Ciptakan Suasana Tenang di Rumah dengan Konsep Interior Zen - Urban - www.indonesiana.id
x

Ratna Deska Sari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Agustus 2021

Senin, 6 Desember 2021 20:31 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Ciptakan Suasana Tenang di Rumah dengan Konsep Interior Zen

    Konsep interior Zen mengacu pada rasa seimbang, tenang, dan sederhana di rumah. Keseimbangan, ketenangan, dan kesederhanaan tercipta dengan menggabungkan unsur alam ke dalam dekorasi rumah. Konsep interior ini berupaya membuat hunian terasa tenang, nyaman, dan menenangkan jiwa.

    Dibaca : 589 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Barangkali rumahmu saat ini dipenuhi dengan barang yang tidak dibutuhkan sehingga terkesan penuh?  Lalu kamu ingin menghadirkan suasana rumah yang lebih tenang dan nyaman agar rileks. Bagaimanakah caranya? Konsep interior Zen mungkin bisa kamu terapkan untuk rumahmu.

    Konsep interior Zen mengacu pada rasa seimbang, tenang, dan sederhana di rumah. Keseimbangan, ketenangan, dan kesederhanaan tercipta dengan menggabungkan unsur alam ke dalam dekorasi rumah. Konsep interior ini berupaya untuk membuat hunian terasa tenang, nyaman, dan menenangkan jiwa.

    Ada beberapa karakteristik yang perlu kamu aplikasikan jika ingin menerapkan konsep interior ini pada hunian. Berikut beberapa poin-poin tersebut.

    Palet Warna Netral untuk Hunian Zen

    Unsur alam sangat penting pada konsep interior Zen. Maka, pemilihan warna-warna natural menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk menciptakan gaya desain ini, seperti warna abu-abu, hijau muda, coklat muda, putih. Warna natural dianggap mampu mendorong munculnya rasa tenang dan rileks di rumah.   

    Pencahayaan pada Hunian Zen

    Konsep interior Zen cenderung lebih banyak memanfaatkan pencahayaan alami dan sedikit menggunakan pencahayaan buatan. Hal itu ditandai dengan adanya jendela yang lebar dan besar untuk memudahkan sirkulasi sinar matahari masuk ke dalam rumah.

    Untuk pencahayaan buatan, lampu berjenis table lamp, standing lamp, dan lilin sering ditemukan pada hunian ini. Lampu yang digunakan dapat diatur intensitas cahayanya untuk memenuhi kebutuhan dan suasana hati yang menenangkan.

    Furniture pada Hunian Zen

    Furniture minimalis dengan detail yang sederhana atau simpel merupakan ciri khas hunian ini. Pada konsep interior ini material furniture menjadi yang utama, bukan pada detail atau ornamennya. Material yang digunakan juga harus mampu menciptakan nuansa tenang dan rileks.

    Furniture dengan garis yang jelas dan simpel menjadi ciri khas hunian ini. Pilih furniture bermaterial kayu atau material alami lain untuk menciptakan kesan Zen.

    Tanaman pada Hunian Zen

    Tanaman merupakan objek yang menjadi signature pada hunian dengan konsep ini. Kehadiran tanaman di dalam rumah akan menciptakan kesan tenang dan harmoni. Selain di dalam ruangan, hunian ini biasanya juga memiliki ruang terbuka yang dipenuhi dengan tanaman hijau. Tanaman hijau diyakini memiliki peran yang kuat untuk menciptakan keadaan harmoni dan seimbang.

    Itulah beberapa karakteristik hunian dengan konsep Zen yang bisa kamu terapkan di rumah. Bagaimana, tertarik tidak dengan konsep interior ini? Apakah konsep interior ini cocok dengan kepribadianmu?

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 107 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )