Pemanfaatan Portal Rumah Belajar untuk Mendukung Merdeka Belajar di Daerah 3T - Analisis - www.indonesiana.id
x

Merdeka belajar merupakan kebijakan dari Kemdikbud

Niken Eka Priyani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2021

Sabtu, 27 November 2021 06:04 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pemanfaatan Portal Rumah Belajar untuk Mendukung Merdeka Belajar di Daerah 3T

    Artikel ini berisi tentang pemanfaatan Portal Rumah Belajar untuk mendukung merdeka belajar di daerah 3t yang mana di saat pandemi covid-19 melanda negeri kita, namun semangat guru untuk tetap mengajar siswa dengan inovasi lain yang membuat siswa semangat untuk belajar dan pantang menyerah.

    Dibaca : 4.863 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                 Pandemi Covid-19 yang mulai Bulan Maret 2020 sangat berdampak sekali dalam berbagai aspek utamanya di sektor pendidikan. Kegiatan pembelajaran yang awalnya bisa terlaksana secara rutin dengan tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sedangkan di daerah pelosok yaitu daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T) sistem pembelajaran secara online atau daring tidak dapat diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikarenakan belum memiliki fasilitas yang memadai. Kondisi geografis di daerah 3T menjadi kendala tersendiri bagi guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Sama halnya yang terjadi di SD Negeri 29 Idai yang merupakan sekolah di pelosok negeri yang tepatnya berada di Sintang Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Negara Malaysia. Kendala pembelajaran yang dialami di antaranya adalah: (1) kendala sinyal internet yang tidak stabil, (2) kepemilikan smartphone / laptop, serta (3) kendala dalam pembiayaan pembelian kuota. Ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman orang tua atau wali itu sendiri mengenai kegiatan belajar dari rumah ternyata membuat mereka tidak bisa sepenuhnya memberikan arahan serta pendampingan kepada anak-anak mereka untuk tetap belajar di rumah selama pandemi yang dikarenakan orang tua siswa juga harus mencari nafkah di perkebunan sawit. Melihat kondisi tersebut, sekolah membuat strategi untuk memastikan peserta didik tetap mendapatkan haknya untuk belajar walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19. Hal ini sesuai dengan konsep Merdeka Belajar dari Mas Menteri dimana sekolah, guru-guru serta muridnya mempunyai kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar.

                   Satu-satunya proses pembelajaran yang bisa dilakukan  selama belajar dari rumah adalah disesuaikan dengan kondisi peserta didik di SD Negeri 29 Idai yaitu dengan metode luar jaringan atau biasa dikenal dengan istilah luring dan sekarang juga sudah mulai pelaksanaan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Kegiatan belajar secara luring di SD Negeri 29 Idai dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan dan dilakukan untuk menjaga kesehatan tenaga pengajar dan siswa. Sebelum kegiatan belajar mengajar, siswa diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun serta siswa wajib menggunakan masker. Karena lokasi sekolah yang jauh dari Kecamatan, kebanyakan siswa menutup menggunakan kain, sedangkan siswa lainnya menggunakan masker kain. Oleh karena itu, guru berupaya untuk berinovasi selama pembelajaran tatap muka secara terbatas yaitu dengan menggunakan pemanfaatan Portal Rumah Belajar dari Pusdatin Kemendikbudristek yang dapat dimanfaatkan secara online maupun offline . Pada Portal Rumah Belajar ini terdapat fitur-fitur yang menarik di antaranya adalah sumber belajar, kelas maya, laboratorium maya, bank soal, BSE, wahana jelajah luar angkasa, peta budaya, pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena dapat diakses secara online dan dapat dimanfaatkan secara offline. Penggunaan Portal Rumah Belajar ini juga cukup mudah sehingga siswa bersemangat untuk memanfaatkan portalnya terlebih lagi sudah tersedia di playstore sehingga lebih memudahkan siswa mengaksesnya. Portal Rumah Belajar ini sangat membantu siswa dan dengan adanya Portal Rumah Belajar sangat mendukung program Merdeka Belajar karena belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja , dengan siapa saja.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.