Peningkatan Kompetensi Guru dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Rudi Elsusanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 25 November 2021 06:28 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Peningkatan Kompetensi Guru dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19

    Peningkatan kompetensi guru dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar merupakan dua faktor penting dalam sistem pendidikan Indonesia untuk menyongsong era revolusi industri 4.0 di masa pandemi covid-19.

    Dibaca : 116 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pandemi Covid-19 membuat seluruh aktivitas manusia di seluruh dunia hampir lumpuh total, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta. Pada bulan April 2020 pemerintah memberlakukan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah meningkatnya wabah Covid-19. Dengan di berlakukannya PSBB membuat hampir seluruh lapisan masyarakat harus bekerja dari rumah (Work From Home), kecuali tim medis yang harus tetap bekerja di rumah sakit karena banyalnya masyaramat yang terinfeksi positif Covid-19. Begitupun dengan dunia pendidikan di Indonesia yang harus mentaati peraturan pemerintah dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (online). Ketika proses pembelajaran dilaksanakan secara daring (online) otomatis seluruh kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan jaringan internet, hal ini jelas merupakan sebuah tantangan baru untuk saya sebagai seorang guru yang tentunya harus kompeten dalam bidang teknologi digital, belum lagi sekolah kami berada di desa dimana tidak semua peserta didik dapat mengakses jaringan internet, di tambah masih banyak peserta didik yang belum memiliki handphone (hp) apalagi laptop atau Computer, bahkan orang tua yang mengeluhkan kuota internet yang mungkin harganya mahal. Dengan permaslahan yang banyak membuat saya pada awalnya mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi Covid -19, namun sebagai seorang guru saya harus memacu semangat memotivasi diri untuk terus meningkatkan kompetensi yang di miliki terutama dalam bidang teknologi supaya pembelajaran daring dapat terlaksana dengan efektif serta efisien.

    Seiring berjalannya waktu tepatnya pada tanggal 28 September 2020 , alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan atau panggilan dari BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata untuk mengikuti Diklat Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri yang dilaksanakan secara daring selama 20 hari dan secara luring 42 hari di kota Surakarta yang totalnya mencapai 480 JP. Dari sinilah awal mula saya banyak belajar tentang teknologi, karena diklat yang saya dapatkan yaitu digital marketing (pemasaran online). Pada diklat Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri ini saya banyak memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang di dapat dari narasumber BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, narasumber Dunia Usaha Dunia Industri (Campus Digital, Transmart, Alfamart, MAP Retail Academy), rekan - rekan guru hebat Nusantara peserta diklat serta pengalaman magang industri selama 30 hari di Transmart Pabelan dan Campus Digital.

    Setelah selesai diklat Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri Tahun 2020, secara perlahan saya coba implementasikan apa yang saya dapatkan selama 42 hari di kota Surakarta terhadap peserta didik SMKN 1 Leles dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan menurut pandangan diri sendiri, karena peserta didik khususnya kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) saya kenalkan pada ilmu baru yang menjadi primadona di masa pandemi Covid-19 yaitu digital marketing (pemasaran online). Dengan pemasran online orang - orang bisa belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara pesan secara online lewat aplikasi yang ada di Handphone (HP) kemudian di antar kerumah masing-masing dan tidak harus pergi keluar rumah hal ini tentunya sangat efektif untuk menghindari kerumunan yang dapat meningkatkan terinfiksi Covid-19.

    Dengan adanya ilmu digital marketing sangat membantu saya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, dimana setiap peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya masing- masing sesuai bakat yang mereka miliki terutama dalam pembelajaran Bisnis Online. Dalam pembelajaran Bisnis Online peserta didik di haruskan memiliki sebuah ide dan gagasan yang kreatif dan inovatif yang harus di tuangkan kedalam sebuah konten tulisan atau gambar serta produk yang mereka buat untuk di pasarkan ke masyarakat umum dan hal ini sejalan dengan program pemerintah yang mengembangkan produk kreatif dan kewirausahaan agar banyak menciptakan lulusan - lulusan SMK yang siap berwirausaha untuk menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.