Ingat, Gunung Bukanlah Tempat Sampah - Analisis - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Selasa, 14 Desember 2021 12:13 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ingat, Gunung Bukanlah Tempat Sampah

    Gunung dalam pengertian masyarakat lokal merupakan wilayah suci yang harus dihormati. Gunung juga merupakan salah satu keindahan yang ada didunia ini, maka masyarakat banyak yang menjadikan gunung sebagai tempat yang nyaman untuk menenangkan diri.

    Dibaca : 535 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Beberapa tahun ke belakang, banyak masyarakat melakukan healing dengan pergi ke suatu tempat. Salah satunya saat ini cukup banyak yang mulai menyukai mendaki gunung. Tentunya melakukan pendakian diharuskan membawa peralatan lengkap yang dapat menunjang keberlangsungan kegiatan selama berada di track.

    Melihat fenomena ini tentu masyarakat beramai-ramai untuk bisa mencapai puncak. Tetapi sangat disayangkan hadirnya demam naik gunung ini tidak meninggalkan kesan yang positif. Setelah melakukan pendakian, tidak sedikit pendaki yang meninggalkan sampahnya di jalur pendakian.

    Dulu melakukan pendakian gunung dimaksudkan untuk mencari kesunyian, menghidup udara yang segar dan berih, bahkan banyak yang melepas penat dari dunia perkotaan. Saat ini mendaki gunung sudah bisa dikatakan menjadi sebuah gaya hidup. Jadi tidak heran banyak yang melakukan kebiasaannya saat melakukan pendakian, tetapi yang harus sangat ditekankan gunung adalah keindahan alam bukan tempat sampah.

    Menurut Sofyan, seorang pembicara dari Indonesia Expedition “Anak muda saat ini seperti memiliki kecenderungan melanggar aturan adalah hal yang keren. Tidak heran jika budaya buang sampah sembarang bisa terjadi karena masyarakat yang terbiasa melakukan hal itu. Terbukti bahwa masih banyak yang membuang sampah sembarang yang pada akhirnya juga terbawa saat melakukan pendakian.”

    Jika semua pendaki memiliki pemikiran bahwa gunung adalah suatu keindahan yang harus kita jaga dan rawat bersama, dipastikan kesadaran itu akan timbul dengan sendirinya. Tanpa harus ada rambu peringatan disetiap tempat.

    Sebagaimana mestinya dulu masyarakat melakukan pendakian untuk menjaga keindahan dan kebersihannya. Para pendaki khususnya diharuskan memiliki kesadaran dala dirinya, bahwa merawat kebersihan dan kesegaran pegunungan adalah tanggung jawab bersama.

    Setelah melakukan pendakian, sisa makanan dan sampahnya dirapihkan setelah itu dibawa hingga menemukan tempat pembuangan akhir. Sehingga tidak menyebabkan sampah berserakan dijalur pendakian ataupun daerah pegunungan.

    Kesadaran untuk menjaga kebersihan dan keindahan gunung tentu adalah kewajiban dan kesadaran bersama. Menikmati keindahan tentu harus menjaga dan menghargai hal itu untuk tetap ada bukan? Maka mari mulai bangkitkan kesadaran diri untuk bisa menjaga lingkungkan agar tetap indah dan bersih. Jika belum bisa menyadarkan banyak orang, minimal kita tidak meninggalkan sampah ditempat tidak seharusnya. Memulai perubahan dari diri sendiri itulah yang terbaik.

    Ikuti tulisan menarik sangpemikir lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.