Berkreasi dengan Modul Digital, Solusi Apik Pembelajaran Covid - Analisis - www.indonesiana.id
x

Basuki Poejangga

Belajar Menulis
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Sabtu, 27 November 2021 09:51 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Berkreasi dengan Modul Digital, Solusi Apik Pembelajaran Covid


    Dibaca : 147 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Corona Virus Disease 19, primadona baru yang berkunjung ke setiap penjuru bangsa memberikan sesuatu yang sangat berkesan. Sesuatu yang memberikan dampak luar biasa disetiap sendi-sendi kehidupan yang hingga saat ini dampak itu belum juga memberikan kabar gembira, namun justru memberikan kabar yang membuat kita semua semakin di hantui dan semakin merasa lingkungan disekitar tidaklah aman.
    Pandemic covid 19 telah mempora-porandakan tatanan system kehidupan yang ada. Berbagai instansi harus mengulang kembali menyususn struktur system keintansiannya. Begitu juga tantanan system Pendidikan yang ada di Indonesia. Awal Maret 2020 pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat seluruh instansi yang berkaitan dengan fasilitias umum agar dapat di tutup, begitu juga dunia Pendidikan.
    Semua system Pendidikan harus di tata ulang, serentak seluruh sekolah di Indonesia tidak ada yang melakukan pembelajaran secara tatap muka.
    Himbauan Mas Meteri terkait pembelajaran yang harus dilakukan pada era pandemic covid 2019 yang melibatkan dunia teknologi di sambut dengan berbagai argument dari guru-guru Indonesia. Sebagian besar gamang dengan kebijakan tersebut, khawatir tidak mampu melakukan sesuai dengan himbauan pemerintah melalaui Menteri Pendidikan pembelajaran yang dapat dilakukan pada masa seperti ini adalah pembelajaran secara daring.
    Terjadi gejolak di berbagai sekolah terkait kebijakan ini, gejolak itu terjadi karena minimnya guru guru di daerah-daerah yang memiliki pengetahuan tentang teknologi. Disamping sumber daya manusianya yang belum maksimal terkait kemampuan penguasaan teknologi terkini, permasalah lain timbul peserta didik. Banyak peserta didik yang tidak memiliki smartphone, suatu gawai yang memang harus ada untuk menunjang pembelajaran secara daring.
    Dengan peristiwa ini, akhirnya bermunculan berbagai pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan pembelajaran secara daring. Berbagai pelatihan menawarkan metode pembelajaran daring yang menarik dengan berbagai penguasaan teknologi terkini.
    Ada hal yang menarik dari adanya beberapa pelatihan terkait jurus jitu memberikan pembelajaran yang asik, menarik, kreatif serta inovatif dan kominukatif ini, banyak guru mampu mengikuti namun sedikit yang mengimplementasikannya. Banyak factor yang mempengaruhi, salah satu factor adalah masalah kepemilikan gawai peserta didik yang minim, jangkaun signal provider yang tidak stabil serta ekonomi orang tua yang dibawah kata cukup.
    Kedala lain adalah dimana pembelajaran daring acap kali tidak memberikan hasil yang maksimal, sehingga tujuan pembelajran sering tidak tercapai. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas Pendidikan yang ada disekolah.
    Terobosan-terobosan baru coba diterapkan dalam pembelajaran daring. Berbagai strategi pembelejaran daring dengan bantuan berbagai aplikasi teknologi di uji dan di terapkan.
    Aplikasi-aplikasi dengan berbagai platform menawarkan keistimewaan serta kemudahan dalam pengelolaan materi pembelajaran, dan membuat materi pembelajaran hidup serta memberikan kesan menarik kepada peserta didik. Rancangan pembelajaran yang menarik dan komunikatif yang di bangun dengan aplikasi tekonologi ternyata belum juga mampu memberikan hasil yang maksimal, hal ini disbebabkan adanya peserta didik yang tidak bisa mengakses secara sempurna. Jangkauan signa internet yang tidak stabil menjadi pemicu utamanya.
    Adanya berbagai permasalahan dan kendala saat pembelajaran daring membuat kita harus lebih kreatif dalam memberikan materi dengan menggunakan system daring namun tidak membenani peserta didik harus memiliki jaringan internet yang kuat dan stabil.
    Penggunaan media social whatsapp adalah salah satu cara menagatasi kendala-kendala pembelajaran daring ini. Whatsapp dapat digunakan untuk media diskusi antar peserta didik dengan gurunya, baik menggunakan teks mapun voice note.
    Untuk memberikan kesan menarik, maka dapat kita buatkan modul digital dengan tampilan dan kreasi yang terkesan hidup sehingga peserta didik merasa nyaman dan tertarik untuk mempelajari isi modul digital tersebut.
    Kombinasi yang apik, pembagian modul digitial dengan diskusi di whatsapp menjadi solusi yang baik untuk mengatasi kendala atau permasalahan terkait pembelajaran daring selama era pandemic covid 19 ini.
    Guru sebagai pentransfer ilmu harus memiliki kekreatifitasan yang baik serta inovasi yang menarik sehingga tetap dapat melakukan pembelajaran secara daring dengan menarik, inovatif dan komunikatif. Tentunya kekreatifitasan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah itu sendiri. Dari segi fasilitas yang dimiliki sekolah berupa sumber daya manusianya, gawai yang dimiliki peserta didik serta dukungan yang harus di berikan oleh orang tua peserta didik.
    Dengan semangat dan kerja keras demi anak bangsa, kita akan mampu memberikan yang terbaik kepada peserta didik terutama dalam memberikan materi pembelajaran.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.