Merdeka Belajar Peredam Learning Loss - Analisis - www.indonesiana.id
x

study holic

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Minggu, 5 Desember 2021 09:02 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Merdeka Belajar Peredam Learning Loss

    Guru yang merdeka akan membuat pelayanan pembelajaran yang memberi kemerdekaan kepada siswa. Siswa yang merdeka dalam belajar akan berdampak pada keinginannya dalam belajar, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri untuk memilih dan menentukan apa dan bagaimana mereka memperoleh pengetahuan dan pengajaran tanpa mengesampingkan capaian kompetensi yang diberikan oleh guru.

    Dibaca : 302 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    MERDEKA BELAJAR PEREDAM LEARNING LOSS

    Sujoko, SMA Negeri 32 Jakarta

    Merdeka belajar memberi kesempatan guru dan siswa menggali potensi terbesarnya untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas belajar secara mandiri. Masih banyak guru memberikan pelayanan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai obyek belajar. Kondisi ini membuat siswa bukan menjadi siswa yang merdeka belajar. Siswa berada pada posisi menderita belajar. Guru hanya memberikan satu bentuk pelayanan untuk semua siswa. Guru menganggap semua siswa mempunyai kemampuan, kemauan, kondisi psikologis, dan sarana prasarana penunjang pembelajaran yang sama.

    Masa pandemik berdampak pada penutupan sekolah sehingga terjadi ketidaktercapaian belajar, kemampuan siswa menurun dan ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar. Selain itu dampak penutupan sekolah adalah perkembangan emosi dan kesehatan psikologis siswa terganggu, siswa rentan putus sekolah, hal ini akan berdampak terhadap pendapatan siswa dikemudian hari. Sumber daya siswa akan menurun.

    Penutupan sekolah juga berdampak pada learning loss. Learning Loss adalah hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu. Sebuah tantangan tersendiri buat guru agar learning loss dapat diredam.  

    Masa pandemik sekarang ini menuntut saya dan siswa saya untuk memiliki inovasi dan meningkatkan kualitas belajar secara mandiri. Inovasi dan kualitas pelayanan pembelajaran akan memiliki dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Proses pelayanan pembelajaran yang saya berikan, memberikan kesempatan yang luas kepada siswa sehingga membuat siswa nyaman dalam belajar. Siswa diberi kesempatan yang luas dalam mengakses sumber belajar, cara belajar, dan perangkat yang digunakan. Saya memberikan beberapa contoh aternatif sumber belajar. Mereka dapat mengikuti pembelajaran secara daring melalui zoom meeting. Mereka dapat mengikuti pembelajaran tidak langsung melalui Youtube Channel,  Power Point, bahkan modul yang sudah saya siapkan. Untuk siswa yang tidak punya perangkat atau kuota dapat mengikuti pembelajaran di sekolah. Siswa juga saya berikan kesempatan mengumpulkan tugas melalui beberapa cara. Mereka dapat mengumpulkan tugas melalui edmodo, melalui whatApp, email, atau mengumpulkan manual ke sekolah. Strategi ini membuat siswa tetap dapat mencapai capaian kompetensi yang saya berikan walaupun dengan cara yang berbeda. Saya memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan bagaimana mereka belajar dan bagaimana mereka mengumpulkan tugas yang saya berikan.

    Suasana pembelajaran yang nyaman dengan tetap berbasis pencapaian kompetensi merupakan cita-cita saya sebagai guru. Cita-cita mulia saya sebagai guru adalah dapat memberikan pelayanan pembelajaran yang nyaman berbasis pencapaian kompetensi menuntut saya untuk memahami konsep, membangun keberlanjutan, memilih tantangan, memberdayakan konteks dan memanusiakan hubungan. Lima hal tersebut akan mengarah kepada kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi, dan karier, yang mengarah ke pencapaian cita-cita saya.

    Kemerdekaan menjadikan saya sebagai guru dapat menentukan tujuan, cara dan refleksi belajar untuk terus menerus mengembangkan diri. Saya mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompetensi ini akan menjadikan saya siap menghadapi tantangan pelayanan pembelajaran, siswa dan relevan dengan konteknya. Ini dapat tercapai jika saya diberi kesempatan untuk memilih jenis pelatihan, melakukan penelitian dan kolaborasi. Kolaborasi dengan sesama guru dan komunitas yang menghasilkan tujuan bersama akan membuat saya mendapatkan pengalaman yang relevan. Terakhir adalah karier, memberi kesempatan saya untuk mengenali, memilih, merencanakan, dan mengembangkan kariernya sesuai potensi dan aspirasi. Guru yang merdeka dalam belajar akan berdampak pada pelayanan yang memberi kesempatan yang luas pada siswanya dalam belajar. Siswa dijadikan siswa yang merdeka dalam belajar. Siswa mendapatkan kesempatan yang luas untuk menerima pelayanan pembelajaran yang beragam, menentukan cara belajar dan sumber belajar. Siswa yang mendapatkan kesempatan yang luas tersebut akan menjadikan siswa saya menjadi lebih kreatif dan inovatif.

    Guru yang merdeka akan membuat pelayanan pembelajaran yang memberi kemerdekaan kepada siswa. Siswa yang merdeka dalam belajar akan berdampak pada keinginannya dalam belajar, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri untuk memilih dan menentukan apa dan bagaimana mereka memperoleh pengetahuan dan pengajaran tanpa mengesampingkan capaian kompetensi yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hal tersebut  dapat disimpulkan bahwa merdeka belajar akan membuat guru dan siswa merdeka dalam belajar, hai ini akan dapat meredam terjadinya learnig loss.

    Ikuti tulisan menarik study holic lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.