Menerima Murid Sepenuh Hati Mewujudkan Merdeka Belajar Dari Diri - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Festival HAM 2021

Anita Rakhmi Shintasari

Guru BK SMPN 22 Semarang-Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Jumat, 3 Desember 2021 05:03 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Menerima Murid Sepenuh Hati Mewujudkan Merdeka Belajar Dari Diri

    Berproses untuk mewujudkan Merdeka Belajar dengan diawali dari diri menerima murid sepenuh hati

    Dibaca : 346 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pengalaman yang sangat berarti bagi saya pribadi, ketika bersamaan dengan terjadinya pandemi, Mas menteri meluncurkan berbagai program yang sangat menarik hati, apalagi jargon Merdeka Belajar yang terus digaungkan diseantero nusantara. Jujur awalnya saya penasaran dengan istilah Merdeka Belajar ini. Memaknainya sebagai suatu bentuk motivasi bagi diri untuk terus belajar. Tetapi setelah beberapa waktu mencari tahu akhirnya saya memahami bahwa Merdeka Belajar ini tidak hanya berorientasi pada murid saja, tetapi secara keseluruhan pada warga belajar, baik itu guru maupun murid. 

    Sebagai  guru Bimbingan Konseling, saya berusaha secara mandiri untuk dapat memperoleh pencerahan tentang Merdeka Belajar ini, mulai dari membaca artikel, infografis sampai mengikuti berbagai webinar. Banyak pengetahuan dan ilmu yang saya dapatkan yang kemudian saya coba terapkan dalam keseharian saya memberikan layanan kepada murid. Kebetulan saat itu awal pandemi, masih belum menemukan konsep yang tepat untuk dapat memberikan layanan BK secara daring. Tantangan yang luar biasa bagi saya. Jika sebelumnya saya merasa diri cukup dengan penguasaan teknologi yang standar saja, maka saat pandemi mau tidak mau saya berjuang keras untuk dapat menguasai teknologi yang relevan untuk dapat menyelenggarakan layanan.

    Namun sebenarnya yang menjadi kunci dari keberhasilan dari layanan yang saya lakukan adalah penerimaan saya kepada murid. Kenapa begitu? sebab tidak semua murid memiliki kondisi yang sama. Ada yang secara ekonomi mampu dan tidak sedikit yang sangat terbatas kemampuan finansialnya. Kondisi ini menyebabkan tidak semua murid dapat mengikuti PJJ (pembelajaran jarak jauh). Dengan menerima dan memahami mereka sepenuh hati, saya dapat memberikan ruang kepada murid untuk merasakan kemerdekaan belajar. Saya mengajak murid untuk membuat kesepakatan dalam belajar, berbekal kesepakatan ini saya tidak perlu capek mengingatkan murid akan tanggungjawab mereka dan kegiatan layanan dapat berjalan dengan menyenangkan baik bagi saya maupun murid.

    Disamping itu, bentuk penerimaan sepenuh hati ini juga saya terapkan pada siswa yang masuk kategori berkebutuhan khusus. Walaupun awalnya belum pernah bertatap muka, tetapi dari komunikasi yang terjalin antara saya dan murid dapat terekam bagaimana bentuk penerimaan saya terhadap mereka. Untuk murid yang berkebutuhan khusus kebetulan ada yang masuk kategori tuna daksa ringan. Anak ini memiliki tekad yang kuat untuk dapat mengikuti kegiatan yang ada disekolah seperti halnya dengan teman-teman lainnya. Melihat kesungguhan niatnya saya merasa bahwa dia memiliki potensi yang dapat dikembangkan, kebetulan saya mendapat tugas sebagai pengelola program kespro disekolah yang memiliki tim Peer Educator (PE) atau Pendidik Sebaya. Melalui wadah PE ini saya melibatkan murid tersebut untuk mengasah kemampuannya.

    Saya tetap berupaya memperlakukan dia sama seperti teman-temannya yang tidak berkebutuhan khusus, sehingga dia merasa sama dan setara dengan teman-temannya. Hal ini memacu semangatnya untuk lebih aktif dalam tim. Dan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya, mampu memacu dia tampil percaya diri untuk melakukan edukasi kepada teman-temannya. Kemampuan public speaking yang dimilikinya terasah seiring berjalannya waktu, menjadikan dia , Hety Susmaida pendidik sebaya bagi teman-temannya. Penerimaan dari hati pada akhirnya dapat melahirkan energi positif bagi murid untuk dapat tumbuh berkembang sesuai harapan yang menunjukkan bahwa mereka menikmati kemerdekaan dalam belajar. Mewujudkan kemerdekaan belajar dengan diawali dari diri melalui penerimaan sepenuh hati, pelan tapi pasti akan membuahkan hasil yang dinanti.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.