Apa Itu Responsible Decision-Making ? - Urban - www.indonesiana.id
x

ilustr: VectorStock

Fidya Rizky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Februari 2021

Jumat, 24 Desember 2021 07:50 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Apa Itu Responsible Decision-Making ?


    Dibaca : 899 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Responsible Decision-Making atau Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab berarti memilih untuk melakukan apa yang benar bahkan ketika itu tidak mudah. Responsible decision-making juga adalah kemampuan untuk membuat pilihan yang peduli dan konstruktif tentang perilaku pribadi dan interaksi sosial diberbagai situasi. Ini juga termasuk kapasitas dalam mempertimbangkan standar etika, masalah keselematan dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari berbagai tindakan untuk kesejahteraan pribadi, sosial dan kolektif.

    Pada dasarnya, semua aspek keputusan dan konsekuensinya harus dipertimbangkan sebelum pilihan dibuat. Hal ini untuk membuat pilihan perilaku yang paling tepat, sehingga seseorang perlu belajar bagaimana mengevaluasi situasi, menganalisis pilihan mereka dan mempertimbangkan konsekuensi potensial dari setiap pilihan untuk diri mereka sendiri dan orang lain.

    Untuk berpikir melalui semua bagian dari masalah dan benar-benar memahami dengan cara yang lebih dalam, sehingga membuat seseorang tidak dengan mudah membuat keputusan yang impulsif. Seperti ketika ‘Bagaimana jika aku membuat keputusan ini, lalu apa konsekuensi dari keputusan yang aku buat?’

    Jadi sebenarnya hal ini muncul ketika kita mencoba untuk berpikir melalui beberapa langkah kedepan seperti ‘Bagaimana reaksi orang lain tentang keputusan yang aku buat?’ Itu sebenarnya melibatkan kesadaran sosial kita, kemampuan menjalin hubungan yang baik, melalui bagaimana cara kita berpikir dan juga sebagaimana kita bertanggung jawab dalam membuat keputusan.

    Lalu ada hal lain yang tak kalah penting yakni, yakni kita juga harus berpikir bagaimana cara kita membantu anak untuk membuat sebuah keputusan. Banyak anak yang merasa cemas dan depresi, mereka merasakan hal itu karena mereka tidak yakin dengan keputusan apa yang mereka buat untuk diri sendiri.

    Jadi kita sebagai orang terdekat mereka, bisa mendukung anak untuk membuat sebuah keputusan dan juga membiarkan mereka untuk menerima konsekuensi dengan alami tentang keputusan mereka dan hal itu tidak akan membuat mereka merasakan sakit.

    Mengapa kita perlu mempelajari Responsible Decision-Making?

    Karena dengan kita mempelajari serta memahami tentang Responsible decision-making atau Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dapat menjadikan kita bekal ketika suatu hari nanti kita menjadi Leadership atau pemimpin. Tanggung jawab menjadi nomor satu ketika kita menjadi pemimpin.

    Lalu keterampilan apa saja yang terkait dengan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab?

    1. Identifikasi Masalah : Seseorang harus mampu mengenali secara akurat ketika menghadapi suatu masalah. Seperti contoh masalah yang terjadi pada seorang siswa berkisar dari kesulitannya dalam memilih apakah ia akan menyelesaikan pekerjaan rumah atau tidak, hingga memutuskan untuk terlibat dalam perilaku tidak sehat, seperti berbohong atau menggunakan zat terlarang. Sangat penting untuk mampu mengakui dengan tepat ketika mereka dihadapkan pada suatu masalah.
    2. Menganalisis Situasi : Setelah selesai mengidentifikasi masalah, mereka kemudian harus belajar menganalisis situasi dari berbagai sudut, termasuk mengidentifikasi bagaimana dan mengapa masalah itu bisa muncul.
    3. Memecahkan Masalah : Setelah selesai mengidentifikasi masalah, menganalisis dan mempertimbangkan masalah, mereka kemudian perlu mengembangkan dan mempraktikkan metode untuk memecahkan masalah.
    4. Pertimbangan Tanggung Jawab Etis : Selain konsekuensi alami atau yang teridentifikasi dari suatu keputusan, ia juga harus mempertimbangkan kewajiban etis atau moral apa pun yang mungkin mereka rasakan atau pegang. Misalnya sebelum seorang anak memilih untuk melihat ujian orang lain, anak tersebut perlu mempertimbangkan potensi dampak etis dan moral dari menyontek.
    5. Evaluasi dan Refleksikan : Mengevaluasi dan merefleksikan apa yang terjadi hampir sama pentingnya dengan proses pengambilan keputusan itu sendiri. Ketika anak meluangkan waktu untuk mengevaluasi seberapa berhasil mereka mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah, mereka lebih cenderung terlibat dalam refleksi yang tepat tentang apa yang berjalan dengan baik dan apa yang dapat ditingkatkan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.