Mencapai Profil Pelajar Pancasila yang “Ramah” - Analisis - www.indonesiana.id
x

Internalisasikan dengan menumbuhkan rasa cinta dan rasa butuh terhadap nilai-\xd nilai kebaikan, melalui dimensi emosional, hati, atau jiwa.

Husni Malik

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

5 hari lalu

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mencapai Profil Pelajar Pancasila yang “Ramah”

    Untuk dapat memahami pembelajaran “TERPADU” dengan utuh, perlu diketahui terlebih dahulu tentang misi dan strategi yang dikembangkan Sekolah Islam Terpadu dalam mengelola pendidikannya. Misi dan tujuan utama pendirian Sekolah Islam Terpadu (SIT) adalah mewujudkan sekolah yang secara efektif mengembangkan proses pendidikan yang dapat menumbuhkembangkan potensi fitrah anak didik menuju visi pembentukan generasi yang taqwa dan berkarakter pemimpin. Tujuan pendidikan SIT adalah membentuk tujuh kompetensi kepada seluruh peserta didik, yaitu: 1) Memiliki Aqidah yang Lurus, 2) Melakukan Ibadah yang Benar, 3) Berkepribadian yang Matang dan Berakhlak Mulia, 4) Menjadi Pribadi yang Bersungguh-sungguh, Disiplin dan Mampu Menahan diri, 5) Memiliki Kemampuan Membaca, Menghafal, dan Memahami Al-Qur’an dengan Baik, 6) Memiliki Wawasan yang Luas dalam Bidang Keagamaan dan Penguasaan Akademik, dan 7) Memiliki Keterampilan Hidup (Life Skill). *Tim pengembang Konten Desain Pembelajaran Berbasis ADLX dengan Pendekatan TERPADU

    Dibaca : 493 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pendidikan karekater dengan pembinaannya yang terprogram, guru  sebagai motivator dan fasilitator penanaman karakter memerlukan inovasi dan pembiasaan dalam proses pembelajaran. Implementasi kurikulum 2013 mengembangkan Penguatan Pendidikan Karaketr (PPK), Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pembelajaran Abad 21 dan Berpikir Tingkat Tinggi melalui aspek keterampilan dan pengetahuan. Pendidikan karakter perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bersifat Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Dunia, Ukhrowi (TERPADU).. Pembentukan karakter Religius, Aktif, Mandiri, Alami, Ramah (RAMAH) melalui perangkat TERPADU menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Inovasi dimulai dengan menganalisis, mendesain, mengembangkan, mengimplementasi dan mengevaluasi Pembentukan nilai-nilai karakter dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam dunia pendidikan Indonesia sangatlah penting. Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013 merupakan harapan baru dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna atau proses pembelajaran sepanjang hayat, yang lebih mengedepankan keterampilan atau kreativitas siswa dengan harapan siswa mampu menghasilkan produk atau hasil belajar yang lebih optimal. Hal tersebut seiring dengan Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan Visi dan Maisi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2020 tentang Rencana Strategi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Tahun 2020 – 2024.

    Keterbatasan guru dalam mengelola pembelajaran diera sekarang harusnya sudah merubah paradigma, berusaha merancang pembelajaran abad 21 berorientasi pembentukan karakter Religius Aktif, Mandiri Alami Harmonis (RAMAH) sebagai perwujudan dari profil pelajar Pancasila memiliki kompetensi global dan berprilalaku sesusi dengan nilai-nilai Pancasila. Pendekatan TERPADU (Telaah Eksplorasi Rumuskan Aplikasikan Dunia Ukhrowi) yang bertujuan menyajikan interaksi yang menyeluruh terhadap siswa dan lingkungan sekitar mampu menyajikan secara syntak yang lengkap dan  mampu mengkondisikan suasana belajar yang keondusif  sebagai pembiasaan yang dapat membentuk 6 profil pelajar Pancasila. Proses belajar yang mengedepankan pembiasan literasi terhadap ayat-ayat Allah SWT (olah hati), senantiasa aktif dalam mengolah jasadnya (olah fisik) dan dapat mengalami secara langsung proses pembelajarannya secara harmonis sehingga terwujudkan komunikasi yang efektif diantara siswa dan sumber belajar. Siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab serta mampu mengoptimalkan hasil belajar dan kreativitas melalui karya yang lebih konkrit yang mampu bernalar kritris.

    Pengembangan pembelajaran abad 21 yang dilakukan berorientasi pembentukan karakter Religius, Aktif, Mandiri, Alami, Harmonis (RAMAH) melalui perangkat TERPADU (Telaah Eksplorasi Rumuskan Presentasikan Aplikasikan Dunia Ukhrawi) untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar. Secara intreaktif kolaboratif siswa dapat belajar dengan kinerja dan menghasilkan karya dari kreativitas bahan-bahan yang mudah didapatkan (barang bekas) untuk menghasilkan produk hasil belajar yang kreatif dan inovatif, tidak harus dari sesuatu yang malah dan mewah. Begitupuin dalam pemanfaatan IT dapat mengemasnya dalam sesuatu yang mudah dan sederhana tetapi siswa dapat belajar banyak hal.

    Pembelajaran yang terencana melalui perangkat pembelajarannya akan menentukan keberhasilan dalam proses KBM, sehingga dapat memandu jalanya proses untuk menentukan tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajarannya, Sekolah Islam Terpadu (SIT) menggunakan pendekatan TERPADU dengan karakterisitik sebagai berikut :

    1. Telaah artinya tadabur dan tafakur terhadap konsep-konsep kompetensi dasar yang akan dicapai dalam bentuk aktivitas untuk pembiasaan dan menghasilkan
    2. Eksplorasi artinya mencari informasi melalui sumber belajar (ilmu) dengan metode dan pendekatan pembelajaran yang diperolehnya dengan melakukan aktivitas
    3. Rumuskan artinya menyimpulkan hasil eksplorasi dengan berbagai bentuk penyajian
    4. Presentasikan artinya menyampaikan analisis dan penjelasan hasil eksplorasi dan rumusan
    5. Aplikasikan merealisasikan hasil pembelajaran yang diperoleh untuk mencari solusi dan menghubungkannya dengan ide yang sesuai
    6. Duniawi artinya menghubungan hasil pembelajaran dengan kehidupan dunia atau kehiduapn sari-hari
    7. Ukhrawi artinya pada proses KBM dilakukan dapat memberikan hasil pembelajaran untuk direalisasikan sebagai amal yang dapat mendekatkan diri pada Allah SWT. Muhab et.al.(2017 :

    Proses pembelajaran abad 21 melalui preangkat TERPADU berorientasi pembentukan karakter RAMAH diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan  hasil belajar siswa secara berkesinambungan, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut maupun pengayaan. Siswa dengan telaah terhadap ayat-ayat al-qur‟an sebagai pendekatan religius menjadi pembiasaan dalam proses pembelajaran, melalui telaah ayat sesuai tema yang disajikan. Pendidikan karakter di kelas harus dapat menarik perhatian siswa. Upaya yang dilakukan mensikapi hal tesebut adalah merancang sebuah pembelajaran abad 21 melalui perangkat TERPADU untuk membentuk karakter RAMAH yang mengkombinasikan metode, pendekatan, model, strategi, dan media pembelajaran untuk menghasilkan karya atau produk (kreativitas) inovasi siswa dan guru.

    Sebagai contoh pendekatan TERPADU yang berorientasi pembentukan karakter RAMAH melibatkan siswa secara langsung terhadap nilai ketaatan kepada Tuhan dan cinta budaya lingkungan dengan bercocok tanam, berinfaq untuk reboisasi, proses membeli bibit, kegiatan penghijauan taman kota dan penghijauan sekolah. Metode paktek lapangan ialah pendekatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk melatihkan pengetahuan dan keterampilannya. Peserta diajak dan dilatih untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolahnya. Keunggulan metode ini adalah pengalaman nyata diperoleh langsung dirasakan oleh peserta, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuanya. (Koesoem 2018 : 198)

     

    Proses KBM pada PTMT mengoptimalkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Pembelajaran Abad 21, HOTS dan Penguatan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Komponen tersebut diaplikasikan agar proses pembelajaran bermakna. Pemanfaatan IT (LCD, HP dan Laptop) oleh siswa kelas 6 dan guru SDIT Nur Hidayah menjadi media sarana yang digunakan pada PTMT Tema 2 “Persatuan dan Kesatuan”.

    Game bermain bintang A dan B mengawali literasi siswa, lewat tayangan video dan teks narasi proklamasi kemerdekaan, narasi yang tepat dipilih siswa bintang A atau bintang B yang diangkat untuk melatih bernalar kritis dan diakhir reward untuk membangkitkan semangat belajar siswa. Jejak-jejak sejarah kemerdekaan menguatkan kembali literasi siswa, menuliskan 6 jawaban pada jejak-jejak kaki, gambar-gambar tokoh dan peristiwa sejarah kemerdekan untuk menjadi karya dan tulisan dalam bentuk cerita 1 paragraf untuk melatih karekter mandiri dan kreatif. Menuliskan kalimat tanya dan mecari jawabannya pada tek yang tersedia pada 6 kertas, kemudian hasilnya ditempelkan pada kalender bekas dengan membentuk pola pikiran sesuai kreasinya untuk melatih karakter mandiri, kreatif, dan bernalar kriris.

    Pemananfaatan Laptop secara berkelompok oleh siswa menjelajah dan mencari informasi dari intrernet untuk membuat dan menkreasikan PTT tentang Adaptasi Makhluk Hidup dan Ciri khusus hewan dan tumbuhan, siswa menuliskan ide dan merancang desain PPT kemudian dipresentasikan untuk melatih bernalar kritis, bergotong royong dan kreatif.

    Pemanfataan Hand Phone untuk media belajar membuat video tentang “Naskah Teks  Proklamasi dan Memaknai Kemerdekaan” dibuat secara berpasangan, diunggah ke youtube kemudian dipublikasikan barcodenya agar guru atau orang tua dapat menyaksikan karya hasil kreativitas lewat barcode tersebut untuk melatih karakter bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.

    Bermain game “Pengamalan Sila-Sila dalam Pancasila” dan penguatan literasi melalui film pendek memaknai persatuan dan kesatuan serta sumber informasi teks non fiksi. Melatih siswa untuk mengugatan karakter berkhibinekaan global, mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong. Siswa menuliskan hasil pengamatanaya secara mandiri kemudian berdiskusi dilanjutkan memberi tangapan kemnudian mempresntasikan secara berpasangan. Karakter beriman bertaqwa dan berakhluk mulia ditanamkan dalam proses pembejaran secara tidak langusng dan memulai materi pembelajaran dengan kutipan ayat al-quran yang disesuaikan dengan kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran. 

     

    Praktek baik dalam pembelajaran perangkat TERPADU untuk membentuk karakter RAMAH berbasis TPACK pada siswa kelas 6, mengintegratifkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) dan PPKn pada tema  2 “Persatuan Dalam Perbedaan”. Mengawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, inilah secara detail prakter baik dalam pembelajaran pada PTMT Tema 2 Kelas 6 di SDIT Nur Hidayah Surakarta sebagai berikut :

    1. Pembentukan karater RAMAH melalui perangkat TERPADU pada Komptensi Dasar (KD) 4.1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

    Memulai apersepsi dengan diskusi melalui tanya jawab mamasuki alam takkambang siswa. Bertanya jawab dengan siswa dan memberi tanggapan dari apa yang mereka ketahui tentang apa yang kalian ketahui tentang penjajah ?, kapan dan mengapa Inodenisa dijajah ?, bagaimana perasan kalian jika dijajah ?. Hal tersebut tentunya suatu upaya untuk menggali informasi dan mengkondisikan siswa aktif menyampaikan pendapat..

    Bermain bintang “Jejak-jejak Sejarah Kemerdekaan” memberikan semangat belajar pada siswa, motivasi menjadi juara, dengan mengangkat bintang A atau bintang B sesuai teks yang benar. Yang berhasil menjawab benar 1 mendapat 10 point. Siswa yang berhasil mengumpulkan nilai terbanyak mendapatkan apresiasi atau pemenangnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi learning loss dan menumbuhkan semangat belajar siswa, mendekatkan kembali keharmonian guru dan siswa.

    Telaah dengan membiasakan berliterasi melalui tayangan video yang berasal dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=8uWVw_qpKVM, siswa mengamati dengan penuh antusias menyaksikan video tersebut, dilajutkan dengan memberikan tanggapan tentang video tersebut.

    Eksplorasi membaca narasi yang berjudul Proklamasi Kemerdekan Inodonesia, siswa berkreativitas membuat “Jejak-jejak Sejarah Kemerdekaan” digunakan untuk menyampaikan pesan secara tertulis tentang peristiwa Proklamsi Kemerdekaan Indonesia  dari suatu bacaan, dibuat siswa secara mandiri.

    Rumuskan. Kreativitas membuatan “Jejak-jejak Sejarah Kemerdekaan”, menyiapkan alat dan bahan jejak-jejak kaki, gambar-gambar sejarah kemerdekan dan kertas gambar, gunting, selotip, lem, spidol, dan penggaris. Siswa memotong-motong jejak-jejak kaki, menuliskankan jawaban dari 6 pertanyaan, merancang dan mendesain pada kertas gambar. Dilanjutkan menempelkan gambar tokoh-tokoh dan peristiwa kemerdekan. Dilanjutkan dengan menuliskan cerita dalam 1 pararagraf dari jawaban yang mereka tuliskan.. Siswa mempresentasikan hasil  “Jejak-jejak Sejarah Kemerdekaan”  dari gagasan dan hasil literasi bacanya. Hasil karya siswa didokumenatsikan menajdi buku “Jejak-jejak Sejarah Kemerdekaan” karya siswa kelas 6.

    Literasi baca tulis mata pelajaran Bahasa Indoensia Komptensi Dasar 4.1 yaitu siswa mampu menyajikan dan membuat kalimat tanya dan jawabannya berdasarkan teks sesuai dengan kaliamt baku dan efektif.  Ice Breaking dengan Senam Aku Bisa  mengkondisikan persiapan belajar siswa

    Sebelum melanjutkan ke aktivitas dan kreativitas berikutnya.

    Telaah dimulai dengan ayat al- qur’an surat Al-Baqoroh ayat 219 menjadikan nilai religius bagi, ayat tersebut menjelaskan tentang metode tanya jawab dan menelaah dari tayangan video youtube https://www.youtube.com/watch?v=DeBFGQoBP2g, bagaimana membuat kalimat tanya dari teks bacaan, harapannya siswa faham tentang cara membuat kalimat tanya jawab dan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan teks bacaan.

    Eksplorasi  dengan menelaah bacaan melalui membaca nyaring dan dalam hati siswa mampu memahami isi dan makna dari teks tersebut. “Sebelum  menulis, bacalah terlebih dahulu teks berikut ini, kemudian buatlah peta pikiran dalam bentuk kalimat tanya dengan menggunkan kata tanya apa, mengapa, siapa, kapan, dimana dan bagaimana”.

    Rumuskan, siswa mendapatkan 6 kertas. Secara mandiri mulai membuat kalimat tanya dan jawabannya sesuai dengan teks bacaan. Siswa yang sudah mnyelesaikannya kemudian mengkreasikan kertas yang berisikan hasil insfirasinya, dilajutkan menempel pada kalender bekas yang sudah tidak terpakai, dilajutkan mempresentasikan.

    Aplikasikan Duniawi Ukhrowi dilakukan kegiatan drama dari tek yang berjudul “ Walau Berbeda Pendapat Tapi Tetap Bersatu”. Dari naskah tersebut siwa dapat belajar tentang teknik bertanya dan menjawab.

    1. Pembentukan karater RAMAH melalui perangkat TERPADU berbasis TPACK pada Komptensi Dasar (KD) 4.1. mata pelajaran IPA

    Fisik dan psikis siswa dipersiapkan dengan mengamati tayangan video berbagai macam ciri khusus tumbahan dan hewan bagaimana cara beradaptasi. Telaah dari terjemahan ayat-ayat Al- qur‟an tentang cir khsuus yang dimiliki burung  Q.S Al Mulk Ayat 19 penanaman karakter religius dan video penjelasan cara adaptasi makhluk hidup  youtube https://www.youtube.com/watch?v=uW7VSYLNpvw. Siswa mendapatkan penjelasan singkat tentang bagaimana hewan dan tumbuhan beradaptas.

    Eksplorasi, membuat dan kreasikan media belajar dengan menggunakan program “Power Point“ yang berisikan dan menggambarkan tentang : (1) Pengertian Adaptasi, (2) Manfaat adaptasi dan (3) Cara hewan dan tumbuhan beradaptasi, minimal 2 contoh cara hewan dan tumbuhan. Mencari dari berbagai sumber dan jelajah internet untuk mendapatkan informasi

    Merumuskan Dikerjakan secara berkelompok, tiap kelompok 2 – 3 siswa. Perwakilan siswa pada kelompoknya membawa laptop, kemudian mencari informasi melalui akses internet tetang (1) Pengertian Adaptasi, (2) Manfaat adaptasi dan (3) cara hewan dan tumbuhan beradaptasi. melalui informasi yang didapat melalui berbagai sumber media dan jelajah internet, setelah didesain dan dirancang secara bersama-sama siap untuk dipresentasikan.

    Mempresentasikan hasil karya dan kreativitas PPT secara bergantian. Tiap individu dari masing-masing kelompok memiliki kesempatan atau berbagi tugas untuk mempresenatsikan. Setelah selesai memprestasikan, kemudain mendapat masukan atau pertanyaan dari kelompok lainnya. Diakhir pembelajaran, diadakan apresiasi atau penghargaan bagi penyaji atau kelompok yang mempresentasikan karya terbaiknya.

    1. Pembentukan karater RAMAH melalui perangkat TERPADU Berkarakter Berbasis TPACK pada Kompertensi Dasar 4.1. mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

    Mengkondisikan proses pembelajan melalui perangkat TERPADU berkarakter RAMAH berbasis TPACK.

    Mengamati video https://www.youtube.com/watch?v=8uWVw_qpKVM&t=195s. Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” sebagai motivasi dan apersepsi. Penanaman karakter religius melalui Telaah ayat surat At-Taubah Ayat 122 tentang  pentingnya membela negara dan menuntut ilmu dilajutkan mengamati kembali Video tentang "Persiapan Kemerdekaan, Proklamasi Kemerdekaan dan Pengibaran Bendera Pertama Kali. https://www.youtube.com/watch?v=7q39jJ9Bl1U.

    Kegiatan eksplorasi siswa membaca naskah teks proklamasi dan makna kemerdekaan. Dialjutkan membuat video membaca teks proklamasi dan memaknai makna kemerdekan (secara bergantian).

    Rumuskan, siswa berdiskusi utnuk merancang proses perekaman kemudian mendesain video dengan menggabungkan 2 video tersebut menggunakan Han Phone dilanjutkan menguplod video ke youtube dan melaporkan hasilnya dalam bentuk alamat youtube. Setelah mendapat bimbingan guru, siswa menuju ruang komputer untuk membuat barcode alamat youtubenya.

    Aplikasi Duniawi. Barcode yang telah di buat, kemudian diinformasikan kepaad guru dan orang tua. Untuk mencobanya dan menyaksiakan video hasil karya siswa.

    1. Pembentukan karater RAMAH melalui perangkat TERPADU Berkarakter Berbasis TPACK pada Kompertensi Dasar 4.1. mata pelajaran PPKn

    Mengajak peserta didik untuk berdoa dengan khusyu dan mengingatkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat sehat. Mempersiapkan semangat belajar siswa dengan memotivasi dan bermain game pengamalan sila-sila dalam pancasila. Bola yang sudah tertempel tentang pengamalan sila-sial dalam pancasila, MMT berlubang 5 yang sudah tertulis nomor sila dan lambnag pancasilanya mejadi media yang menarik untuk bermain, secara bergantian melempar dan memasukan bola sesuai dengan silanya dari jarak tertetu ke dalam lubang sesuai dengan pengamalan silanya.

    Memulai pelajaran dengan telaah ayat al-quran surat Hujurat ayat 10 yang menceritakan tentang damaikan atau perbaikilah hubungan persaudaraan agar mendapat pertolongan dan rahmat dari Allah SWT. Berdiskusi atau tanya jawab tentang persatuan dan kesatuan, siswa menjawab dari pertanyaan secara langusng dan yang mampu atau berani menjawab dipersilhkan untuk menjawabnya Dengan suara lantang dan berani.

    Mengamati video film pendek https://www.youtube.com/watch?v=3z2nZTrlwk0, siswa memberi tangapan dari tayangan video tersebut. Eksplorasikan dengan membaca dan  menelaah narasi dari teks "Kami Berbeda , Namun Kami Bekerjasama" dibaca secara bergantian dengan lantang agar siswa mampu memahami tek dengan baik. Siswa mendapatkan 3 potong kertas, kemudian masing-masing siswa mengerjakan  3 soal  dari 6 soal, memilih nomor ganjil atau genap sesuai dengan kesepakan pasangan kelompoknya.. Rumuskan secara mandiri siswa mencari ide dan menuliskan jawabanya. Berdiskusi dan memberikan tangapan. Siswa yang menjawab soal ganjil mengutarakan jawabanya kemudian siswa genap memberikan respon atau tangggab jawabanya atau memberikan tambahan jawaban. Presentasikan, secara berpasangan siswa mempresentasikan hasil diskusinya. Aplikasikan dan Duniawi, siswa membuat dan menyajikan kreativitas video tentang pengamalan sila-sila dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, satu kelompok terdiri dari 5 siswa, sesuai dengan pengamalan sila-sila dalam pancasila. Ukhrowi melakukan kegaitan yang bertujuan untuk menanamkan karakter Beriman, Bertaqwa dan Berakhlaq Mulia serta berkebhinekaan Global, siswa melakukan kunjungan ke masjid yang berada di lingkungan sekolah, yaitu dengan membagikan atau memberikan peralatan kebersihan (sapu, pewangio rungan, pembersih latai dan lap), hand sanitizer, dan masker. 

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Karmila Yusuf

    1 hari lalu

    Proyek Based Learning Melalui Media Daring Memanfaatkan Akun Media Sosial Menciptakan Merdeka Belajar dan Mewujudkan Pelajar Berprofil Pancasila dalam Pembelajaran Terbatas di Masa New Normal

    Dibaca : 74 kali

    Terlepas dari aturan pemerintah daerah yang menghimbau anak anak untuk tidak membawa Hp ke sekolah, justru sekarang sebaliknya anak anak malah harus membawa Hp tapi tetap dalam kontrol ibu bapak gurunya disekolah. Pada pertengahan Oktober lalau terkait penyebaran covid 19 dimana daerah NTB mulai memasuki zona orans ke hija, pemerintah daerah mengacu pada pernyataan mas menteri yang membolehkan daerah zona orens untuk melakukan kegiaatn simulasi pembelajaran dengan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah kami melakukan kegiatan simulasi dengan model sip, sehingga anak anak disekolah belajar per mapel selama 45 menit. Berangkat dari itu maka semua guru diminta untuk menyiapkan materi esensial yaitu materi yang dianggap paling penting yang sudah disesuaikan dengan KD setiap bab mata pelajaran. Hal inilah yang memunculkan ide saya dalam mengEmbangkan model pembelajaran Projek Beased Learning, projek anak anak dipembelajaran ini cukup berbeda, anak anak disekolah hanya membahas materi esensial saja selebihnya 80% pembelajaran dilakukan secara berkelompok dirumah dan semua penilaian dilakukan melalui media sosial yaitu melakukan promosi hasil karya melalui WA, Fb, IG ataupun media sosial lainnya, mereka harus memiliki sebuah toko online yang di aplikasinya melalui Hp. Dalam pembelajaran ini anak anak secara tidak langsung akan terlihat kemampuan sesuai dengan profil pancasila yaitu yaitu gotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri serta anak anak dapat berekspresi sehingga terwujudnya merdeka belajar. Merujuk dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengatakan semua anak itu berbeda dan setiap perbedaan adalah unik, guru itu bukanlah menuntut anak untuk harus mengikuti segalaa proses pembelajaran yang di dalam kendalinya namun guru tuganya menuntun anak sesuia kodrat yang melekat pada diri anak, dimana seoarang guru tidak dapat merubah kodrat anak melainkan hanya dapat menuntun kodrat tersebut layaknya seorang petani yang sedang menyemai padi. Tumbuhnya padi tidak bisa dipaksa seperti tumbuhnya tanaman jagung atau tumbuhan yang lainnya, tumbuhnya padi hanya bisa dioptimalkan menjadi padi yang tumbuh subur dan mengasilkan padi berkualitan tinggi. Anak anak SMA memang sudah lama mempelajari PKWU ( Prakarya dan Kewirausahaan ), anak anak sangat mumpuni dalam bereksperimen, mengenai alat alat rumah tangga seperti sendal jepit dan bermacam macam aksesoris lainnya, banyak jenis gaun gaun dari hasil limbah plastik yang merupakan hasil karya anak anak SMA di pelajaran dan seni budaya prakarya. Namun baru dua tahun ini anak anak dipokuskan pada makanan olahan tradisional yang digabung dengan makanan modern terkait dengan program pemerintah yaitu meningkatkan pengetahuan budaya lokal, anak anak praktik pengolahan makan sekaligus mempresentasikan olahan mereka sendiri yang dilakukan disekolah, sebagai tim penilai adalah Ibu Bapak guru disekolah. Berangkat dari potensi itu saya berpikir bahwa anak anak selain berkarya memang harus belajar berwirausaha terkait anak anak memang sudah memiliki modal utama yaitu mampu memproduksi makanan atau barang aksesoris lainnya. Selain itu pendidikan kewirausahan juga menguntungkan siswa dari semua latar belakang sosial ekonomi karena mengajarkan anak anak untuk berfikir luas, mengasah bakat dan keterampilan yang tidak konvensional. Lebih jauh lagi, ini dapat menciptakan peluang kerja, menjamin keadilan sosial, menanamkan kepercayaan diri dan merangsang ekonomi. Oleh karena itu saya mengajak anak anak untuk melihat dunia pasar yaitu pasar online, anakpun sekarang sudah lihai berseluncur ke dunia media sosial, saya hanya menuntun potensi mereka untuk mengidentifikasi media sosial, anak anak menemukan beragam toko toko online berseliwerran. Saya menanyakan kembali apakah anak anak siap beewirausaha bersma ibu guru sambil berkata jika memang ada pembelajaran wirausaha menurut anak anak yang membuat anak anak nyaman silahakan kita diskusikan bersama “untuk menciptakan merdeka belajar yaitu belajar atas dasar kemauan sendri”. Anak anakpun dengan semanagat mengatakan kami mau belajar berwirausaha bu guru. Dengan begitu saya mulai mengajak anak anak untuk merencakanan produk andalan apa yang akan diproduksi untuk di promokan ke media media sosila mereka, dengan membetuk kelompok kerja kemudian memberikan tips serta ilmu berwirausaha. Anak anak langsung saya minta mulai dari sekarang. Jadi anak anak membuat produk dan melakukan promosi dengan tetap saya kontrol melalui photo photo dan vidio vidio yang diunggah di media sosial atau dikirim langsung ke WA saya. Disekolah anak anak hanya membahas materi esensial saja terkait proses dalam memproduksi, tehnik mengemasan produk, dan tehnik pemasaran. Pada kesempatan inilah anak anak berkolaborasi anatar kelompok, dengan memperkenalkan produk produk ungggulan mereka bersamaan dengan proses serta kendala kendala yang anak anak temuan di lapangan. Disini terbentuk sebuah sinergi, saling mensuport, belajar saling menghargai serta memberikan masukan masukan berbentuk nilai nilai positif yang nantinya mampu memajukan iptek dan wawasan dunia luar secara bersama sama.






    Oleh: Tri Harjanto

    1 hari lalu

    Implementasi Merdeka Belajar Melalui Pembelajaran Daring Berdiferensiasi Pada Masa Pandemi Covid-19

    Dibaca : 107 kali

    Guru dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif dalam upaya untuk mewujudkan merdeka belajar terlebih pembelajaran melalui daring karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. Upaya mengimplementasikan merdeka belajar pada mata pelajaran Biologi SMA Kelas X, diterapkan melalui strategi pembelajaran daring berdiferensiasi pada pokok bahasan tentang virus. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Untuk menentukan kebutuhan murid, guru harus memetakan kebutuhan belajar murid melalui kesiapan belajar (readiness) murid, minat murid dan profil belajar murid. Strategi pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Pada masa pandemi Covi-19 pembelajaran yang menarik, menantang, kolaboratif, komunikatif harus tetap berjalan. Upaya mewujudkan hal tersebut digunakan google meet sebagai media pembelajaran. Pada pembelajaran ini murid mendengarkan penjelasan seolah-olah bertemu di kelas, masih ada interaksi, umpan balik, diskusi dan unjuk karya produk hasil pembelajaran. Pembelajaran juga didasarkan pada minat yang dipetakan oleh guru sebelumnya, sehingga guru sudah mengetahui minat murid terhadap apa yang akan dipelajari saat itu. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP pembelajaran berdiferensiasi yang telah dibuat sebelumnya oleh guru. Pokok bahasan pembelajaran adalah Virus, dengan kompetensi dasar 4.4 melakukan kampanye tentang bahaya virus dalam kehidupan terutama bahaya AIDS berdasarkan tingkat virulensinya melalui berbagai media informasi. Strategi pada tahap diferensiasi konten, murid bebas memilih virus yang menjadi target materi. Diferensiasi proses, murid yang tersebar dalam kelompok yang belum memahami materi, guru akan memberikan pembimbingan individual atau meminta teman satu kelompoknya yang sudah paham untuk membantu menjadi tutor sebaya atau mencari sumber belajar lain. Tahap selanjutnya adalah diferensiasi produk, dalam menyajikan proyek setiap kelompok bisa membuat dalam bentuk PPT, poster atau video sebagai media presentasi kampanye yang diunggah ke you tube. Pada pembelajaran daring berdiferensiasi ini, muird-murid terlihat merdeka belajarnya, hal ini dapat dilihat dari antusias, ketepatan menggunggah tugas, kemampuan diskusi, variasi produk dan sumber belajar yang dipakai. Pembelajaran berdiferensiasi mampu membantu murid mencapai hasil belajar optimal, karena produk yang mereka hasilkan sesuai minatnya.