Di Tengan Hujan Bulan Desember - Fiksi - www.indonesiana.id
x

suasana naral di salah satu sudut negara berkembang

YE Marstyanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 November 2021

Selasa, 21 Desember 2021 06:21 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Di Tengan Hujan Bulan Desember


    Dibaca : 797 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Isa bangun dari tidurnya

    Wajahnya yang bersahaja terpana

    Ada gemerlap di mana-mana

    Yang bintang timur pun kalah bercahaya

    Memancar dari etalase-etalase mall

    Yang berisi gempita mereka yang bergairah berbalanja

     

    Tubuh lebih penting dari pakaian

    Makanan lebih penting dari hidup

    Kata mereka

     

    Dan Isa ternganga karena ucapan itu

    Karena Ia tak pernah berkata begitu

    Bahkan lahirnya pun di kandang berdebu

    Di tengah gejolak sosial tak menentu

     

    Kedua mata Isa menatap cemara yang berkilau

    Seperti diguyur berlaksa cahaya di setiap sudut ruang

    Serta boneka boneka santa naik kereta dan terbang

    Semua menjadi wajah natal selalu begitu sejak dulu

     

    Isa tertegun melihat wajah-wajah sunyi sepulang ibadah

    Di tangan mereka hanya membawa door prize belaka

    Sementara makna kotbah tertinggal di bangku gereja

    Lalu masuk kamar bikin postingan dan melepas lelah

     

    Isa berhenti, lalu bertanya dalam hati

    Jadi benarkah mereka mengenal siapa aku?

    Jika Natal telah dirampok di tikungan

    Oleh para pedagang hanya demi keuntungan

    Lalu menerjemahkan Natal hanya merah hijau

    Pohon terang kakek berjanggut pembawa hadiah

    Pertunjukan-pertunjukan heboh di depan altar

    Makan malam mewah dengan setelan berkelas

     

    Isa memandangi semua itu

    Sambil menyuapi seorang anak kelaparan

    sementara ibunya tergolek lemas karena sakit

    Di sebuah emperan toko di tengah hujan bulan Desember 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.