Tragedi Kesucian Nia - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Sri Nurkhodijah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 November 2021

Jumat, 19 November 2021 06:28 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Tragedi Kesucian Nia

    Titik awal dari kisah ini adalah menceritakan tentang masa pubertas yang dialami Nia dan teman putih abu-abunya di kelas. Dari obrolan yang semula dianggap konyol dan tabu Nia menemukan hikmah yang luar biasa. Nia bisa lepas dari cengkraman sosok laki-laki bertubuh kekar yang akan merenggut kesuciannya

    Dibaca : 350 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Kisah ini bermula dari seorang Gadis Putih Abu yang berambut lurus dan berkulit putih... Dia sosok gadis yang periang dan berwajah imut namun sedikit pemalu.  Dengan segala perangai yang dimilikinya itu membuat teman sepermainannya betah berlama-lama bercanda ataupun bercerita dengannya. Tak aneh pula manakala ada sesuatu yang terseru dan viral baik dari update di sekolah ataupun di medsos mereka teman baiknya berbagi info.

    Nia!!Salah satu sahabat memanggilnya. Sebut saja Wiwin.

    "Nia...sini! Wiwin memanggil untuk kesekian kalinya. Nia tak fokus dengan panggilan sahabatnya itu. Nia sedang asyik membaca salah satu artikel yang didapatnya dari perpustakaan sekolah.

    Karena sudah berkali-kali tak juga mendekat ahirnya sahabat tersebut mendekati Nia.  

    "Woooy....fokus amat sih baca buku. Tumben! Sahutnya sembari melirik kearah buku yang Nia baca.

    Hayooo...buku apa yang kamu baca!! Tegur Wiwin sembari melirik ke arah buku yang dipegang Nia. Nia hanya senyum simpul  sembari menutup buku kecilnya itu dan menyambut kedatangan sahabatnya tadi.

    Ada apa sih Wiiin.... ada apa sayaaang?? tanya lembut Nia kepada sahabatnya tersebut.

    Enggak!…kamu baca apa!! Sampai ga denger panggilanku! protes wiwin penasaran.

    Nia sebagai sosok periang dan baik hati itu langsung menjawab dengan senyuman yang riang.

    Hehehe....denger sayaaang...maaf yaaa' sahut Nia sambil menatap wajah Wiwin. Hmmm...siniii aku kasih tahu apa yang membuatku ga fokus pada panggilanmu tadi! Aku tadi nemu buku ini niii...sambil menunjukkan buku kecil itu pada Wiwin. Wiwin spontan bertanya balik dengan perasaan penasaran!.

     Emang buku apaan sih. Gumam Wiwin penasaran.

      Ssst niii..aku baca ini. " ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan"!! Tegas Nia sambil menunjukkan judul besar pada buku tersebut.

    Aih aiiih…. itu aja kok sampe serius, dikira kamu baca buku horor kek ato tentang novel percintaan kek! tahunya kamu cuma baca beginian! Tegas Wiwin sambil menghela nafasnya seolah sudah tahu tentang pubertas.

     Ada yang aneh tahuuu? Sanggah Nia tegas

    Oya?? Apanya yang aneh?? Tanya wiwin sambil senyum-senyum. Wiwin paham betul kalua sahabatnya itu lughu dan polos.

    Hemmm...itu tuuu...si cowok itu kalo dia puber itu punyanya membesar dan juga mimpi basah! Apa ya yang dimaksud mimpi basah?! Tanya Nia penasaran.

    Hohoho....rupanya sahabatku yang satu ini lage penasaran dengan masa pubernya cowok ya. Ledek Wiwin dengan suara besar yang dibuatnya.

    "NNT aku panggil si Iis ya!!  Iiiis...iiis...sini Isss... Panggil Wiwin pada Si Iis. 

    Dasar kamu wiiin! Ujar Nia setengah sewot.

    Mana bisa si Iis menerangkan. Gumam Nia sambil sedikit kecewa.

    Sementara dari arah luar kelas terlihat Iis merespon panggilan Wiwin.

    Iya sayaaang….jawab Iis dengan riang

    Nia dan Wiwin ketawa ngakak bareng. Mereka berdua tertawa lepas setelah Iis yang dipanggil itu muncul.  Ga aneh sih karena si Iis itu bencong. Terkadang kehadirannya membuat cair suasana. Iis itu panggilan pendek teman sepermainan. Nama sebenarnya Iskandar.

    Yaaach...obrolan serius tentang pubertas dengan Wiwin berganti candaan karena tingkah si Iis yang menggelikan itu. Lenggang lenggok ya dia menjadi hiburan kawan-kawan satu kelas Nia. Apalagi kalau sudah ngobrol bikin heboh suasana. 

    Ada apa sayaang…ada apaaa...manggil-manggil akuh???Kangen yah! Sahut Iskandar sambil melambai-lambaikan tangannya.

    Iis langsung mendekati Nia dan Wiwin. Buku Nia yang sedang pegang ditariknya dan dibukalah tepat pada halaman yang Nia baca. Iskandar membacakan keras-keras di kelas dengan semangat... Hahaha... pengumuman pengumuman! Nia sedang baca ini ni temaaan ..."ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan"

    Baca Iis dengan keras. Nia langsung menjerit dan wajah memerah. Iiiiis...dasar bencoooong! Gerrrr...teman-teman Nia ketawa melihat perlakuannya itu. Gimana is cirinya?? Cletuk salah satu teman kelasnya. Hmmm...ciri-ciri pubertas pada laki-laki ialah Tumbuh rambut disekitar Penis dan mimpi basah" wooow....begitu yaaa ... Jawab Iis aneh seolah dia tak tahu dan belum memimpikannya.

     Hahahaha...tawa laki2 semua. Nia..Wiwin dan temen wanita Nia hanya senyum simpul sambil menahan rasa malu. Maklum obrolan itu agak tabu di mata cewek seumurannya. 

    Punyamu kecil ya is... cletuk salah satu teman cowo iskandar.

    ato ga punya yaaa? Kalo punya yuuuuks kita geledah!. Dan kita tarik ya!? Ujar teman teman Iis bergantian tanya.

    Sementara Eli salah seorang sahabat cewek Nia yang sedang bergerombol itu  berbisik dan  berkomentar serius. Ssssst...nih ya...kalo ada yang memperkosa kita tarik aja tuh si itunya laki-laki.

    Waaah bisa pingsan dooong .... Tanggap si Anita

    Masa sih win. Ucap Nia penuh tanya.

    Katanyaaa....ujar Anita sambil menyeringai.

     Sementara si Iis yang setengahjadi bahan ledekan cowok itu berseloroh  konyol dan menjawab ... Uwooow punyaku Gedhe tahuuuu...gerrrrr semua cewek cowok dibuatnya tertawa lepas.  Disaat keseruan itu tiba-tiba ada suara lantang tegas terdengar bijak!

    "Assalamu'alaikum.... Salam guru bidang study itu membuat suasana kelas yg riuh dengan gelak tawa tadi reda dan spontan mereka menjawab sambil masih menahan tawa dan senyum geli. Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokaatuh!

    Yess! Gumam Nia dalam hati. Tepat sekali ini pelajaran IPA ya. . Minggu lalu membahas tentang organ tubuh manusia dan alat  reproduksi. Kali ini menjelaskan tentang pubertas.

    Cocok sekali temanya dengan yang sedang dijadikan baha candaan. Nia dan kawan-kawannya mulai menyimak materi yang disampaikan Guru IPA

    Yap! Ahirnya Nia sedikit paham dengan ciri ciri pubertas. Bagaimana seorang wanita ketika sudah pubertas  dengan segala keunikan yang dimiliki seorang wanita.  Ada yang harus betul dia jaga. Yaitu kesucian..keperawanan. Karena itu harga diri seorang wanita. Tak boleh ada satu orangpun menyentuhnya apalagi merenggutnya.

    Soal pubertas memang tidak hanya pada perubahan fisik atau suara, tapi juga  persiapan mental dalam menghadapi masa pubertas.

     Yaa hari ini Nia mendapatkan ilmu yang sangat terrekam diingatan Nia.

    Sepulang sekolah Nia menjalankan aktivitas normal selayaknya gadis seumurnya hingga senja temaram menyelimuti.

    Malam itu kian gelap sepi... Diiringi gemericik hujan Nia belajar mempersiapkan PRnya.  Setelahnya seperti biasa Nia sebelum tidur selalu menata kamar tidurnya dengan serapih mungkin dan memastikan daun pintu dan jendela tertutup rapat dan aman. Tapi malam itu ada yang aneh dalam bathin Nia. Ketika menutup pintu kamar hatinya berkata...hmmm ini pintu haaarus kenceng dan kuat. Maklum selot pintunya sudah rusak. Nia ganjal dengan dua kursi yang disusun kemudian dipepetkan ke pintu dan memastikan bahwa pintu aman  dari siapapun terutama orang yang berniat jahat.

    Nia tidur dikamar sendiri tanpa ditemani siapapun. Dalam menjelang tidurnya tak seperti biasa Nia berdoa sampai meneteskan air mata. Nia meratapi nasib diri yang sebatang kara ditinggal kedua orang tua sedari kecil. Seolah wajah ibunda melayang hadir dipikiranannya.  Do'a-doa indah Nia pun dipanjatkan untuk ayah bundanya  dan berharap kelak berkumpul di SyurgaNya... Berpeluk mesra dengan kedua orang tuanya yang selama ini dia rindukan. "Ya Alloh....ampunilah dosanya...terangilah alam kuburnya...bahagiakanlah mereka disana...pertemukan kami di Syurgamu nanti. Aamiiin....'  Nia mengusap wajahnya mengahiri doanya.

     

    Rindu berat akan kehadiran sosok ibu dan ayah sering dia tepis.  Nia selalu menguatkan hatinya bahwa Alloh selalu memberinya kasih sayang pada Nia. Nia berusaha tegar sembari menghapus airmatanya yang sudah membasahi bantalnya. Nia bersyukur karena sedari kecil hingga dewasa dibesarkan dalam satu keluarga yang cukup membuat dia merasa bahagia meski tanpa kedua orang tua. Dan Nia beryakinan bahwa semua itu peran Yang Maha SegalaNya. Sambil terus berdzikir Nia ahirnya tertidur pulas.

     

    Entah dalam tidur Nia terselip mimpi apa. Tiba tiba Nia menjerit sekencang-kencangnya dengan mengucapkan satu kata yang berulang ulang. "Toloooong ..toloooong.. toloooong... jerit Nia hingga membangunkannya dari tidur pulasnya, Nia  sadar bahwa dia tidak mimpi. Nia betul-betul sedang menghadapi dunia nyata. Terus dia menjerit sekuat tenaga meminta pertolongan dengan harapan Nia selamat dari cekraman sosok hitam legam yang wajahnya ditutup oleh kain hitam bak ninja.

    Ditambah lagi saat terjaga kondisi kamar Nia gelap gulita. Nyala lampu listrik tak nampak. Sehingga membuat suasana semakin mencekam dan membuat hati Nia semakin bersusah payah meminta pertolongan dari masyarakat sekitar.

    Tolooong...toloooong.... jerit Nia kembali namun tak jua pertolongan itu datang untuknya. Nia semakin menjerit namun tak juga lepas dari  cengkraman  tangan kokoh yang berusaha menutup mulut Nia. Nia terus dan terus menjerit berusaha sekuat tenaga menahan cengkraman sosok hitam  itu. Nia tahu orang ini akan berbuat jahat...dia pasti akan memperkosanya.

     Ditengah teriakannya yang melengking itu terlintas dipikiran  Nia akan celotehan  teman-teman saat itu...jika ada yang memperkosanya tarik saja! Yap! Langsung tangan Nia yang satunya bergerilya menuju titik sasaran. Namun rupanya sosok hitam itu tahu kalau Nia akan balik mencekeram "Pisangnya". Belum juga tangan Nia kena pada titik sasaran...sosok itu langsung melepas cekeramannya yang kuat itu dan berlari dari tempat tidur Nia.

     Dengan sigap Nia turut bangkit dan terus menjerit minta tolong dan mengucap takbir "Allooohu Akbar"  Namun sekali lagi Nia didekap sosok itu. Dalam kondisi gelap tadi Nia bergulat selayaknya pegulat. Teriakan Nia kini diiringi tangis yang semakin melengking meminta pertolongan.

     Setelah bergulat yang kedua kalinya itu... baru Nia sedikit legha karena sosok tadi lari dan melompat jendela. Dengan hati penasaran Nia spontan mengikuti sosok hitam tadi ke jendela. Namun apa yang terjadi. Sosok tadi menutup jendela kembali. Dan tragisnya jari tangan Nia terjepit jendela tersebut.

     Aaaaaaaawww....aaawwwww toloooong...Tolooong...  teriakan Nia semakin menggemparkan masyarakat satu kampung. 

     Sosok hitam itu tak bodoh. Dalam sekejap dia melarikan diri agar selamat dari serbuan masyarakat.

    Nia langsung keluar kamar lewat pintu yang masih tertutup rapat itu. Nia tak menduga kalau malam itu ada kejadian yang luar biasa yang hampir merenggut kesuciannya.

    Malam itu penduduk satu kampung keluar rumah dan menuju sumber jeritan tadi. Namun apa daya pula masyarakat tak juga bisa menangkap sosok hitam tadi. Entah kabur kemana sosok tadi.

    Selepas lolos dari cengkraman sosok hitam tadi, Nia tak henti hentinya menangis sambil tubuhnya  gemetar dan memegang jarinya yang terluka membengkak karena jepitan daun jendela tadi.

    Warga sekampung pun ikut terjaga karena jeritan Nia. Mereka keluar rumah dan langsung menuju ke  rumah Nia.  Tetangga Nia terutama yang sesama wanita langsung mendekat dan mendekap Nia kemudian menangis bersama. Pastinya mereka merasakan sakitnya dan sedihnya akan kejadian yang dialami Nia.

    Dari kejadian malam itu Nia jadi bahan perbincangan. Pihak aparat Desa pun turun tangan mengusut siapakah sosok hitam kekar yang akan merenggut kesucian Nia. Namun Nia sebagai korban yang masih syok dan penuh ketakutan itu tak bisa memberi kesaksian kepada aparat.. Nia hanya bersyukur dan terus bersyukur.

    Dalam sujudnya NIa terus menangis  berurai air mata. Nia semakin merasakan kedekatannya pada illahi. Sungguh Alloh Maha Penolong .Maha Pengasih, Penyayang dan Maaaaha SegalaNya. Alhamdulillah yaa Robb…. Kau bangunkan aku saatku tidur pulas.  Kau beriku kekuatan tuk bisa melawan tubuh hitam kekar itu…dalam gelap nan mencekam  pun Kau beriku keteguhan hati tuk pantang menyerah terus berjibaku demi mempertahankan kesucianku.  Terima kasih yaa Robb… Tangis, doa dan syukur Nia terus mengalir.

    Saat tangis itu Nia pun teringat kembali bisikan sahabat-sahabat gadisnya tentang cara melepas diri dari perkosaan. Terima kasih sahabat….gumam Nia dalam hati sambil bangkit berdiri tegar menapaki kehidupan Nia yang suci”.  Ternyata ada hikmah atau pelajaran dari keseruan tentang Pubertas  yang tempo lalu dianggap celotehan yang konyol dan tabu justru menjadi sesuatu yang sangat bermakna pada malam tragedi kesucian Nia. 

     

      

     

    Ikuti tulisan menarik Sri Nurkhodijah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Arif Munandar Prayitno

    13 jam lalu

    Senja

    Dibaca : 87 kali


    Oleh: Farhanaang__

    13 jam lalu

    Cikepuh

    Dibaca : 136 kali