Mempertahankan Adat Budaya Melayu, Dari Pengaruh Globalisasi Asing - Analisis - www.indonesiana.id
x

Model Baju kurung tanggung, Pakayan adat Jambi. Foto - Ist.

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Selasa, 4 Januari 2022 14:55 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mempertahankan Adat Budaya Melayu, Dari Pengaruh Globalisasi Asing

    Guna menghilangkan dari rasa khawatir, akan terjadinya Peralihan zaman. Peradaban suku bangsa Indonesia yang memiliki Tata krama, Sopan Santun dan Budi pekerti, serta rasa Kasihan, sebagai manusia, akan berubah sikapnya menjadi kebiadaban. Maka Lembaga Adat perlu dipertahankan.

    Dibaca : 688 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menurut Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM. mantan Gubernur Jambi 2010 - 2015, yang kini menduduki jabatan sebagai Anggota DPR RI, Komisi VIII, dari Fraksi Partai Golkar, priode 2019 - 2024, dapil Jambi. Lembaga Adat perlu dibina, untuk di lestarikan, dalam pengembangan nilai-nilai budaya bangsa, serta melindungi hak tradisional masyarakat, dari pengaruh budaya asing.

    Pada era globalisasi saat ini, hukum adat, dapat dikatakan sebagai sistem pengendalian sosial, dalam rangka terciptanya keteraturan dalam pergaulan kehidupan yang ada di masyarakat. Dari itu diharapkan, Lembaga Adat dapat dijadikan norma sosial, untuk terciptanya ketertiban dan  ketentraman, serta melindungi keselamatan individu dan kepentingan sosial.

    Disinyalir, akhir - akhir ini telah terjadi pergeseran Adat istiadat bangsa Indonesia, dengan budaya barat. Tata krama, sopan santun dan budi pekerti dikalangan generasi muda dengan para orangtua nyaris tersingkir. Uang dan harta, serta tahta terkesan menjadi peran utama, dalam kehidupan para generasi muda saat ini.

    Untuk itu, menurut Hasan Basri Agus (HBA). Lembaga Adat Melayu (LAM) perlu ditumbuh kembangkan (Dilestarikan) oleh para tokoh dan pemuka adat, dengan melibatkan para kalangan generasi muda, agar terciptanya keselarasan dalam pengembangan LAM. Tanpa adanya tuntunan dari para sesepuh LAM, maka Lembaga Adat hanya menjadi tontonan bagi generasi muda yang memang banyak belum mengetahui, tentang seluk - beluk Lemabag Adat tersebut.  

    Pada hari Kamis, 16 Desember 2021 yang lalu. Sekitar pukuk 10.00 wib pagi, Ketua LAM Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, telah melatik pengurus Perwakilan LAM Jambi untuk DKI Jakarta, dengan Ketuanya Zainal Abidin. Acara itu berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. 

    Zainal Abidin, Kepala perwakilan LAM Jambi untuk Jakarta, dalam penjelasannya juga mengatakan bahwa, pihaknya (LAM Jambi perwakilan Jakarta) akan memperkenalkan adat istiadat dan budaya Melayu Jambi kepada generasi muda yang lahir di Jakarta, tetapi orang tuanya berasal dari Jambi.

    “Kami akan kenalkan adat melayu jambi kepada anak anak muda yang orang tuanya berasal dari Jambi, dengan cara melakukan pendataan terlebih dahulu, dan akan kita buatkan jadwal pertemuannya. Pada saat pertemuan itu, akan kita sosialisasikan. Seperti apa saja adat melayu jambi itu,” Kata Zainal Abidin.

    Untuk Kantor dan balai pertemuan anggota LAM Jambi, perwakilan Jakarta, berlokasi di TMII Jakarta. “ Di Kantor LAM Jambi ini, akan digunakan sebagai tempat orang jambi yang ada di perantauan Jakarta, mengadakan pertemuan serta pengenalan tentang adat istiadat Melayu Jambi, mulai dari cara Pria atau jejaka mengajukan lamaran (melamar) Wanita atau gadis pujaan hatinya, sampai pada acara pernikahannya.

    Untuk itu, menurut Zainal Abidin yang akrab disapa Cik Bidin. Perwakilan LAM Jambi untuk Jakarta akan mempersiapkan jenis pakaian adat Jambi tersebut, termasuk untuk pakayan resepsi pernikahan ala Melayu Jambi, sebagai pragaannya. Selanjutnya, pakayan adat tersebut dapat digunakan untuk pernikahan bagi warga Jambi, dengan sistim sewa. Berikut paket lengkapnya dengan Seloko Jambi.

    Pengurus LAM Jambi Perwakilan Khusus DKI Jakarta, juga akan mempersiapkan diri, untuk mengikuti Fertival Budaya Melayu Jambi yang akan digelar pada Tahun 2022, yang akan diselenggarakan di Jakarta. Promosi ini perlu dilakukan, sebagai contoh. Bahwa LAM Jambi tidak akan hilang, selagi ada di bumi (Djohan Chaniago).



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.