Implemantasi Pendidikan dan Pengembangan Karakter Siswa di Masa Pandemi Covid-19 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Mengkaji masalah pendidikan adalah sesuatu yang senantiasa menarik perhatian. Berbagai konsep dan gagasan yang berbeda-beda menunjukkan bahwa persoalan-persoalan pendidikan islam belum selesai. Kemajuan peradaban umat manusia, adanya temuan baru dalam bidang ini sangat mungkin akan mempengaruhi arah, orientasi, bentuk dan sistem pendidikan islam yang meniscayakan para pakar pendidikan memikirkan atau bahkan meninjau konsep-konsep pendidikan yang sudah sekian lama berlaku dan dipercaya, diantaranya pendidikan karakter.

Nurfijriati Yati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Desember 2021

Jumat, 31 Desember 2021 17:51 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Implemantasi Pendidikan dan Pengembangan Karakter Siswa di Masa Pandemi Covid-19

    Saat ini dunia sedang dihadapkan pada permasalahan global yakni Wabah Corona Virus Disease (COVID 19) atau lebih dikenal dengan Virus Corona. Wabah Covid 19 di Indonesia telah meluas di seluuh Indonesia. Pemerintah memberlakukan social distancing dan beberapa daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. (Pertiwi, 2020).

    Dibaca : 772 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Masa pandemi Covid-19 adalah tantangan bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak hal yang terkena dampak pandemik tidak terkecuali dunia pendidikan. Kondisi perubahan pola pendidikan dari tradisional menuju online secara masif akan memengaruhi kondisi psikologis anak. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada pendidikan karakter peserta didik. Karakter adalah gambaran deskripsi visual manusia secara menyeluruh yang membuat unik dengan individu lain. Dapat diartikan bahwa karakter merupakan wujud dari keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yang dimiliki oleh manusia. Keseimbangan antara ketiga komponen tersebut akan menciptakan suatu bentuk karakter yang ideal. Sehingga pemerintah perlu melakukan beragam kebijakan untuk menerapkan pendidikan karakter saat musim pandemic COVID-19.

    Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku dari individu untuk hidup dan bekerja sama, dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Karakter dianggap sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, adat istiadat, dan estetika.(Samani dan Hariyanto, 2013:26).

    Persoalan karakter menjadi bahan pemikiran sekaligus keprihatinan bersama karena masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter. Krisis ini ditandai dengan maraknya tindakan kriminalitas, seperti tawuran antara pelajar, meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, pelecehan seksual, maraknya geng motor dan begal yang seringkali menjurus pada tindakan kekerasan yang meresahkan masyarakat, korupsi mewabah dan merajalela dan merambah pada semua sektor kehidupan masyarakat, bahkan menjerumus pada tindakan pembunuhan. Fenomena tersebut jelas telah mencoreng citra pelajar dan lembaga pendidikan, karena banyak orang yang berpandangan atau mempunyai prespektif bahwa kondisi demikian berawal pada apa yang kemudian dihasilkan oleh dunia pendidikan. (Arfin, 2017:1).

    Perubahan karakter yang terjadi pada siswa ataupun mahasiswa sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia,karena kualitas generasi yang baik akan berpengaruh pada perkembangan suatu negara,sebaliknya jika kualitas generasi kurang baik maka akan berpengaruh pula terhadap suatu negara.Masa pandemi seperti saat sekarang harusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,walaupun proses pembelajaran yang dilakukan secara daring ( online ) tidak menjadi hambatan untuk generasi bisa mengasah kemampuan dan terus belajar untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik kedepannya. Banyak sekali media yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dimasa pandemi,seperti google,youtube,jurnal-jurnal dan lain sebagainya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan tidak hanya digunakan untuk hiburan semata.

    Pemerintah juga sangat berpengaruh dalam pengembangan karakter pelajar lebih-lebih dimasa pandemi seperti saat ini, Keseriusan pemerintah dalam membangun karakter bangsa semakin terlihat dengan adanya kurikulum 2013 yang disebut dengan kurikulum berbasis karakter, yaitu semua mata pelajaran harus memiliki kontribusi terhadap pembentukkan karakter peserta didik. Dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing, baik dalam sistem pembelajaran melalui proses pembelajaran yang berkarakter, maupun cara-cara lain yang mendukung terlaksananya pendidikan karakter di dalam satu pendidikan tersebut. (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010:3).

    Kaitannya dengan pendidikan karakter, implementasi diartikan sebagai penerapan suatu kegiatan atau metode secara terus-menerus yang dilakukan oleh para pendidik terhadap peserta didik sebagai upaya terhadap pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini, sehingga output yang dihasilkan dari pelaksanaan pendidikan karakter tersebut tidak lain penanaman dan pembiasaan nilai-nilai karakter terhadap diri peserta didik sehingga memunculkan sikap dan perilaku yang berkarakter mulia.

    Saat ini dunia sedang dihadapkan pada permasalahan global yakni Wabah Corona Virus Disease (COVID 19) atau lebih dikenal dengan Virus Corona. Wabah Covid 19 di Indonesia telah meluas di seluuh Indonesia. Pemerintah memberlakukan social distancing dan beberapa daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. (Pertiwi, 2020)

    Kebijakan social distancing berimbas pada hampir seluruh sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim memutuskan untuk memindahkan proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran secara daring diiumumkan melalui Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. Dengan demikian pembelajaran jarak jauh dari rumah diberlakukan pada seluruh tingkatan pendidikan. (Pertiwi, 2020).

    Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh semua yang dipelajari harus bermuatan pendidikan karakter. Pendidikan memiliki misi utama tidak sekadar membuat peserta didik pintar dari segi intelektual namun juga berkarakter baik. Misi tersebut tetap harus dijalankan apapun metode pembelajaran yang digunakan baik secara konvensioal maupun pembelajaran daring. (Pratiwi, 2020).

    Media online harus digunakan sebaik mungkin dan dimanfaatkan sebagai referensi belajar terlebih pada masa pandemi.Covid 19 tidak menjadi hambatan unutk kita terus mencari ilmu,apalagi perkembangan teknologi yang setiap harinya terus menunjukan perkembangan harus bisa kita manfaatkan sebaik mungkin,namun demikian masih ada yang kesulitan dalam mengakses media online,seperti di daerah-daerah yang terpencil,faktor ekonomi dan kendala jaringan menjadi salah satu faktor dari sulitnya peserta didik dalam mengakses pembelajaran dimedia online.

    Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti pembagian kuota belajar secara gratis untuk siswa dan mahasiswa diseluruh Indonesia,hal tersebut tentu akan sangat membantu pendidik maupun peserta didik dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi seperti saat ini. Bantuan dari pemerintah tersebut hendaklah dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kita sebagai peserta didik dalam menimba ilmu,karena kita sebgai generasi penerus bangsa memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa.

    Referensi :

    Anwar, A. (2013). Kontribusi Keluarga terhadap Pembentukan Karakter Anak (Studi Perspektif Modal Sosial di Kota Parepare). Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 9(1), 57-65.

    Diana, P.Z., Wirawati, D., Rosalia, S. (2020). Blended Learning dalam Pembentukkan Kemandirian Belajar. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 9(1), 16-22.

    Hulukati, W. (2015). Peran Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Musawa IAIN PALU, 7(2), 265-282.

    Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

    Pertiwi, Indah. (2020). Implementasi Pendidikan Karakter Saat Wabah Covid-19. Diakses pada http://lppm.unpam.ac.id/2020/05/28/ implementasi-pendidikan-karakter-saat-wabah-covid-19/ pada tanggal 1 Oktober 2020.

    Purandina, I.P.Y., dan Winaya, I.M.A. (2020). Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga Selama Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Pendidikan. Jayapangus Press. ISSN 2615-0913 (E) Vol. 3 No. 2.

    Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pedoman Sekolah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2020. Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19. Diakses pada (https://kemdikbud.go.id/main/ blog/2020/03/mendikbud-terbitkanse-tentang-pelaksanaan-pendidikandalam-masa-darurat-covid-19)

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.