Legenda Si Malin Kundang Masih Menjadi Magnit Wisata Kota Padang - Analisis - www.indonesiana.id
x

Rilda Gumala

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Senin, 20 Desember 2021 08:46 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Legenda Si Malin Kundang Masih Menjadi Magnit Wisata Kota Padang

    Menelusuri jejak Legenda Si Malin Kundang di Pantai Air Manis , Padang, Sumatera Barat.

    Dibaca : 784 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    LEGENDA SI MALIN KUNDANG MASIH MENJADI MAGNIT WISATA KOTA PADANG

    Sudah lama sekali tidak berkunjung ke Pantai Air Manis yang terletak di sebelah selatan Kota Padang, dibalik Bukit Gado-Gado dan Gunung Padang. Pantai yang indah,bibir pantainya luas dan  landai ,dulu aku senang sekali bermain pasir di bibir pantai ini. Pohon kelapa yang berjejer di sepanjang pantainya menghadirkan suasana yang benar-benar asri, amazinglah. 

    Dulu sulit sekali untuk mencapai pantai air manis, harus melewati bukit yang membutuhkan tenaga ekstra, jika berkendaraan jalannya curam dan terjal, benar-benar memacu adrenalin. Sekarang dengan dibukanya jalur baru melewati jembatan Sitti Nurbaya akses ke Pantai air Manis sangatlah mudah dan cepat. Bahkan mobil bisa langsung di parkir tidak jauh dari Batu Si Malin Kundang. Wow..

    Kami tiba di Pantai Air Manis sudah sore sekitar jam 17,00 Wib, tapi pengunjung masih sangat banyak walaupun sesekali hujan mulai menitik. Harapan satu-satunya adalah dapat melihat Batu Si Malin Kundang  lalu tak lupa berfoto di sana sebagai bukti telah pernah berkunjung ke kota Padang. Sesederhana  itu, he..he..he, iya teman saya yang dari Cianjur kebetulan belum pernah berkunjung ke Pantai Air Manis ingin bertemu batu si Malin Kundang.

    Menuju Batu Malin Kundang harus antri karena banyak pengunjung yang ingin berfoto. Akhirnya sampai juga giliran kami, Alhamdulillah, teman saya berkomentar, entah siapa yang dulunya membuat batu ini, kalau dia melihat pasti dia sudah tertawa kegirangan. Apakah betul demikian? Entahlah. Saya termasuk orang yang menerima legenda itu karena saat masih kanak-kanak dan pertama kali melihat batu si Malin Kundang saya berpikir, betapa dahsyatnya doa ibu, langsung dikabulkan Tuhan. Kisah Malin Kundang begitu membekas di batin saya , anak durhaka yang telah dibesarkan dengan susah payah oleh ibunya sendiri lalu setelah dewasa dan kaya raya malah tidak mengakui sang ibunda. Dengan hati yang terluka sang ibu mengutuk putra satu-satunya menjadi batu, maka jadi batu si Malin Kundang. Jiwa kanak-kanak saya menerima semua itu sebagai sebuah kebenaran dan pembelajaran. Batu Malin Kundang lengkap dengan kapal yang  pecah berantakan  terhampar di ujung pantai Air Manis. Siapakah yang membuat kapal dan isinya serta Malin Kundang yang terseungkur menjadi batu? Namanya juga legenda, benar atau tidak , yang jelas hari ini masih ada sebuah fakta batu yang berwujud sebuah kapal yang pecah berantakan, terbelah buritan dan haluannya dan disana tersungkur seorang laki-laki ..yang katanya bernama Malin Kundang.

    Pantai Air Manis memang indah luar biasa, dari tempat kami duduk tampak orang memakai sepeda motor berkeliling Pantai Air Manis dan juga para pemancing yang belum juga beranjak. Kami menikmati suasana pantai sambil mereguk air kelapa muda dan menyantap kuliner khas Minangkabau, ya sate dangung-dangung. Hm..Enak dan harganyapun sesuai kantong

    Belum puas rasanya menyisir pantai, senja akan turun dan hujan pun kian lebat. kami beranjak pulang, tapi suatu saat nanti kami akan kembali.

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Rilda Gumala lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.