Indahnya Permata di Unsiyah - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Dedek Putry Maulidar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 12:33 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Indahnya Permata di Unsiyah

    "Pengalamanku menuju kesuksesan, diiringi dengan usaha dan doa"

    Dibaca : 730 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    INDAHNYA PERMATA DI UNSIYAH

     

    Hallo pekenalkan nama ku Dedek Putry Maulidar, orang memanggilku dengan sebutan Dedek. Aku terlahir dari keluarga yang sangat harmonis.  Saat aku kecil, aku bukan termasuk anak yang pintar tapi anak yang sangat ceria dan suka bermain. Kata orang “Aku anak yang setara pada umumnya”. Tapi aku termasuk kedalam kategori anak yang penurut sama orang tuaku.

    Beranjak aku berusia 6 Tahun, aku masuk disalah satu Sekolah Dasar yang ada di Perkotaan yaitu SD Negeri 18 Meulaboh, pada Tahun 2006. Disaat kelas 1 sampai kelas 6 aku selalu bermain, bercanda dan tapi aku bukan anak yang ranjin tugas ataupun lainnya. Yang anehnya aku belum mengerti “Apa itu cita-cita?”. Dikelas 5 kejadian itu dimulai. Saat salah satu guruku bertanya “Cita-cita kamu apa dek ?”. Aku tidak bisa menjawab, aku masih berfikir “Apa sih itu cita-cita ?”. Sampai akhirnya mengetahui cita-cita ku itu menjadi Seorang Guru.

    Dikelas 6 aku sudah mulai belajar yang sangat rajin walapun aku tidak pernah dapat rangking. Tapi aku memiliki impian untuk mengejar sekolah MTsN Model 1 Meulaboh. Aku berusaha untuk masuk MTsN itu karna aku tau bahwa sekolah itu berfovorit di Perkotaanku. Waktu itu guru bertanya kepadaku “Dek idola kamu siapa ?” aku jawab “Kakak dan Mama”. Karna aku salut dengan mereka yang bisa masuk ke sekolah yang diimpakan.

    Saat kelas 6 mengikuti semester 12 menuju Kelulusan Sekolah Dasar (SD), untuk tamat di Sekolah Dasar harus menguikuti (UN) dan mengikuti tes Sekolah Menegah Pertama MTsN Model 1 Meulaboh dengan ditemenin sama ayahku. Walaupun tes yang diikuti sama seperti waktu (SD) yaitu menjawab soal dan lain-lain. “Kalian tau apa !!!  yang memberatkan dan hancurnya hatiku”. Saat aku dinyatakan “Tidak Lulus di MTsN Model 1 Meulaboh”.

    Aku menceritakan kepada mama, “Mama bilang gak papa gagal yang penting Dedek sudah berusaha, coba cari sekolah yang dekat”.  Memang banyak sekolah yang dekat tempat tinggalku di Kecamatan. Aku bilang sama mamaku “Dedek akan tes didua sekolah yang dikecamatan yaitu MTsN 1 Meureubo dan SMP Negeri 2 Meureubo”. Saat tes itu ayahku bertanya kepada panitia sekolah “Kapan pengumuannya akan diumumkan ?”. Panitia bilang kepada ayah dan aku yang mendengarkannya “1 minggu setelah tes pengumumannya akan keluar dimading sekolah”.

    Di 1 bulan itu aku dinyatakan “Lulus” ke dua-duanya. Pas aku pulang dan kabarin ke mama bahwa aku lulus, Mama bilang “Sekolah mana yang mau diambil ?”. Aku jawab “Sekolah SMP Negeri 2 Meureubo”. aku pernah membaca salah satu novel kakakku yang menuliskan “Rahilah cita-citamu setinggi bintang dilanggit dan rendahkan hatimu sebagai rumput di bumi”. Aku meyakini kata-kata itu bahwa “Pasti aku bisa mencapai sekolah yang aku impikan suatu saat nanti”.

    Tahun 2012 hari selasa aku masuk Sekolah Menegah Pertama yaitu disekolah SMP Negeri 2 Meureubo. Kalian pasti tau saat awal mula masuk sekolah, kita pasti bangun pagi-pagi dengan berpakaian yang rapi. Kebetulan pada hari pertama sekolah aku sangat syok dan tajuk bahwa sekolah itu sangat indah, bersih dan memiliki 15 kelas.

    Hari rabunya aku diantar oleh ayahku kesekolah. Bertemu dengan teman-teman dan guru-guru. Selama seminggu, waktu yang ditunggu yaitu Pembagian Rapor. Aku dipanggil oleh Kepala Sekolah, kami memangilnya Bapak Mister Rum. Aku masih ingat bapak itu menyebutkan “Kelas VII2 dengan Wali Kelas untuk maju kedepan dan menyebutkan nama rangking anak didiknya dari rangking 1 sampai 3”. Tiba-tiba wali kelas memanggil namaku dengan mengunakan microphone.

    Saat pulang kerumah, aku senang sejadi-jadinya dan memberikan kabar pada mamaku, saat pulang dari kerja. “Mama dedek dapat rangking”. Mamaku bilang “Alhamdulillah dan jangan puas karena itu harus berdoa dan berusaha belajar lagi”. Aku menjawab “Iya” (sambil tersenyum) dan aku kabarin kakakku yang lain.

    Dikelas IX, hal-hal bisanya aku lewatkan disekolah itu sangat heppy. Kalian pasti tau “Bahwa ketika seorang senang pasti akan ada hal yang menyedihkan”. Itu pun terjadi kepadaku di semester 2 kelas IX, kita pasti kenal dengan Ujian Nasional (UN) dan masuk Sekolah Menegah Atas (SMA). Sampai aku masuk tes di Sekolah Menegah Atas, yaitu sekolah impikanku SMA Negeri 4 Wira Bangsa. Sekolah yang berfavorit di perkotaan, tapi aku juga mendaftar satu sekolah di SMA Negeri 1 Meureubo. Pas aku mengikuti tes disekolah berfavorit itu ada menggunakan 2 sistem tes. Tapi yang aku berdoa supaya bisa Lulus di SMA Negeri 4 Wira Bangsa.

    Akhirnya pengumuman itu terjadi. Mulanya sekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa diumumkan lewat internet, saat aku membukanya aku dinyatakan “Tidak lulus” tes menjawab soal. Aku sangat sedih sampai orang tuaku melihatnya. Malam hari aku bertanya kepada diriku “Kenapa yang selalu aku inginkan tidak pernah tercapai, sampai aku berpikir apa aku bodoh, apakah aku tidak mampu ?. Tapi aku sudah berusaha”. Kata mamaku “Dedek belum ada rezeki disitu nanti ada rezeki ditempat lain”. Sampai paginya mama ku bilang “Coba tanyak kepihak sekolah aja dulu, kan belum yakin tidak lulus, itu kan lulusnya melalui internet bisa jadi salah”.

    Sampai aku percaya, dalam lubuk hatiku menjawab “Iya juga apa yang dibilang diinternet, tidak semua benar”. Aku mengajak ayahku kesekolah itu “Ayah yuk pergi kesekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa ?”. Ayah ku menjawab “Iya”. Sampai ke sekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa dijam 08:45 aku tidak bertemu Kepala Sekolah hanya bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah. Aku bertanya kepada Wakil Kepala Sekolah “Pak apa benar saya tidak lulus ?”. Wakil Kepala Sekolah itu menjawab “Nomor ujiannya berapa ?”. Aku jawab “Nomor ini pak….”. Wakil Kepala Sekolah menjawab lagi “Maaf ya nak kamu Tidak Lulus”. Ayahku minta bantuan kepada bapak itu “Pak, tolong anak saya luluskan”, sambil aku melihatnya. Bapak Wakil Kepala Sekolah itu berkata :

    “Nak, kamu tahu permata yang jatuh didalam lumpur, walaupun kamu berusaha tapi usaha mu kurang maksimal tidak akan pernah mendapatkan permata yang jatuh itu. Tapi kalau kamu berusaha lebih keras lagi kamu akan bertemu dengan permata itu, memerlukan waktu yang lama. Yakinlah pasti ada saat kamu menemukan permata itu”.

    Waktu diberikan nasehat itu, aku berucap “Amin”. Dalam hatiku berkata “Sampaikan cita-citaku”. Sampai pulang kerumah aku menangis. Mamaku bilang “Air mata bukan suatu penyelesaian”.

    Di Tahun 2015 aku dinyatakan “Lulus” di SMA Negeri 1 Meureubo dijurusan IPA. Dimasa-masa kelas X sampai XII, aku dapat mengikuti Ospek, rangking 1, 2 dan 3, serta terpilih menjadi perserta OSN ditingkat Kecematan dan menjadi Anggota Osis dalam bidang keagamaan.

    Sampai akhirnya dikelas XIII semester 2 akhir menuju kelulusan SMA. Kita sering mengenal Jalur Undangan untuk masuk ke Universitas. Waktu itu orang tua dari rangking 1 sampai 10 dipanggil oleh pihak kepala sekolah untuk mengikuti rapat tersebut. Aku salah satu yang mendapatkan jalur undangan untuk masuk 2 Universitas, itu syaratnya. Pihak sekolah memangil setiap anak yang mendapatkan jalur undangan tersebut. Pihak sekolah berkata “Jalur undangan ini bisa kalian pilih 2 Universitas dengan 4 Falkultas dan bisa kalian daftar secara individu atau pun dibantu oleh pihak sekolah”.

    Aku menjawab kepada pihak sekolah kalau “Aku daftar sendiri”. Saat pulang sekolah aku memberikan kabar tersebut kepada kedua orang tuaku berserta kakakku. Kakakku bilang “Memang dedek mau daftar Universitas sama Falkutas apa aja ?”. Aku menjawab “Universitas Syaih Kuala (USK) dengan Faklkutas Fkip dan Ekonomi, serta Univertsitas Negeri Padang (UNP) dengan Falkultas Fkip dan Ekonomi”. Akhirnya perdaftaran itu dimulai aku dibantu oleh kakakku untuk mendaftar.

    Setelah mendaftar itu, kita mengikuti tryout untuk UN dan SBMPTN, aku mengikuti keduanya. Aku mengaharapkan Lulus Jalur Undangan di Universitas yang aku impikan yaitu “Universitas Syaih Kuala”. Ada satu hal yang sangat ingat yaitu tryout di salah satu sekolah.  Aku tidak tau itu bahwa datang alumni dari SMA Negeri 4 Wira Bangsa menyatakan mereka akan melakukan tryout SBMPTN.

    Akhirnya pengumuman Jalur Undang diumukan aku dinyatakan “Tidak lulus”, aku menagis dirumah. Aku masih kepikiran “Kenapa ya, aku tidak lulus ?”. Tapi mamaku melihatku menagis, mama hanya bisa memberikan motivasi untuk aku semangat lagi. UN yang ditungguh pun terjadi, kami semua tidak bisa UN di SMA karena jaringan tidak bagus. Maka pihak sekolah meminta bantuan kepada pihak Universitas Teuku Umar (UTU) untuk membantu. Jadi kami dan teman-teman lain mengikuti UN tersebut dengan lancar tanpa ada halangan.

    Waktu sebelum mengikuti tes, teman yang lain bertanya kepada ku “Dek kenapa dedek gak daftar aja diUniversitas Teuku Umar ?”. Aku tau mereka lulus di Universitas itu, tapi masalahnya di Universitas itu tidak ada Universitas Keguruan yang aku impikan. Sebenarnya mamaku menawarkan untuk masuk “Universitas STKIP Bina Bangsa Meulaboh”. Aku tidak menerima karena aku ingin mengejar dan melanjutkan studiku di “Universitas Syaih Kuala (USK)”. Kami akhirnya dinyatakan lulus UN pada Tahun 2018 dan kami merayakannya.

    Waktu ditunggu Sudah Tiba, jalur SBMPTN. Aku dibantu oleh kakakku untuk mendaftarkan SBMPTN di internet dan membayar biaya pendaftran di Bank BNI. Saat dibuka pendaftaranya kakakku bertanya “Dedek mau kuliah dimana?”. Masih jawaban yang sama “Universitas Syaih Kuala (USK) dengan Falkultas Fkip dan Ekonomi”. Akhirnya aku telah terdaftar untuk mengikuti tes SBMPTN.

    Aku mendaftar tes itu dibanda. Aku berangkat dengan mama menuju kebanda dengan perjalanan yang jauh menaiki Mobil L300. Sampai kami dibanda hari sabtu, soalnya hari senin aku ujian tes di RKU 3. Saat mengikuti tes itu mamaku memberi nasehat untuk jangan “Lupa berdoa dan baca bismilah serta istighfar 100 kali”. Alhamdulillah aku bisa menjawab soal 100 itu. Saat selesai tes itu mamaku bertanya “Gimana tesnya, bisa jawab?”. Aku hanya mengangung dan tersenyum. Setelah tes hari senin hari rabunya kami pulang kekampung.

    Sampai pengumuman SBMPTN diumumkan lewat internet, kakakku mengabari lewat telepon kalau aku dinyatakan “Tidak lulus”. Aku hanya bisa diam dan termenung tak tau apa !! dan aku merasa heran nomorku tidak pernah ada. Kakakku menelepon orang tuaku, bahwa sudah dibukan Jalur Mandiri (PMB), mamaku berbicara kepada kakaku bahwa intinya aku boleh ikut jalur itu. Sebelum itu mama bertanya kepada ku dulu. “Dek apa sebaiknya kamu kuliah di STKIP Bina Bangsa Meulaboh ?”. Aku menjawab dengan lantang “Mama pokoknya dedek harus lulus di Universitas Keguruan”. Diambilah keputusan bersama oleh keluargaku untuk aku mengikuti Jalur Mandiri (PMB).

    Kalian tau, aku sangat tertarik sekali dengan impian yang aku inginkan menjadi seorang guru. Kakakku berkata “Dek mau universitas apa?”. Aku menjawab “Universitas Syaih Kuala (USK) dengan Fakultas Fkip”. Setelah sekian arguman ini aku terdaftar mengikut jalur itu. Saat mau mengikuti ujian di banda, aku pergi sendiri tidak dikawani oleh orang tuaku. Tapi mamaku berkata “Semoga dedek lulus”. Aku jawab “Amin”.

    Sampai dikos kakakku dibanda, aku beristirahat sejenak karena 2 hari lagi akan mengikuti tes yang beralokasi di Falkultas Hukum. Tes itu dimulai, aku tidak bisa menjawab dan banyak masih kosong (kecewa dan sedih). Setelah selesai menjawab aku kembali ketempat kos kakakku yang tidak jauh dari tempat tes ku itu.  

    Di hari rabu aku pergi jalan-jalan di Taman Sari dan Mesjid Banda Aceh sambil melihat permandangan di kota. Saat jam shalat isya di Mesjid Banda Aceh, aku berdoa sambil bersujud “Ya Allah kalbulkan doa dedek, dedek berjanji akan bernazar puasa 1 minggu apa bila lulus di Universitas Impian dedek (“Amin”)”.

    Dimana hari pengumuman dinantikan tiba. Aku ingat dihari kamis dijam 14.00-15.00 Kakakku dan aku melihat pengumuman di internet sambil melihat ada kata-kata bahwa aku “Lulus”. Aku lihat lagi, aku lulus di Universitas Syaih kuala, Falkultas Fkip jurusan PPkn. Dan kami menelepon mama dikampung bahwah aku dinyatakakan Lulus. Mama bilang “Alhamdulillah”.

    Bulan pun berlalu dimana Universitas yang aku impikan, aku OSIMPUS 3 hari. Disitu ada acaranya di gedung ACC Dayang Daud. Dan setiap panitia acara memanggil setiap Falkutas yang ada di Universitas Syaih Kuala. Baru aku menyadari dan yakin akan hal namaya Lulus”. Pas shalat subuh aku berdoa dan bersujud “Alhamdullilah ya Allah, engkau sudah memberikan dedek kata-kata “Lulus” yang tak pernah dedek dapatkan, dedek tahu kata-kata “Kegagalan” yang selalu dedek dapatkan adalah keberhasilan yang tertunda yang harus dedek dapatkan dengan usaha dan doa. Terimakasih Allah”.

    Akhirnya menjadi Calon Mahasiswa salah satu terbaik dikotaku yaitu Universitas Syaih Kuala dengan Fakultas Fkip Prodi. Sampai sekarang aku menjadi Mahasiswa Angkatan 18 menuju semester 8. Dari kelulusan yang aku dapatkan ini, seperti menemukan Permata yang tidak bisa lupakan. Aku tidak merasa kegagalan itu menyakitkan, karena “Kegagalan” adalah kunci utamanya menuju kesuksesan “(Usaha dan Berdoa)”. Aku pernah membaca disalah satu buku “Dari kegagalan, bukan penyelesaian. Mulailah, Tidak pernah ada kata terlambat bagi mereka yang punyak tekad untuk berusaha”. Itulah Permata yang tidak bisa dilupakan. Kalian pasti penasaran, “Apakah aku akan menjadi seorang guru setalah Tamat di Universitas Syaih Kuala di Falkultas Fkip PPKn ?”.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.