Kenali Kelekatan dan Pengasuhan Pada Anak Usia Dini - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Mengenalkan sastra kepada sejak dini.\xd (Sumber: Pixabay)

Fidya Rizky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Februari 2021

Selasa, 28 Desember 2021 06:42 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kenali Kelekatan dan Pengasuhan Pada Anak Usia Dini


    Dibaca : 657 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kelekatan (Attachment) adalah ikatan emosional  yang kuat antara dua orang. Kenyamanan fisik dan perawatan yang peka merupakan hal yang esensial untuk mencapai kepercayaan dasar pada bayi. Kepercayaan pada masa bayi merupakan landasan dasar bagi kelekatan dan harapan seumur hidup bahwa dunia akan menjadi tempat yang baik dan menyenangkan untuk ditinggali. Kelekatan (Attachment) dikemukakan pertama kali oleh John Bowlby yang menekankan pentingnya anak membentuk kelekatan dengan figur orang tua di awal kehidupannya. Kelekatan merupakan kecondongan yang kuat untuk mencari kedekatan dan kontak dengan figur tertentu terutama dalam kondisi yang sulit untuk mendapatkan perlindungan, kenyamanan, dukungan dan pengasuhan.

    Perkembangan kelekatan anak sangat dipengaruhi oleh kepekaan orang tua dalam memberikan sebuah respon kepada anak. Apakah respon yang diberikan sesegera mungkin ketika anak memerlukan sebuah bantuan atau malah sebaliknya ada penundaan pemberian respon serta respon apakah yang diberikan dan responnya tepat atau tidak. Kelekatan dapat dibentuk melalui proses dan sangat penting untuk dibangun sejak anak masih berada di usia perkembangan awal atau dini.

    Bowlby menyatakan dalam teori kelekatannya (Attachment Theory) bahwa hubungan kelekatan di awal masa kehidupan anak merupakan perkembangan awal untuk semua hubungan sosial dimasa depan anak sehingga gangguan kelekatan yang terjadi dalam masa itu memiliki konsekuensi yang sangat berat. Usia 0 sampai dengan 5 tahun merupakan periode kritis pentingnya perkembangan keterikatan atau kelekatan anak pada pengasuhnya. Jika pada usia tersebut anak mengalami peristiwa yang menyebabkan terganggunya kelekatan dengan orang tuanya, seperti perilaku merasa diabaikan dari orang tua, perceraian orang tua, kematian dan pemisahan karena konflik keluarga juga mempengaruhi kecerdasan serta perilaku agresif anak hingga usia dewasa.

    Saat anak mengalami perpisahan atau biasa disebut dengan broken home, mereka masih mendambakan perhatian, cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Anak juga merasa bahwa hal yang baik itu dapat cepat hilang setiap saat. Banyak dari mereka yang mencari kepastian dan akan merasa marah ketika tidak berhasil. Awalnya mereka merasa kuat dan penuh dengan harapan, namun kemudian mereka juga bisa merasa putus asa dan kemudian merasakan penuh harapan lagi.

    Ketika anak kehilangan sosok figur orang tuanya dapat memicu permasalahan yang berbeda. Anak bisa menjadi sangat tidak berdaya. Mereka memasuki dunia mereka sendiri. Dimana hal ini anak lakukan untuk melindungi dirinya sendiri dan sikap mereka biasanya menjadi lebih jauh dan dingin. Namun pada kenyataannya anak-anak yang mengalami hal ini biasanya sangat membutuhkan yang namanya pelukan untuk meyakinkan segala hal.

    Berdasarkan respon bayi dalam situasi asing, ada empat jenis kelekatan aman atau kelekatan tidak aman terhadap pengasuh:

    1. Bayi dengan Kelekatan Aman (Securely Attached Babies)

    Bayi yang memanfaatkan pengasuh sebagai tempat yang dapat memberikan rasa aman untuk melakukan eksplorasi lingkungan. Contohnya adalah ketika anak bermain dengan pengasuhnya, dimana pada saat bermain pengasuhnya pergi meninggalkanya sendiri, disaat itu anak akan sedikit protes seperti menangis atau merengek dan ketika pengasuhnya balik biasanya anak akan memberi respon bahagia seperti tersenyum atau naik kepangkuan pengasuhnya.selanjutnya mereka melanjutkan bermain.

    2. Bayi dengan Kelekatan Tidak Aman dan Menghindar (Insecure Avoidant Babies)

    Bayi yang memperlihatkan kelekatan tidak amannya dengan cara menghindari pengasuh dan situasi ini biasanya bayi dan pengasuhnya tidak terlalu berinteraksi dan bayi ketika ditinggalkan sendiri dia tidak tertekan (menangis/ketakutan) dan jika komunikasi dibangun bayi bersandar jauh atau berpaling.

    3, Bayi dengan Kelekatan Tidak Aman dan Menolak (Insencure Resistant Babies)

    Bayi yang sering kali melekat pada pengasuhnya kemudian menolaknya untuk mendekat, mungkin dengan cara menendang atau mendorong pergi. Dimana bayi itu mulai ngambek dengan situasi atau kondisi yang seorang bayi tidak diiginkan.

    4. Bayi dengan Kelekatan Tidak Aman dan Tidak Teratur ( Insecure Disorganized Babies)

    Bayi yang menunjukkan rasa tidak aman dengan menjadi tidak teratur dan bingung.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.