Peran Pemuka Agama Menghadapi Covid-19 - Analisis - www.indonesiana.id
x

Penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 harus dibarengi penerapan protokol kesehatan lain, yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan.

Azzahra Feria Afifah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Desember 2021

Rabu, 8 Desember 2021 16:47 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Peran Pemuka Agama Menghadapi Covid-19


    Dibaca : 175 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Awal tahun 2020 seluruh dunia mengalami pandemi yang mengakibatkan jutaan manusia meninggal dunia. Pandemi tersebut adalah Covid-19. Tak terkecuali Indonesia juga mengalaminya. Banyak kegiatan yang menjadi terganggu akibat kegiatan tersebut seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan atau bahkan lembaga keagamaan. Sebagai negara yang mengharuskan masyarakatnya untuk memiliki agama, pemuka agama dapat membantu pemerintah untuk memberikan penyuluhan terkait protokol kesehatan. Pemuka agama dinilai menjadi salah satu tokoh penting di masa pandemi saat ini terutama dalam keberhasilan kebijakan selama pandemi. Hal ini karena pemuka agama merupakan tempat berkonsultasi dan mendapat arahan atau bimbingan dimana bahasa pesan yang digunakan pemuka agama berupa nasehat yang memberikan pencerahan kepada para jamaahnya. Contohnya dalam agama Islam mereka dapat menggunakan beberapa ayat Allah, sunah nabi atau kisah dari para ulama untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk memtuhi protokol kesehatan.
    Peran pemuka agama selama masa pandemi covid-19 di Indonesia, yaitu pertama, pemuka agama sebagai aktor penyuluh. Seperti di Kota Pangkalpinang, peran pemuka agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap tenang ditengah situasi pandemi. Contohnya pada tahun 2020 silam dimana Prov. Kep. Bangka Belitung menjadi zona kuning Covid-19 dan pemprov. Kep. Babel mengajak tokoh agama umat Islam untuk menghimbau jamaahnya untuk tidak melaksanakan salat berjamaah di Masjid dan mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur dirumah masing-masing. Kedua, pemuka agama sebagai pelayanan mental spiritual masyarakat. Peran pemuka agama dalam memberikan pelayanan mental spiritual masyarakat selama masa pandemi adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana kegiatan keagamaan. Pemuka agama sebagai pelayanan mental spritual yakni dengan mengajak masyarakat dan jamaahnya untuk hidup sehat dan memperbaiki persepsi ke arah yang positif. Ketiga, pemuka agama sebagai sumber informasi pandemi. Pemuka agama sebagai figur yang karismatik menjadikannya perantara pesan dari pemerintah dan tenaga kesehatan kepada masyarakat. Contohnya adalah menyiarkan dakwah atau berdialog dengan pemuka agama di stasiun TV Lokal atau sosial media dari pemerintah atau tenaga medis. Di Bangka Belitung, peran pemuka agama di tengah situasi pandemi covid-19 yakni dengan tetap memberikan informasi dan bimbingan yang dilakukan oleh Kepala KUA, penghulu dan penyuluh di Kecamatan maupun desa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kep. Babel dan diapresiasi karena di tengah situasi pandemi masih melaksanakan kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
    Dalam pandangan sosiologi agama, perubahan sosial juga dapat berasal dan didorong dari nilai-nilai agama. Contohnya adalah penyuluhan protokol kesehatan oleh pemuka agama. Sosiologi agama menjelaskan bahwa orientasi agama tersebut dapat membantu masyarakat untuk mendefinisikan apa yang baik dan buruk akan sesuatu serta dapat juga mengarahkan tindakan kolektif. Seperti penyuluhan oleh pemuka agama mengenai protokol kesehatan, masyarakat dapat mendefiniskan bahwa ‘baik’ itu ketika mematuhi protokol kesehatan. Mengapa demikian? Karena di Indonesia pemuka agama salah satu tokoh penting bagi umat beragama. Sosiologi agama menjelaskan bagaimana faktor dan peran agama dalam perubahan sosial yaitu karena agama berusaha mengintegrasikan masyarakat dalam terminologi sistem simbol yang baru. Menurut Parsons simbol agama memiliki fungsi untuk memobilisasi motivasi bagi perubahan sosial seperti perubahan struktur masyarakat. Seperti situasi pandemi covid-19, penyuluhan protokol kesehatan juga dilakukan oleh pemuka agama.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.