Inovasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan Menggunakan Project Based Learning - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Intan Bahriyah Maulidiyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2021

Senin, 6 Desember 2021 09:42 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Inovasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan Menggunakan Project Based Learning

    Project based learning ( pembelajaran berbasis proyek ) pada Pembelajaran tatap Muka Terbatas ini merupakan implementasi untuk meningkatkan kompetensi siswa pada materi Fluida dan menghasilkan pembelajaran yang berpusat ke siswa (student centered ) sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi learning loss.

    Dibaca : 860 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Inovasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan menggunakan Project Based Learning

     

    Covid -19 yang telah melanda di negara Indonesia sejak awal maret 2020, membuat Pemerintah Indonesia mengambil suatu kebijakan untuk memberlakukan lockdown yaitu upaya pengendalian penyebaran virus corona dengan cara pembatasan kegiatan di ruang publik. Kegiatan pembatasan berskala besar akibat adanya Covid - 19 ini telah membawa dampak perubahan diberbagai sektor kehidupan, salah satunya di sektor pendidikan. Ketidaksiapan elemen pendidikan yaitu guru dan peserta didik dalam menghadapi kebijakan pemerintah untuk mengalihkan kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas menjadi belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh  membuat kami harus bisa beradaptasi dan responsive terhadap perubahan. Perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran : diberitahu, guru sebagai sumber utama, tekstual, berbasis konten dan verbalisme berubah menjadi pembelajaran mencari tahu, berfikir kritis, pengembangan kreativitas, berbasis kompetensi, dan penggunaan teknologi. Guru sebagai garda terdepan dalam proses pendidikan dan pengajaran mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya, karena baik dan buruknya peserta didik tergantung gurunya.

    Pembelajaran jarak jauh yang sudah dilaksanakan hampir setahun yang lalu juga membawa efek negatif salah satunya adanya learning loss. Pemerintahpun segera tanggap dan secara cepat mengambil langkah kebijakan baru agar pendidikan tetap dapat berjalan maximal sehingga bisa meminimalisir learning loss. Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas ( PTMT ) pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 telah membawa angin segar di dunia pendidikan, termasuk guru, siswa maupun orang tua wali murid.

    Berbagai strategi pembelajaran dilakukan guru agar kegiatan pembelajaran bisa berlangsung secara maximal. Keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, khususnya alat praktikum fisika, membuat kami menggunakan model pembelajaran berbasis  proyek ( project based learning) guna meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran fisika khususnya materi fluida di kelas XI MIPA 1, pada kompetensi dasar  4.4 : Membuat dan menguji  proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida, dan makna fisisnya.

    Project based learning atau pembelajaran berbasis  proyek adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan yang menghasilkan produk. Pada pembelajaran fluida dinamis ini siswa terlibat secara langsung mulai dari merencanakan, membuat rancangan , melaksanakan dan melaporkan hasil kegiatan berupa alat peraga sederhana fluida dinamis, seperti miniatur kincir air, alat kebocoran air dan air mancur tanpa listrik. Kegiatan yang melibatkan siswa mulai dari merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil merupakan kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa ( student centered ). Keanekaragaman produk alat peraga sederhana fluida dinamis yang dihasilkan siswa, telah menunjukkan bahwa penilaian secara kognitif maupun psikomotorik sudah memenuhi capaian kompetensi.

    Dari rangkaian kegiatan tahapan project based learning, dapat disimpulkan bahwa pandemi covid – 19 bukan halangan untuk kita tetap belajar fisika, siswa justru tertantang untuk membuat karya / proyek yang kreatif dan inovatif. Siswa seakan merindukan dan berharap kegiatan pembelajaran tatap muka kembali normal seperti sebelum pandemi covid-19. Semoga harapan mereka dan kita semua bahwa pandemi segera berakhir diridhoi oleh Alloh,Tuhan Yang Maha Esa, amin.

     

    Intan Bahriyah Maulidiyah, S.Si adalah guru SMA Negeri Pilangkenceng.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.