Saatnya Guru ASN Jadi Komcad - Analisis - www.indonesiana.id
x

Foto ini di ambil sebelum Pandemi Covid-19, kurang lebih 3 tahun yang lalu saat pembelajaran fisika di laboratorium fisika

Iwan Kartiwa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Minggu, 2 Januari 2022 21:52 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Saatnya Guru ASN Jadi Komcad

    Program Kompnen Cadangan (Komcad) saat ini tengah banyak mendapat perhatian publik. Hal ini salah satunya karena unsur yang akan dilibatkan berasal dari kalangan ASN. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Menteri PANRB No.27 tahun 2021 yang berisi tentang Peran Serta Pegawai ASN sebagai Komponen Cadangan Dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara yang sudah diteken MenPANRB, Tjahjo Kumolo, pada 27 Desember 2021. Jadi secara formal konstitusional semua ASN termasuk mereka yang berstatus guru memiliki peran serta yang sama untuk terlibat dan menjadi bagian penting dalam program Komcad ini.

    Dibaca : 1.100 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Komponen cadangan (Komcad) saat ini tengah menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan, termasuk di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Keberadaan Komcad merujuk pada regulasi UU No. 23 tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara. Komcad merupakan sumber daya nasional yang telah dipersiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama sistem pertahanan negara kita yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Komcad sendiri sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI terbagi dalam 4 (empat) bagian yakni: Komcad sumber daya manusia, Komcad sumber daya alam, Komcad sumber daya buatan, dan Komcad sarana dan prasarana.

                 Selanjutnya dalam UU No. 3 tahun 2002 mengenai Pertahanan Negara, disebutkan bahwa pertahanan negara Indonesia diselenggarakan melalui Sistem Pertahanan Semesta. Sistem ini melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan segenap sumber daya nasional. Dalam rangka pelibatan seluruh sistem pertahanan semesta tersebut akan dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terarah serta berkelanjutan. Dalam menjabarkan Sistem Pertahanan Semesta tersebut, selain komponen utama, juga diperlukan peran serta Komponen Cadangan. Komponen utama tertumpu pada TNI dan komponen cadangan bersumber pada seluruh warga negara Indonesia siapapun dan dimanapun mereka berada, termasuk didalamnya mereka yang berstatus sebagai pegawai sipil negara (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN).

                 Diantara aparatur sipil negara tersebut terdapat sejumlah orang yang bekerja dan memberikan pelayanan publik di bidang pendidikan, salah satunya adalah guru. Guru sebagai warga negara dan ASN di Indonesia tentu akan terpanggil dan menjadi bagian penting tak terpisahkan dalam usaha pembelaan negara ini. Sudah sejak lama sejarah mencatat banyak guru dalam perjuangan revolusi kemerdekaan serta upaya mempertahakan kedaulatan NKRI, guru selalu menjadi bagian penting sekaligus menjadi garda terdepan dalam upaya bela bangsa dan negara tersebut.

                    Kini setelah bangsa dan negara ini tegak terdiri, komitmen dan loyalitas guru dalam upaya bela negara tentu masih tetap sama dan tak perlu diragukan lagi. Dalam hal ini guru yang berstatus ASN khususnya pasti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi dan akan memberikan respon yang positif terhadap program Komcad tersebut. Selain itu tentu saja ada sejumlah basis alasan mengapa guru ASN akan memberikan kontribusinya dalam program Komcad tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Sejumah basis alasan itu setidaknya terdiri dari 4 (empat) hal yang bersifat regulatif, kuantitatif, prestatif dan inspiratif. Eksplanasinya sebagai berikut.

                    Pertama, alasan yang bersifat regulatif. Sejumlah regulasi dan peraturan perundang-undangan telah tersedia untuk memayungi kegiatan bela negara termasuk program Komcad ini. Selain UU yang disebutkan tadi di atas yaitu UU No. 3 tahun 2002 dan UU No. 23 tahun 2019, sudah lahir pula regulasi yang secara khusus mengatur pelibatan ASN dalam upaya pertahanan dan pembelaan negara. Satu diantaranya adalah Surat Edaran Menteri PANRB No.27 tahun 2021 yang berisi tentang Peran Serta Pegawai ASN sebagai Komponen Cadangan Dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara yang diteken MenPANRB, Tjahjo Kumolo, pada 27 Desember 2021. Jadi secara formal konstitusional semua ASN termasuk mereka yang berstatus guru memiliki peran serta yang sama untuk terlibat dan menjadi bagian penting dalam program Komcad ini.

                    Kedua, alasan kuantitatif jumlah guru. Jumlah guru ASN 1.607.480 dari total 3.357.935 mereka yang berprofesi sebagai guru (https://referensi.data.kemdikbud.go.id). Jadi ini jumlah yang cukup banyak. Selanjutnya Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dari Publikasi Statistik Indonesia 2021 saat ini ASN Indonesia mencapai 4.168.118 orang. Jumlah itu adalah jumlah ASN di Indoensia hingga Desember 2020 (http://newssetup.kontan.co.id). Melihat data tersebut secara sepintas telah menunjukan bahwa jumlah guru ASN di Indonesia cukup banyak. Hal ini memberikan gambaran bahwa input Komcad yang berasal dari guru ASN sangat besar dan potensial, tinggal selanjutnya disesuaikan dengan batasan umur dan syarat lainnya yang menjadi ketentuan. Sebagaimana diketahui usia untuk peserta Komcad ini yaitu antara 18 s/d 35 tahun. Jadi sekalipun belum ada data berapa jumlah guru ASN yang berusia yang disebutkan dalam syarat Komcad tadi, tapi sepintas lalu dapat tergambarkan masih banyak guru ASN yang memenuhi syarat kualifikasi umur tersebut.

                    Ketiga alasan prestatif. Guru ASN yang mendaftar dan lolos diterima sebagai peserta Komcad adalah sebuah prestasi. Mengapa demikian? Karena tentu ada proses seleksi yang ketat dan transparan. Mereka yang lolos tentu saja yang sudah tersaring dengan nilai kumulatif yang baik dalam banyak aspek penilaian. Oleh karena itu bagi guru ASN yang menjadi anggota Komcad merupakan sebuah kebanggan dan prestasi tersendiri yang tidak semua orang mampu melakukannya. Kebanggaan dan prestasi tersebut tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk sekolah sebagai unit kerja dimana dia bertugas.

                    Keempat alasan inspiratif. Para guru ASN yang lolos dan bergabung dalam program Komcad akan menjadi sumber inspirasi khususnya bagi para peserta didik. Berbagai ilmu dan pengalaman yang diterima oleh para guru ASN yang mengikuti program Komcad akan mampu menginspirasi banyak peserta didik dalam konteks kebangsaan dan membangun jiwa corsa, pengabdian serta cinta pada tanah air dan bangsa. Sesuatu yang sangat penting tapi kadang terlupakan ditengah hirup pikuk arus globalisasi dan terpaaan gelombang revolusi teknologi informasi dating silih berganti. Spirit kebangsaan, semangat nasionalisme dan patriotisme akan kembali tumbuh dan berkembang apabila ditengah-tengah sebuah komunitas ada leader atau figure yang merevitalisasinya. Guru ASN yang menjadi Komcad dapat menjadi leader atau figure yang merevitalisasi semangat kebangsaan tersebut di kalangan generasi muda khususnya di kalangan pelajar yang ada di sekolahnya.

            Melihat keempat alasan tadi, memang guru ASN memiliki kans yang cukup besar untuk banyak diserap dalam program Komcad ini. Kita berharap ada banyak efek positif dan manfaat yang akan dirasakan oleh banyak pihak ketika banyak guru ASN yang dilibatkan dalam program Komcad tersebut. Pada akhirnya nanti para guru ASN alumni Komcad pasti akan memberikan kontribusi yang signifikan baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek, Dalam waktu jangka panjang mereka adalah komponen cadangan pertahanan negara strategis  dalam keadaan siap siaga apabila negara memanggil dan membutuhkan mereka dalam rangka bela negara. Dalam jangka pendek, kontribusi mereka juga diharapkan akan terasakan oleh warga sekolah di mana mereka bertugas, setidaknya pada dua hal penting yang dapat menjadi sasaran implementasinya yaitu pada penguatan dan penajaman kembali ruh pendidikan karakter dan yang tak kalah penting juga adalah pada revitalisasi semangat nasionalisme dan patriotisme yang dapat terus ditularkan kepada seluruh warga sekolah khususnya kepada para peserta didik di sekolah dimana dia bertugas. Semoga.

    Oleh: Iwan Kartiwa

    (CKS SMA Tahun 2021 KCD Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,

    Guru SMAN Rancakalong Kab. Sumedang)

    Ikuti tulisan menarik Iwan Kartiwa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.