Memaksimalkan Pembelajaran Melalui Hybrid Learning Selama Pandemi Covid-19 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Haifa Adilla

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Januari 2022

Kamis, 6 Januari 2022 15:22 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Memaksimalkan Pembelajaran Melalui Hybrid Learning Selama Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 telah merubah pemberlakuan belajar dari yang normalnya pembelajaran secara tatap muka berubah ke pembelajaran secara daring atau online dan sekarang kembali berubah secaara hybrid dikarnakan kondisi semakin membaik. universitas aisyiyah yogyakarta telah melaksanakan pembelajaran hybrid tersebut dimulai dari mahasiswa tingkat akhir sampai dengan mahasiswa baru. semua berjalan secara normal selama pandemi ini tidak memburuk kembali.

    Dibaca : 575 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semua sektor Tak hanya didunia kerja, industri, gaya hidup, bahkan di dunia pendidikan telah berubah 180 setelah dilanda virus Covid-19 selama dua tahun belakangan ini, pemerintah telah mengambil banyak keputusan cepat terutama didunia pendidikan. Keputusan tersebut berupa diberlakukannya pembelajaran secara online karena keterbatasannya ruang gerak karena terhalang oleh virus Covid-19 ini. Namun dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 tidak kunjung usai dan pembelajaran secara daring/online tidak efektif maka pemerintah menerapkan sistem pembelajaran berupa hybrid learning, seiring dengan peraturan baru dari pemerintah yang mengubah tatanan lama menjadi new normal.

    Sebelum kita membahas hybrid learning alangkah lebih baik nya kita membahas new normal terlebih dahulu. Karena hybrid learning muncul setelah adanya pemberlakuan new normal. Apakah new normal itu? New normal adalah kebiasaan baru untuk melakukan aktivitas keseharian dalam masa pandemi Covid-19 yang memiliki peraturan berupa jaga jarak minimal 1 meter, menghindari kerumunan, cuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker nila keluar rumah dan gunakanlah dua lapis jika anda memasuki zona merah, juga selalu membawa handsanitizer kemanapun dan dimanapun. Hal itulah yang membuat tergagasnya atau munculnya pembelajaran hybrid learning. Tetapi, harus kita garis bawahi juga pembelajaran hybrid learning tersebut hanya boleh dilakukan pada zona kuning kebawah atau zona kuning sampai hijau.

    Dari tadi kita sudah membahas new normal yang menjadi penggagas hybrid learning. Tetapi kita belum tahu apa itu hybrid learning. Hybrid learning adalah pembelajaran mode baru yang berupa sistem kombinasi metode pembelajaran antara tatap muka dan daring atau online. Pembelajaran secara kombinasi ini memiliki keuntungan dan juga memiliki dampak buruk. Kita telaah satu persatu, pembelajaran hybrid ini memiliki keuntungan berupa pendekatan pendidikan serta siswa/mahasiswa dapat berpartisipasi dalam pembelajaran secara langsung kepada pengajar. Keuntungan selanjutnya yaitu hybrid learning lebih optimal dibanding pembelajaran daring yang hanya menggunakan alat perangkat elektronik dan terbatas paket internet dan jaringan. Dampak negatifnya dari hybrid learning tersebut adalah penyebaran Covid-19 yang lebih cepat walaupun sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penyebaran Covid-19 ini tidak memandang siapapun. Tenaga kesehatan yang kita tahu, mereka sudah melakukan protokol kesehatan yang ketat dengan menggunakan alat pelindung diri/APD, masker yang tebal, dan selalu menyemprotkan cairan desinfektan ke pakaiannya tetapi masih saja banyak tenega kesehatan tersebut yang terjangkit virus Corona ini.

    Universitas aisyiyah yogyakarta (https://www.unisayogya.ac.id/) sudah menerapkan pembelajaran secara hybrid learning dengan persyaratan mahasiswa sudah divaksin minimal dosis pertama. Pembelajaran  tersebut secara bertahap dimulai dari mahasiswa semester 5 keatas. Karena mereka akan menjalani praktek lapangan untuk memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Baru-baru ini Universitas Aisyiyah yogyakarta atau yang sering disebut dengan kampus unisa perlahan lahan juga menerapkan pembelajaran hybrid pada mahasiswa semester 1. Sistemnya tidak serta merta semua program studi itu masuk dihari yang sama. Sebagai contoh program studi keperawatan hanya masuk pada hari rabu dan kamis, serta program studi teknik laboratorium medis masuk pada hari jumat. Semua  mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19 terutama di daerah D.I Yogyakarta. Jika seumpama penyebaran Covid-19 kembali meningkat maka hybrid learning akan dihentikan terutama pada mahasiswa semester awal saja.

    Dari pandemi ini kita belajar bahwa pembelajaran mau apapun itu atau dengan sistem bagaimanapun itu, pertemuan antara pengajar dan yang diajar sangatlah penting. Karena untuk membangun sebuah kepercayaan dan pemahaman harus ada yang namanya pertemuan. Universitas aisyiyah yogyakarta atau yang biasa kita sebut unisa telah mengupayakan untuk pembelajaran hybrid tersebut. Upaya maksimal telah dilakukan unisa agar pembelajaran hybrid ini bisa dirasakan oleh semua mahasiswa nya. Maka dari itu kita semua berharap agar pandemi ini segera berlalu dan kehidupan berjalan normal seperti sedia kala.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.