksa aku buru-buru menyelesaikan mandiku.

    Keluar dari kamar mandi aku dikejutkan oleh teriakan suara perempuan dari lantai dasar tepatnya ruang tamu.

    Tidak lupa membawa senter, akupun bergegas aku turun kebawah untuk segera mengetahui apa yang terjadi, dan tiba-tiba disuasana listrik padam terdengar teriakan "surprise" dan pelukan seseorang serta gemuruh riuhnya tepuk tangan serta nyanyian happy birthday, dan seketika listrikpun kembali menyala.

    Sungguh alangkah terkejutnya aku dibuat,

    Terlihat olehku ada keluargaku, teman dan sahabatku, ada semua rekan kerja dan kolegaku, dan tidak ketinggalan bos ku.

    Rupanya ada uang merencanakan ini semua, tetapi aku masih bingung siapa yang sempat-sempatnya mengingat dan mengurus ini semua, sedangkan aku sendiri tidak ingat sekarang hari apa, tanggal berapa, apalagi ulang tahunku.

    Yang punya idepun muncul dihadapanku untuk memberitahu bahwa dia yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman kerjaku disuruh bos ku karena dia adalah sekretaris bos ku.

    Kebahagian ini janganlah cepat berlalu, batinku.

    Kurayakan ulang tahun ku yang ke-47 tahun dengan kondisi aku masih seorang diri.

    Tidak terasa hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sampai tiba dipenghujung usia ku yang ke-47 tahun.

    Seperti biasa selalu saja orang menanyakan, "sudah punya pacar ?", "kapan menikah ?"

    Sudah banyak para pria yang mencoba menghampri aku dan mencoba mengenal lebih akan kepribadianku dan kehidupanku.

    Tetapi aku sama sekali tidak tertarik dan tidak ada waktu untuk memikirkan pacar apalagi menikah.

    Aku lebih bahagia dengan kesendirianku dan nyaman dengan pekerjaanku.

    Bukan karena aku tidak suka pria,  tetapi memang aku lebih mencintai pekerjaan dan kehidupan ku saat ini.

    Sudah terlalu banyak aku mengecawakan banyak pria yang mencoba melamarku.

    Pasca pesta ulang tahun ku ke-47 tahun,  aku seringkali merenung.

    Rasa kesepian mulai merasuki hati dan pikiranku.

    Seperti ada yang kurang dari hidupku....

    Baru kusadari betapa egoisnya aku terhadap diriku sendiri sampai kebablas umur tidak punya pasangan hidup dan keinginan untuk punya anak.

    Apa gunanya kesuksesan ku dan harta benda ku jika aku tidak punya garis keturunan untuk aku warisi kesuksesan dan harta benda ku ?

    Pikiran kalut dan perasaan panik mulai menghantui ku.

    Aku tahu aku salah, aku terlambat, aku bodoh !

    Aku beranjak dari kursi dan bercermin, meski aku perawatan wajah dan tubuh dengan biaya yang fantastis mahal, apa yang menjadi ciptaan Tuhan tidak bisa terhindari.

    Tetap saja guratan guratan halus kulit serta efek tua di wajah dan tubuh tersirat dengan jelas.

    Aku tidak lagi muda seperti dulu !

    Aku sudah tua !

    Tidak hanya wajah yang mengisyaratkan bahwa aku sudah tua, tetapi tubuh yang semakin mudah lelah semakin menegaskan bagaimana kondisiku sekarang.

    Sungguh kusadari akan terasa sulit mencari pasangan hidup yang tulus diusia ku yang tidak muda lagi.

    Aku mencoba tetap antusias dengan berpikir positif, meskipun tidak dapat kusembunyikan wajah tua ku ini......

    Masih ada Tuhan yang akan menunjukan jalanNya untuk membawaku kepada pasanganku jika memang itu jodoh yang Tuhan beri.

    Suatu hari aku pergi ke tempat perbelanjaan.

    Selesai belanja aku menuju parkiran mobil, tetapi kulihat tidak ada juru parkirnya, akhirnya aku masuk mobil dan mulai aku kemudikan.

    Tiba-tiba seseorang mencoba menghentikan mobilku, kupikir ini mungkin juru parkirnya.

    Aku segera mengambil uang di dompet untuk membayar parkir.

    Pada saat kubuka kaca jendela mobil dan kuberikan uang parkir, aku teriak histeris kesakitan karena tanganku digores dengan silet hingga berdarah, goresan lumayan dalam dan panjang.

    Orang ini pun membuka paksa mobilku dan menarik tanganku yang terluka serta menyeret aku hingga keluar dari mobil dan jatuh terpelungkup.

    Terdengar suara kaki melangkah ke arahku, dan langsung menyerang juru parkir palsu yang ternyata penjahat.

    Pria tak dikenal ini pun langsung menghajar, beradu hantam dengan penjahat yang telah menyerangku.

    Penjahat berhasil dilumpuhkan hingga babak belur oleh pria tersebut.

    Setelah melumpuhkan penjahat itu, dia menolongku dan membawaku ke rumah sakit dan membawa mobil ke bengkel, serta menyerahkan penjahat ke kantor polisi.

    Pandu adalah nama pria itu....

    Yaaa, Pandu Argantara namanya.

    Pandu malaikat penolongku,

    Pandu tidak saja menjadi malaikat penyelamat dari penjahat yang telah menyerangku, tetapi Pandu lebih dari itu, dia penyelamat hidupku, masa depanku, dan hari tuaku.

    Aku bersyukur memiliki Pandu sebagai pasangan hidupku, dipertemukan Tuhan disaat tidak dapat kusembunyikan wajah tua ku ini.

    Namun, tidak masalah bagi Pandu, yang penting kami dapat mempertahankan untuk saling mencintai, saling menghormati, saling menghargai, dan saling terbuka satu dengan yang lain.

    Kini usia ku telah menginjak 65 tahun, telah menikah dan memiliki 2 anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan.

    Hidupku bahagia dan berwarna.

    Hidup tidak selalu yang kita mau, tetapi jika kita menyerahkan kepada Tuhan, pasti yang terbaik yang akan Tuhan sediakan menurut waktuNya.

    Ikuti tulisan menarik Anna Louisa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Arif Munandar Prayitno

    13 jam lalu

    Senja

    Dibaca : 86 kali


    Oleh: Farhanaang__

    13 jam lalu

    Cikepuh

    Dibaca : 135 kali