Negeri Amnesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

https://www.google.com/search?q\x3dnegeri+pelupa\x26client\x3dms-android-oppo-rvo2\x26prmd\x3dinvx\x26sxsrf\x3dAOaemvLfad36S0-ZmiOrdNiYf_0XK2Sy2g:1637831561136\x26source\x3dlnms\x26tbm\x3disch\x26sa\x3dX\x26ved\x3d2ahUKEwiOgZeDlrP0AhXSh-YKHW19CRgQ_AUoAXoECAIQAQ\x26biw\x3d360\x26bih\x3d620\x26dpr\x3d2#imgrc\x3dQb0NxjXzhWT97M

Roni Ali Rahman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2021

Jumat, 26 November 2021 08:24 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Negeri Amnesia

    Dahulu negeri ini saling bersama, berbondong-bondong untuk mengalahkan penjajah. Tapi semuanya buyar dan berakhir ambyar.

    Dibaca : 194 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Negeri ini adalah bangsa besar yang kaya, makmur, dan jaya. kaya akan budaya yang merupakan kekayaan dan jaya akan keindahan. Tidak bisa dihitung berapa banyak budaya kita, mulai dari Indonesia timur hingga barat tapi ada keindahan dibalik semua budaya, yaitu kebersamaan, gotong-royong dan toleransi. yang memang lekat pada identitas negeri ini. 

    Ketika melihat negeri ini dari kesejarahan dahulu kala, saling mengikat saling, menggenggam untuk tidak saling menghilangkan. Dahulu negeri ini saling bersama, berbondong-bondong untuk mengalahkan penjajah. Tapi semuanya buyar dan berakhir ambyar. ketika hari ini egoisme menjadi penjajah baru, penjajah yang mulai menyerang individual orang-orang negeri ini. Yang mulai memberi pengaruh uwuntuk menghilangkan identitas bangsa ini. identitas yang awal mulanya bersatu untuk bersama. sekarang hancur oleh cacian, makian, dan keegoisan.

    Cacian yang terpampang dalam media sosial atau makian yang terlontar kan saat berhadap-hadapan. sehingga pecah dari persatuan dan menjadi permusuhan sesontak jadi bebuyutan, yang sulit saling memaafkan karena keegoisan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.