Merdeka Belajar di SMA PGRI 2 Jombang - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Achmat Purwanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 November 2021

Rabu, 1 Desember 2021 21:47 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Merdeka Belajar di SMA PGRI 2 Jombang

    Artikel ini berisi tentang pengalaman penulis dalam menerapkan merdeka belajar di SMA PGRI 2 Jombang

    Dibaca : 20.347 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salah satu program yang dicanangkan oleh Nadiem Makarim sejak diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah ‘Merdeka Belajar’. Dalam sebuah pidatonya Nadiem menjelaskan bahwa makna merdeka belajar adalah unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya memiliki kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif.

    Sejak pertengahan bulan Maret 2019 Covid - 19  mulai mewabah di Indonesia. Hal ini menyebabkan dampak di segala bidang, salah satunya adalah bidang Pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dihentikan sementara untuk mengurangi penyebaran Virus Corona. Perubahan pola pendidikan awalnya membuat guru dan siswa merasa berat. Hal ini karena kondisi yang belum biasa. Kondisi yang tidak memungkinkan tatap muka secara langsung sehingga guru harus kreatif untuk menyesuaikan  materi sesuai kebutuhan setiap siswa.

    Fisika merupakan salah satu mata pelajaran pada jenjang SMA/MA/SMK. Sebagian siswa berpendapat, bahwa belajar Fisika di sekolah saja sangat sulit apalagi jika tidak ada pertemuan tatap muka dengan guru. Pernyataan siswa tersebut harus dapat dipecahkan oleh Guru Fisika dalam menyampaikan materi harus kreatif dan inovatif, sehingga siswa mudah memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Selain itu guru juga perlu menjadikan pelajaran Fisika menjadi mudah dan menyenangkan.

    Peran guru dan orang tua sangat diperlukan dalam melewati  masa adaptif yang tidak mudah, penuh kebingungan dan ketidakpastian. Langkah awal ditempuh guru fisika untuk dapat mewujudkan Pembelajaran Jarak Jauh adalah berfokus pada kebutuhan siswa. Yaitu dengan mengumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai kesiapan siswa. Guru  melakukan pendekatan kepada orang tua dan siswa. Guru juga memperkirakan waktu yang dibutuhkan siswa untuk menyelesaikan tugas yang akan diberikan. Dilanjutkan dengan membangun kesepakatan dengan orangtua. Selain itu menyiapkan aktivitas dan tugas belajar yang memadukan tujuan kurikulum, minat siswa dan isu yang sedang beredar.

    Sebagai wujud merdeka belajar di SMA PGRI 2 Jombang, Pihak sekolah membebaskan Bapak/Ibu guru untuk menggunakan aplikasi atau media pembelajaran apapun bagi siswa. Memilih dan menetapkan metode pembelajaran sama artinya dengan memilih dan menetapkan tujuan pembelajaran. Pada awalnya saya menggunakan media pembelajaran dengan Google Classroom akan tetapi menemui beberapa kendala. Akhirnya saya beralih menggunakan Grup WhatsApp (WA) karena media inilah yang mudah diakses siswa.

    Berikut ini pengalaman saya selama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh Fisika pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Saya mengajar  kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, dan  XI MIPA 4 di SMA PGRI 2 Jombang. Pembelajaran Jarak Jauh yang saya lakukan dengan memanfaatkan Grup WhatsApp. Grup WhatsApp menjadi sarana komunikasi dan koodinasi dengan siswa dan orang tua. Saya membuat beberapa Grup WhatsApp siswa mata pelajaran Fisika tiap kelas. Grup WhatsApp siswa ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang pembelajaran dan bisa juga untuk berdiskusi antar siswa dan juga dengan guru. Grup Whatssapp Orang tua dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang kemajuan dan keaktifan putra atau putrinya dalam mengikuti pembelajaran di rumah. Grup WhatsApp guru pengajar dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan siswa yang belum mengumpulkan tugas ataupun untuk sharing masalah yang dihadapi pada siswa.

     Saya mengawali pembelajaran di Grup Whatssapp dengan memberikan salam kepada siswa, kemudian berdo’a dan mengisi absensi lewat google form atau jaringan pribadi WhatsApp  bagi yang belum bisa akses google form serta menanyakan kabar mereka. Setelah itu saya memberikan materi pelajaran dalam bentuk file Word/PDF/PPT yang disertai voice pada materi PPT.

    Untuk materi yang lebih detail terkadang saya jelaskan lewat zoom atau memberikan link youtube. Kemudian  dilanjutkan diskusi siswa dengan pengajar. Sebagai latihan pembelajaran saya memberikan kuis via Quizizz atau kirim foto soal di Grup WhatsApp setiap sub bab materi. Di akhir setiap bab saya memberikan tugas bagi siswa yang kemudian dikumpulkan lewat link google drive atau jaringan pribadi WhatsApp.

    Perlu kesabaran dan ketelatenan dalam menunggu pengumpulan tugas fisika ini. Seringkali siswa banyak yang berkomunikasi pribadi tentang materi dan tugas di luar jam pelajaran bahkan ada yang berkomunikasi pada malam hari sehingga seakan akan mengajar 24 jam. Padahal di grup WhatsApp sudah dijelaskan berkali – kali dan diberikan kesempatan bertanya tapi tidak ada yang tanya. Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh selama semester genap ini melalui Grup WhatsApp telah kami laksanakan. Hasil yang di dapat sampai dengan awal bulan Mei 2021 di kelas saya secara umum dapat dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan persentase siswa yang telah mengumpulkan tugas dan nilai Penilaian Tingkat Semester (PTS). Untuk kelas XI MIPA1 persentase siswa yang mengumpulkan tugas sebesar 100%. Kelas XI MIPA 2 persentase siswa yang mengumpulkan tugas sebesar 95%. Kelas XI MIPA 3 persentase siswa yang mengumpulkan tugas sebesar 90%. Kelas XI MIPA 4 persentase siswa yang mengumpulkan tugas sebesar 80%. Namun hasil rekapitulasi nilai PTS siswa belum menunjukkan telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Kelas XI MIPA 1 persentase siswa yang nilai PTS di atas KKM sebesar 75%. Kelas XI MIPA 2 persentase siswa yang nilai PTS di atas KKM sebesar 65%. Kelas XI MIPA 3 persentase siswa yang nilai PTS di atas KKM sebesar 60%. Sedangkan kelas XI MIPA 4 persentase siswa yang nilai PTS di atas KKM sebesar 50%.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses Pembelajaran Jarak Jauh Fisika di kelas kami selama pandemi COVID-19 dapat berjalan dengan lancar meskipun masih ada beberapa kendala yang dihadapi. Keberhasilan pembelajaran ini tentunya didukung oleh beberapa faktor. Salah satunya guru yang kreatif dan semangat dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Motivasi siswa yang tinggi untuk tetap belajar selama di rumah serta peran orang tua dalam memantau siswa belajar di rumah dan peran serta sekolah untuk memfasilitasi kebutuhan kuota internet bagi siswa dan guru.

    Demikianlah proses pembelajaran yang dilakukan di kelas kami selama pandemi COVID-19 pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Alhamdulillah walaupun banyak kendalanya namun tugas-tugas yang diberikan selalu dikerjakan dan dikumpulkan oleh siswa. Kita dapat mengambil hikmah dari pandemi ini, Yakni kami mulai belajar untuk menggunakan aplikasi pembelajaran seperti Google Classroom, Google Meet, Google drive, Quizizz dan lain-lain. Berdasarkan pengalaman saya, dapat disimpulkan bahwa pandemi ini bukan menjadi hambatan untuk proses belajar mengajar fisika tetapi menjadi tantangan dan perjuangan untuk mencapai tujuan Pendidikan. Terus mengabdi  seraya menggapai Ridho illahi…



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.