Siapa Tahu PDI-P Mencapreskan Ganjar? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ganjar Pranowo. Facebook/\x40Ganjar Pranowo

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 4 Januari 2022 14:51 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Siapa Tahu PDI-P Mencapreskan Ganjar?

    Sebagai partai politik dengan jumlah kursi terbanyak di DPR saat ini, siapa calon PDI-P ditunggu-tunggu partai lain maupun masyarakat. Akankah Puan Maharani akan diusung, sebab inilah salah satu momen yang mungkin bagi peralihan kepemimpinan dari Megawati? Atau mungkin Ganjar Pranowo atau figur lain yang tidak terduga?

    Dibaca : 1.113 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Peta pencapresan 2024 belum lagi terang benderang. Baru Golkar yang telah mengumumkan calon presidennya: Ketua Umum Airlangga Hartarto. Partai-partai lain belum ada yang mendeklarasikan capres mereka. Gerindra, yang kekuatannya terpusat pada Prabowo Subianto, juga belum. PDI-P masih menanti keputusan Megawati: apakah Puan Maharani atau akan ada kejutan?

    Sebagai partai politik dengan jumlah kursi terbanyak di DPR saat ini, siapa calon PDI-P ditunggu-tunggu partai lain maupun masyarakat. Akankah Puan Maharani akan diusung, sebab inilah salah satu momen yang mungkin bagi peralihan kepemimpinan dari Megawati? Lagi pula, ia difavoritkan oleh sebagian elite PDI-P untuk meneruskan kepemimpinan ibunya.

    Tapi bagaimana dengan hasil survei yang berulang kali menempatkan Ganjar di posisi atas, sedangkan Puan di kelompok bawah? Bila kita melihat kemungkinan lain, adakah peluang bagi Ganjar Pranowo, kader PDI-P yang tengah menjabat Gubernur Jateng, ditunjuk oleh Megawati untuk maju? Apakah hasil-hasil survei yang mengunggulkan Ganjar di  atas calon-calon potensial lain, termasuk Puan, akan jadi bahan pertimbangan penting Megawati dalam mengambil keputusan siapa capresnya?

    Realitas politik ini bisa jadi dilematis bagi PDI-P. Megawati dihadapkan pada dua pilihan: menetapkan Ganjar sebagai capres, sehingga Puan harus dicarikan tempat yang lain, atau menetapkan Puan dengan risiko potensi tidak terpilih yang relatif besar. Bila kemudian Mega berpikir realistis dan ingin menjaga partai agar tetap berada di kekuasaan, baik legislatif maupun eksekutif, maka ia mungkin akan mengikuti realitas politik bahwa peluang Ganjar untuk terpilih lebih besar dibandingkan Puan. Masalahnya kemudian, siapa yang disandingkan dengan Ganjar?

    Bila pilihan jatuh pada Puan, posisi apa yang akan ia tempati? Jika membangun koalisi dengan Gerindra, Prabowo Subianto mungkin tidak akan bersedia menjadi cawapres Puan meskipun barangkali perolehan kursi PDI-P di DPR nanti lebih tinggi daripada Gerindra seperti sekarang. Apakah PDI-P bersedia menempatkan Puan hanya sebagai cawapres?

    Kemungkinan lain: apabila kedua partai dengan perolehan kursi terbanyak tersebut bersekutu, belum tentu duet Prabowo-Puan akan menang, khususnya apabila Anies berpeluang untuk maju dan tidak dirintangi pencalonannya serta memperoleh pasangan yang tepat. Ketika pasangan capres-cawapres sudah diumumkan, kompetisi popularitas mungkin dapat berubah dibandingkan dengan hasil-hasil survei yang diumumkan sebelumnya.

    Bila Ganjar dicapreskan oleh Mega, ini akan jadi kejutan sebagaimana PDI-P memilih Jokowi sebagai capres pada 2014. Popularitas Ganjar sejauh ini terpelihara, baik dari publikasi hasil survei maupun dari liputan media, dan Ganjar tahu bagaimana memetik manfaat dari hasil survei tersebut maupun liputan media. Apakah Megawati mengikuti perkembangan Ganjar?

    Tantangannya, peluang pencalonan Ganjar dihadapkan pada momen penting potensi regenerasi kepemimpinan di PDI-P. Bila Ganjar dicalonkan, bagaimana peran Puan di kalangan elite politik maupun kepemimpinannya di internal PDI-P? Akankah kepemimpinan Ganjar di partai lantas menguat dan mengurangi peran Puan seiring dengan makin sepuhnya Megawati, padahal waktu-waktu dekat ini momen bagi Puan untuk mewarisi kepemimpinan Mega di PDI-P? Ataukah Puan akan dipasangkan dengan Ganjar sebagai ekspresi kepercayaan diri partai sebagai [calon] pemenang pemilihan legislatif? Ataukah Mega akan memunculkan calon lain yang tidak terduga: Prananda Prabowo—putra Mega yang lain? >>



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.