10 Cara Merawat Mangrove Pesisir Morowali ala PT IMIP - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Saat PT IMIP di Morowali menanam belasan ribu bibit mangrove di Desa Tudua. Sumber foto: DOK. PT IMIP

Chika Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Selasa, 21 Desember 2021 09:53 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • 10 Cara Merawat Mangrove Pesisir Morowali ala PT IMIP

    Diketahui, meski Indonesia memiliki total luas lahan mangrove 3,1 juta hektare (Conservation International Indonesia, 2019), namun banyak diantaranya dalam kondisi rusak. Sehingga, pemerintah lewat Perpres Nomor 120 tahun 2020 membentuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang akan fokus merehabilitasi 600.000 lahan mangrove di hampir 9 provinsi dari tahun 2021 hingga 2024. Dan sejak 2018, PT IMIP di Morowali telah mendukung upaya pemerintah rehabilitasi lahan mangrove dengan beragam aksi penanaman mangrove.

    Dibaca : 649 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park), kawasan industri di Morowali memang dikenal selalu peduli dengan kelestarian lingkungan sekitar. Semua upaya dilakukan demi menghijaukan desa di lingkar kawasan industri PT IMIP. Dari mulai persoalan sampah, penanaman pohon hingga bantu rehabilitasi mangrove, PT IMIP selalu ambil peran dalam setiap aksi pelestarian lingkungan di Morowali.

    Terutama soal mangrove. Diketahui, meski Indonesia memiliki total luas lahan mangrove 3,1 juta hektare (Conservation International Indonesia, 2019), namun banyak diantaranya dalam kondisi rusak. Sehingga, pemerintah lewat Perpres Nomor 120 tahun 2020 membentuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang akan fokus merehabilitasi 600.000 lahan mangrove di hampir 9 provinsi dari tahun 2021 hingga 2024. 

    Sudah jelas, dibutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat dalam aksi rehabilitasi mangrove ini. IMIP pun berkomitmen tidak akan ketinggalan mengambil peran dalam aksi bantu rehabilitasi mangrove. Tercatat, bahkan dari sebelum Perpres 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove ada, IMIP telah melakukan aksi penanaman mangrove dari tahun 2018 dan masih berlanjut  hingga menutup akhir tahun 2021. 

    Sudah puluhan ribu total bibit mangrove yang ditebar IMIP di daerah Morowali demi pelestarian lingkungan pesisir. Dan inilah kronologi runut aksi PT IMIP dalam bantu pemerintah rehabilitasi mangrove dari tahun ke tahun:

    1. 50.000 Bibit Mangrove

    PT IMIP pada hari Jumat (19/1/2018), bertempat di pantai Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, melakukan aksi penanaman mangrove sebanyak 50 ribu pohon di luas wilayah 5 hektare. Hal ini dilakukan untuk melestarikan pesisir desa di lingkar kawasan industri PT IMIP. Aksi penanaman mangrove ini tidak hanya mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten setempat, namun hingga Kepala Koordinator Staf Khusus Kepresidenan kala itu yaitu, Teten Masduki.

    2. 15.000 Bibit Mangrove

    PT IMIP melanjutkan aksi peduli lingkungannya yaitu dengan penanaman 15 ribu bibit mangrove di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi pada September 2018. Khususnya, penanaman mangrove ini ditempatkan di sejumlah titik dengan kondisi hutan mangrove yang rusak.

    3. 4.000 Pohon Mangrove

    Tahun berganti, komitmen peduli lingkungan masih membuat IMIP konsisten dengan rehabilitasi mangrove, di bulan Februari 2019, IMIP kembali menanam mangrove sebanyak 4.000 pohon di lahan seluas kurang lebih 4 hektare di Desa Fatufia. Pada aksi menanam mangrove kali ini, warga Bahodopi ikut serta dan menyambut positif ajakan kegiatan peduli lingkungan dari PT IMIP.

    4. Penanaman di Hari Mangrove Dunia 2019

    Hari Mangrove Dunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli setiap tahunnya dijadikan momentum IMIP untuk kembali peduli ekosistem mangrove. Di Kamis-Jumat (25-26 Juli 2019), IMIP bersama Komunitas Karyawan Pendaki Gunung (KKPG) Morowali dengan total 24 orang, melakukan aksi penanaman mangrove di Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. 

    5. 1.300 Pohon Mangrove

    Di tahun 2020, meski pandemi mulai menghantam Tanah Air, lantas tak menyurutkan semangat PT IMIP untuk terus rehabilitasi mangrove. Diungkap oleh Manajer Environmental PT IMIP, Yundi Sobur, di tahun 2020 IMIP telah menanam mangrove sebanyak 1.300 pohon di lahan seluas 0,1182 hektare.

    6. 3.185 Bibit Mangrove

    Di awal tahun ini hingga April 2021, diketahui PT IMIP telah menanam bibit mangrove sebanyak 3.185 di lahan seluas 0.2963 hektare.

    7. Siapkah Lahan 30 Ha

    Selain melakukan aksi menanam bibit mangrove di pesisir daerah morowali, IMIP juga berkomitmen untuk menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk ditanami mangrove. Dengan rincian target 5 Ha di 2021 dan mengupayakan 25 Ha lahan baru di tahun 2022. Hal ini sampaikan oleh Manajer Environmental PT IMIP Yundi Sobur dalam kegiatan penanaman 100 mangrove di Desa Fatufia pada Selasa (27/7/2021). 

    8. Pameran dan Edukasi Mangrove

    Rehabilitasi mangrove IMIP

    Demi menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya rehabilitasi mangrove bagi daerah pesisir, IMIP juga mengadakan pameran edukasi manfaat mangrove yang digelar pada 23 - 27 Agustus 2021 silam. Peresmian pameran mangrove ini dihadiri oleh sejumlah pihak seperti Direktur Operasional PT IMIP Irsan Widjaja, Camat Bahodopi Tahir, Bupati Morowali Drs Taslim, dan Kapolsek Bahodopi Ipda Agus Salim.

    9. 16.667 Bibit Mangrove

    Pada hari Minggu (12/9), IMIP kembali menyelamatkan “Sabuk Hijau Daratan” dengan penanaman 16.667 bibit mangrove di Desa Tudua, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pada aksinya kali ini IMIP juga bekerja sama dengan Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Tadulako di Palu dan tentunya dengan elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Morowali.

    10. 1.750 Bibit Mangrove

    IMIP peduli morowali

    Aksi peduli mangrove PT IMIP yang terbaru yakni penanaman 1.750 bibit mangrove pada Minggu (12/12) di Desa Fatufia, di Kecamatan Bahodopi. Di dalam kegiatan ini, IMIP mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Morowali dari mulai Organisasi Pencinta Lingkungan Hidup (OPLH) Agathis, KKPG (Komunitas Karyawan Pendaki Gunung), Pejalan Morowali, Gondrong Morowali, Babinsa Desa Fatufia, dan personel Polsek Bahodopi serta sejumlah organisasi pemuda, mahasiswa dan masyarakat yang peduli dengan isu lingkungan dan ingin menyelamatkan mangrove.

    Memangnya apa yang akan didapatkan bila menjaga mangrove yang berada di pesisir daratan? Selain menjaga daratan dari abrasi hingga gelombang laut, eksistensi mangrove bisa menambah mata pencaharian warga sekitar.

    Pasalnya, pemanfaatan mangrove tidak hanya berupa pemanfaatan kayunya yang dijadikan bubur kertas (pulp) namun juga bisa dijadikan sirup, keripik, kopi bahkan sabun dari mangrove! Namun tetap dibutuhkan lebih banyak partisipasi dari seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan lahan mangrove yang kembali seperti semula lagi. Bagaimana denganmu? Apakah kamu ingin ambil bagian di aksi rehabilitasi 'sabuk hijau' daratan yang satu ini?

    Ikuti tulisan menarik Chika Lestari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.