Cermin - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Muhammad Ardian Fithriansyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Rabu, 24 November 2021 21:13 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Cermin


    Dibaca : 28.096 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan pelajaran yang bisa diambil. Pelajaran dari hal kecil yang tidak nampak sekalipun akan mempunyai sisi filosofisnya tersendiri. Jadilah manusia yang tidak serta merta memandang dari satu sudut pandang saja, cobalah mencari berbagai makna kehidupan dari hal asing sekalipun. Sehingga kita bisa menemukan hal baru dalam kehidupan yang tidak kita duga sebelumnya. 

    Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi proses pembelajaran di dunia pendidikan, hingga saat ini di daerah tempat saya bertugas belum ada proses pembelajaran yang diselenggarakan dengan tatap muka, dan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh dari rumah. Kondisi ini membuat berbagai pihak, dari guru, peserta didik, orang tua harus berfikir kreatif dan inovatif, menciptakan model pembelajaran yang efektif dan efisien untuk peserta didik.

    Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini memang tidak mudah, perlu ada kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Pendidikan bukan hanya sebatas proses memberi dan menerima materi pelajaran, namun di balik itu ada sikap positif yang harus tumbuh, yaitu karakter baik dan sopan santun. Pembelajaran jarak jauh tidak akan menyulitkan apabila direspon dan dihadapi dengan sikap yang tepat sehingga akan menjadi metode pembelajaran bagus. Kebijakan pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan bagi guru, dimana guru harus melakukan pembelajaran jarak jauh dengan tuntutan adanya perubahan karakter siswa meskipun bertatap muka dengan peserta didik.

    Peranan guru adalah melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan tetap menanamkan beberapa nilai pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19 ini diantaranya adalah sikap disiplin, yang merujuk pada kepatuhan peserta didik terhadap peraturan sekolah dalam pembelajaran jarak jauh dari rumah, contohnya seperti kedisiplinan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran daring sesuai dengan jadwal pelajaran. Berikutnya adalah sikap jujur, yaitu merujuk pada kejujuran peserta didik pada saat mengerjakan tugas maupun mengerjakan ujian. Jika dibandingkan dengan tatap muka, memang ketika mengerjakan tugas maupun mengerjakan ujian secara daring, peserta didik kurang dalam segi keseriusan dan yang paling utama adalah plagiarisme. Tentunya hal ini butuh pendampingan dan pengawasan dari guru dan orang tua. Sikap berikutnya yaitu tanggung jawab yang merujuk pada tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas.  

    Dari pandemi, para guru telah belajar dan sadar bahwa interaksi sosial merupakan nilai utama dari proses pembelajaran dan hal itu tidak dapat digantikan dengan teknologi. Namun, teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Saatnya bijaksana dalam memanfaatkan teknologi dan hendaknya guru terus meningkatkan kompetensi mengajar yang bermakna dan menyenangkan untuk peserta didik.

    Guru memiliki tugas yang sangat mulia namun berat. Guru memiliki beban dan tanggung jawab untuk menyiapkan masa depan peserta didik sehingga jauh lebih baik, lebih berbudaya, sekaligus membangun peradaban. Secara filosofi guru dapat dimaknakan seperti halnya cermin. Cermin memiliki sifat tidak pernah pilih-pilih atau tidak diskriminatif, siapa saja yang ingin bercermin pasti diterima. Artinya, guru harus memiliki jiwa mendidik kepada siapa pun tanpa pandang bulu, semua peserta didik, apa pun kondisinya harus dididik tanpa kecuali. Tidaklah dibenarkan seorang guru memisah-misahkan atau memilih-milih kondisi siswa (eksklusif), guru harus senantiasa inklusif dalam mendidik. Ki Hajar Dewantara pernah berujar, "Jangan setengah hati menjadi guru, karena anak didik kita telah membuka sepenuh hatinya".



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.