Implementasi Program Profil Pelajar Pancasila dengan Pembelajaran Kolaborasi - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Bati Tuud Koramil Ngoro Pelda Dwi Handoko beserta para Babinsa saat melatih PBB siswa-siswi SMP YPS Al-Islamy Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Mojokerto

Nurul Chairani Rangkuti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 11:29 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Implementasi Program Profil Pelajar Pancasila dengan Pembelajaran Kolaborasi

    Kreatif, bernalar kritis dan mandiri merupakan profil yang harus dimiliki oleh pelajar. Guru dapat mewujudkan profil tersebut pada implementasi pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran ini memadukan beberapa mata pelajaran untuk menghasilkan sebuah proyek hasil belajar.

    Dibaca : 179 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Merdeka belajar episode ke-10 berisi program sekolah penggerak.  Terdapat enam profil pelajar Pancasila yang ingin diterapkan dalam program sekolah penggerak, yaitu : beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis serta mandiri.

    Pembelajaran masa pandemi covid 19 memaksa guru untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta penerapan blended learning (pembelajaran campuran) pada masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.   

    Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh pada awal pandemi yaitu sekitar Maret 2020 berdampak pada guru melakukan lompatan adaptasi yang sangat luar biasa. Mulai dari pemilihan  teknologi yang digunakan dalam pembelajaran  sampai pemilihan metodologi, strategi, media pembelajaran dan sumber belajar. Setiap materi pelajaran yang disampaikan guru memiliki tagihan sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang sudah disampaikan guru pada PJJ. Hal ini menyebabkan banyaknya tugas yang harus diselesaikan siswa.

    Pembelajaran kolaborasi yaitu memadukan beberapa mata pelajaran yang diterima siswa pada satu semester untuk menghasilkan proyek belajar. Tahapannya adalah sebagai berikut :

    1. Siswa Menyusun perencanaan proyek belajar sesuai dengan kondisi ketersediaan alat/bahan dan sarana prasarana lain yang mendukung proyek belajar yang direncanakan
    2. Siswa melakukan proyek belajar dibawah bimbingan guru
    3. Siswa melakukan pelaporan proyek belajar
    4. Siswa melakukan evaluasi dan refleksi akhir pembelajaran.

    Implementasi kolaborasi beberapa mata pelajaran ini berdampak pada :

    1. Kegiatan pembelajaran dari setiap mata pelajaran berfokus pada proyek siswa.
    2. Terdapat satu jenis proyek siswa sehingga siswa tidak mendapat beban yang terlalu banyak dalam kegiatan pembelajarannya serta dapat fokus pada proyek yang sedang dipelajari.
    3. Siswa melaksanakan proyek pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya secara individu, memberikan peluang untuk berkreasi, mencari upaya secara mandiri agar proyek belajarnya berhasil.
    4. Pembelajaran berpusat pada siswa, guru berperan sebagai fasilitator.
    5. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi dalam penyampaian laporan seperti dengan membuat video, foto dan laporan kegiatan (jurnal) serta laporan keuangan.
    6. Guru dapat memanfaatakan media social seperti Instagram sebagai sarana pelaporan kegiatan proyek hasil belajar

    Pembelajaran kolaborasi ini menunjukkan bahwa tidak ada pengkotak-kotakan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lain tetapi menunjukkan bahwa antara mata pelajaran saling mendukung. Demikian juga dengan guru-guru pengampunya, berkolaborasi, saling bertukar pendapat dan saling mendukung untuk mewujudkan siswa yang kreatif, bernalar kritis dan mandiri. Pembelajaran kolaborasi ini selain mendukung merdeka belajar, implementasi Profil Pelajar Pancasila juga memberikan suasana belajar yang menyenangkan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.