Setiap yang Kita Lakukan Akan Menorehkan Makna - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Guru penoreh makna

Fai Anggra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 20:58 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Setiap yang Kita Lakukan Akan Menorehkan Makna

    Pengalaman pembelajaran dalam kondisi COVID 19

    Dibaca : 6.981 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setiap Yang Kita Lakukan Akan Menorehkan Makna

     

                Assalamualaikum Wr.Wb

                Tahun 2020, seluruh dunia sedang berjibaku dengan virus COVID-19 (coronavirus disease 2019). COVID-19 merupakan jenis penyakit baru yang disebabkan oleh infeksi virus dari golongan coronavirus yaitu SARS-CoV-2 yang sering disebut virus Corona. Kasus pertama muncul di Kota Wuhan, China pada akhir desember 2019. Pada 2 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengkonfirmasi kasus COVID-19 pertama. Setiap harinya ada pertambahan jumlah kasus sehingga pemerintah memberlakukan kebijakan di PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pembatasan sosial berskala besar dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19. Pemberlakuan PSBB berpengaruh pada banyak sektor. Salah sektor yang terpengaruh adalah pendidikan. Dengan adanya kebijakan ini, maka pembelajaran di sekolah diubah menjadi pembelajaran jarak jauh.

                Pembelajaran jarak jauh adalah pembejaran yang memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capain kurikulum. Pembelajaran jarak jauh pertama kali di lakukan pada akhir bulan maret. Pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan masih belum siap 100% . Pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan selama periode maret sampai juni adalah memberikan materi dan tugas melalui aplikasi Whatsapp. Ketika melalukan pembelajaran, saya menemukan beberapa kendala yaitu kesulitan anak dalam menangkap materi dan pengumpulan tugas peserta didik. Disini sebagai guru maka saya harus tanggap terhadap kesulitan peserta didik sehingga saya melakukan analisa penyebab dari sekulitan peserta didik, pertama peserta didik mengalami kesulitan penangkapan materi terjadi karena peserta didik tidak terbiasa untuk belajar mandiri dan bergantung pada penjelasan guru. Kedua kendala pengumpulan tugas terjadi karena menurunnya motivasi peseta didik, menurunnya daya tangkap anak terhadap materi dan terbatasnya kuota yang dimiliki peserta didik. Untuk mengatasi kendala tersebut, saya memutuskan untuk memberikan materi dengan warna yang bervariasi, mengurangi jumlah soal yang saya berikan dan mengurangi materi yang saya ajarkan. Setelah hal tersebut saya lakukan, daya tangkap materi dan pengumpulan tugas peserta didik lebih baik walaupun belum seluruh peserta didik mengalami perbaikan.          

                Bulan juli tahun 2020, pembelajaran masih dilakukan melalui jarak jauh. Bulan juli merupakan awal tahun ajaran baru dan dimulainya juga semester baru. Berdasarkan pengalaman pembelajaran jarak jauh pada bulan maret sampai juni, langkah pertama yang saya lakukan menentukan jumlah kompetensi dasar yang akan saya ajarkan. Pemilihan jumlah kompetensi dasar harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi peseta didik. Langkah yang kedua yang saya lakukan adalah mendiskusikan dengan peserta didik mengenai media pembelajaran yang akan digunakan selama pembelajaran. Setelah saya berdiskusi dengan peserta didik diperoleh hasil votting bahwa pembelajaran dilakukan dengan cara pemberian materi dalam bentuk modul dan video. Modul yang saya berikan memiliki komposisi warna yang beragam agar peserta didik tidak bosan dan saya buat seringkas mungkin. Dalam pemilihan video, saya berusaha mencarikan video yang menarik minat peserta didik.

                Kendala yang saya hadapi selama pembelajaran jarak jauh adalah peserta didik yang terlambat untuk melakukan absensi dan daya tangkap materi peserta didik yang kembali menurun. Penyebab peserta didik terlambat melakukan absensi adalah menurunnya motivasi peserta didik untuk belajar dan terbatasnya jumlah kuota internet yang dimiliki peserta didik. Untuk mengatasi absensi peserta didik yang terlambat saya bekerja sama dengan wali kelas untuk mengingatkan peserta didik dan saya juga melakukan chat via Whatsapp kepada peserta didik agar saya bisa berdiskusi mengenai penyebab mereka terlambat melakukan absensi. Sedangkan daya tangkap yang kembali menurun terjadi karena peserta didik merasakan kejenuhan selama pembelajaran jarak jauh. Untuk mengatasi hal ini, saya menambahkan jumlah contoh soal yang saya berikan, memberikan soal yang mudah dan melakukan chat via Whatsapp dengan peserta didik untuk membantu kendala yang dihadapi peserta didik dalam penangkapan materi dan dalam pengerjaan soal. Selain itu, saya juga memilih video menarik tetapi dengan durasi yang pendek agar peserta didik tidak semakin jenuh ketika melihat penjelasan video. Setelah hal tersebut saya lakukan, absensi dan daya tangkap materi peserta didik lebih baik walapun masih ada beberapa peserta didik  yang belum mengalami perbaikan.

                Bulan juli tahun 2021, pembelajaran masih dilakukan melalui jarak jauh. Berdasarkan pengalaman pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran 2019/2021, langkah pertama yang saya lakukan melihat profil peserta didik. Peserta didik tahun ajaran 2020/2021 sudah 1 tahun lebih belajar dengan model pembelajaran jarak jauh sehingga rata-rata motivasi belajar mereka telah menurun. Dengan adanya pembacaan profil maka guru dapat menentukan jumlah kompetensi dasar yang akan diajarkan dan metode pembelajaran yang dilakukan. Pemilihan jumlah kompetensi dasar harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi peseta didik dan pemilihan metode pembelajaran harus sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Langkah yang kedua yang saya lakukan adalah mendiskusikan dengan peserta didik mengenai media pembelajaran yang akan digunakan selama pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran akan berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik diharapkan dengan adanya peningkatan motivasi peserta didik.

                Kendala yang muncul ketika pembelajaran daring adalah hampir sama seperti tahun ajaran sebelumnya yaitu peserta didik menurunnya motivasi belajar peserta didik. Penurunan motivasi belajar peserta didik menyebabkan peserta didik cenderung menyepelekan untuk mengikuti pembelajaran. Ditambah dengan terbatasnya jumlah kuota internet yang dimiliki peserta didik menyebabkan peserta didik kesulitan untuk mengikuti pelajaran. Untuk mengatasi kendala yang saya hadapi saya adalah saya memilih menggunakan Whatsapp dan Googleclassroom sehingga peserta didik dapat memilih sendiri media yang ingin digunakan. Selain itu, saya berusaha mencari link video pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Karena pemberian modul saja akan membuat peserta didik jenuh. Saya juga membebaskan peserta didik untuk memilih platform untuk mencari referensi tambahan. Dengan adanya pembebasan media dan platform belajar terjadi perubahan motivasi belajar. Hal ini ditandai dengan absensi peserta didik yang tepat waktu, aktif dalam diskusi di dalam grup dan pengumpulan tugas sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

                Semua kendala yang muncul selama pembelajaran dalam kondisi COVID 19 mengajarkan bahwa sebagai guru kita harus kepekaan, kesiapan dan kesabaran. Guru harus memiliki kepekaan terhadap kemampuan peserta didik dimana capaian kompetensi harus disesuaikan dengan kemampuan rata-rata kelas. Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak terbebani dengan pembejaran. Guru juga harus memiliki kepekaaan terhadap kondisi peserta didik apabila peserta didik mulai mengalami kesulitan dan kejenuhan dalam pembelajaran maka guru harus secepatnya melakukan evaluasi pembelajaran. Selain itu, guru juga harus memiliki kepekaan mengenai macam-macam media pembelajaran daring inovatif sehingga guru bisa menyajikan media pembelajaran yang bervariatif. Guru juga harus memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi peserta didik. Peserta didik terdiri dari beragam karakter dan tingkah laku. Oleh karena itu selama pembelajaran guru harus bersiap jika ada perubahan tingkah laku dari peserta didik. Seorang guru harus memiliki kesabaran dalam membimbing peserta didik. Guru harus bersabar dalam membimbing peserta didik untuk memahami materi dan membmbing peserta didik saat mengerjakan soal. Selain itu, guru juga harus bersabar dengan perubahan tingkah laku peserta didik. Dengan adanya kepekaan, kesiapan dan kesabaran guru, peserta didik akan lebih termotivasi karena merasa guru akan membersamainya dalam pembelajaran. Sebagai seorang guru sampai sekarang saya masih berusaha untuk memperbaiki kepekaan, kesiapan dan kesabaran saya agar pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan dapat bermakna bagi peserta didik.

               

               



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.