Literasi Setitik Masa Pandemi Covid 19 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Ely Mulyaningsih

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 25 November 2021 11:30 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Literasi Setitik Masa Pandemi Covid 19

    Artikel bentuk upaya kegiatan literasi di sekolah dasar Kabupaten Ciamis

    Dibaca : 139 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pandemi covid 19 merubah tatanan dunia pendidikan dalam sekejap. Kurun waktu dua tahun terakhir hingga saat ini informasi berita kasus masih tetap ada, walaupun tidak separah satu tahun kebelakang. Covid memang ada dan kita harus waspada. Percepatan penyelesaian terus digulirkan tanpa lelah, vaksinasi terus ditambah dengan harapan penuh berkah. Darurat covid telah berubah menjadi masa kenormalan baru. Setitik harapan, sesuai kebijakan pemerintah daerah.

    Sekolah sebagai pusatnya peserta didik berbudaya tidak lagi seramai dahulu. Kelas yang biasanya terdengar mereka keluh kesah sorak sorai tak lagi dihiasi kerumunan anak-anak. Kelas digital dan tatap maya virtual menjadi jalan keluar demi putera puteri bangsa. Perpustakaan yang menjadi sunyi karena tidak ada anak yang menepi. Hal ini bukan tidak mau, namun waktu tidak berlaku. Protokol kesehatan mengharuskan anak didik hanya 4 jam pelajaran di sekolah tanpa istirahat, itu pun diantar dan dijemput orang tua. Hingga terjadi learning loss yang tidak bisa dipungkiri lagi.

    Seorang pemimpin tidak akan bersembunyi dan menutup mata adanya learning loss. Maka perlu adanya usaha dalam mengatasi hal tersebut menggunakan kebijakan sekolah yang sinergi dengan orang tua. Orang tua mengharapkan anak-anak belajar di sekolah dan pihak sekolah mengharapkan kontribusi orang tua dalam ikut serta memperkecil learning loss yang terjadi. Hingga akhirnya kita berkomitmen, orang tua membantu membuat pojok baca di kelas dan sekolah mempersiapkan pojok baca digital sederhana.

    Pojok baca dibangun orang tua masing-masing kelas. Setiap kelas akhirnya memiliki pojok baca yang bisa menyimpan buku-buku dari perpustakaan sesuai jenjangnya. Pemanfaatan pojok baca kelas walaupun hanya sebentar, namun mampu memotivasi siswa membaca sebelum pembelajaran di mulai. Anak-anak merasa senang karena kelas mereka seolah menjadi tempat bermain. Sesekali mereka bercerita apa yang mereka baca secara bergiliran.

    Pemanfaatan pojok baca ini selain berfungsi menjadi setitik literasi masa pembelajaran tatap muka terbatas, namun menjadi pengganti ruang perpustakaan yang tidak mungkin dipergunakan seluruh siswa. Selain ruangan yang tidak memungkinkan waktu keberadaan siswa di sekolah tidak memungkinkan untuk menepi ke perpustakaan. Walau hanya setitik, namun bisa tetap berliterasi.

     

    Pojok Baca Digital                           Pojok Baca Kelas

    Pojok baca digital sederhana yang dibuat oleh pihak sekolah digunakan saat membaca di rumah bersama orang tua. Pojok baca digital ini hanya bermodalkan akun pembelajaran yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi yaitu akun belajar id. Sekolah yang tidak besar pun jika kompeten akan mampu membangun pojok baca digital.

    Literasi setitik masa pembelajaran tatap muka terbatas menggunakan pojok baca kelas dan digital membantu mengurangi learning loss. Seperti filosofis Ki Hajar Dewantara pembelajaran yang menyenangkan sesuai kodrat alam dan kodrat zaman. Kita sebagai pendidik perlu adanya daya upaya dalam menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Literasi tetap kita gerakan walau bagaimana keadaan. Literasi terus dikedepankan demi menuju masa depan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.