Ikan Hias - Analisis - www.indonesiana.id
x

Wahid Prasetyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Januari 2022

Senin, 10 Januari 2022 13:30 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ikan Hias

    Budidaya Ikan Hias

    Dibaca : 298 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    IKAN HIAS

    Ikan hias adalah jenis ikan baik yang berhabitat di air tawar maupun di laut yang dipelihara bukan untuk konsumsi melainkan untuk memperindah taman/ruang tamu. Panorama bawah laut sering kali dinilai menarik sehingga banyak orang yang rela menghabiskan uang banyak untuk menyelam dan menikmatinya. Kini, kemajuan teknologi memungkinkan orang menikmati panorama air laut di dalam ruangan. Kehadiran ikan hias di dalam rumah masyarakat modern dapat menjadi salah satu alternatif hiburan di tengah rutinitas yang padat.  Ikan- ikan hias ini dipelihara untuk kesenangan, oleh karena itu bentuk, warna, ukuran, keserasian, dan kebiasaannya benar-benar harus diperhatikan.

    Manfaat memelihara ikan hias umumnya memang akan menambah cantik dekorasi dari tempat tinggal Anda. Ternyata manfaat memelihara ikan hias ini sebenarnya menjadi sebuah anugerah untuk orang-orang yang menjalani kehidupan dengan aktivitas yang padat dan penuh tekanan

    Berikut adalah manfaat ikan hias yang lainnya :

    1. Mengurangi tingkat stress

    Salah satu manfaat yang ditawarkan dari memelihara ikan, terutama ikan hias, adalah mengurangi tingkat stres. Hal ini telah dibuktikan lewat penelitian yang telah dipublikasi di PLoS one.

    Detak jantung dan tekanan darah yang menjadi tolak ukur tingkat stres ternyata menurun. Maka dari itu, peneliti menyimpulkan bahwa manfaat dari pelihara ikan dapat membantu menurunkan kadar stres pemiliknya.

     

    1. Membantu mengelola penyakit diabetes

    Tahukah Anda bahwa memelihara ikan dapat membantu beberapa remaja mengelola penyakit diabetes? Dilansir dari News in Health, sebuah penelitian memperlihatkan bahwa merawat ikan dapat membantu remaja penyandang diabetes mengelola penyakit mereka.

    1. Membantu menenangkan pikiran

    Sementara itu, bagi mereka yang memelihara ikan di akuarium mungkin lebih senang membawa efek yang menenangkan ke rumah. Pasalnya, setelah akuarium diberikan hiasan dengan batu dan tanaman, menonton ikan berenang juga mengurangi tingkat stres dan rasa cemas.

    Selain itu, suara gemericik gelembung dari tangki, warna ikan, dan latar belakang akuarium juga menambah efek terapi. Tidak heran jika akuarium ikan sering terlihat di ruang tunggu praktik dokter agar pasiennya lebih tenang sebelum masuk ke ruang konsultasi.

     

    1. Baik untuk perkembangan anak

    Memelihara ikan di akuarium tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan orang dewasa, melainkan juga baik untuk perkembangan anak. Selain mengurangi rasa cemas dan menenangkan anak, ikan juga membantu anak belajar tanggung jawab, alam, dan kreativitas mereka.

    Budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya. Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan. Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :

    1. Wadah pemeliharaan Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam. Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil.
    2. Lingkungan hidup ikan hias air tawar Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam. Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan. Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita.
    3. Pakan Pakan untuk ikan hias yang diberikan biasanya adalah pakan alami dan pakan buatan. Jenis pakan alami yang biasa diberikan yaitu infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, artemia, serangga, kodok, ikan hidup/mati. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang bahan dasarnya juga berasal dari pakan alami. Pakan buatan umumnya berbentuk pellet yang kadar proteinnya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan.
    4. Pemilihan Calon Indukan Dalam pemijahan ikan hias diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Induk yang akan digunakan harus mencukupi umur untuk dipijahkan dan sudah matang gonad (kelamin). Ikan hias akan mengalami matang gonad dan dapat dipijahkan pada umur 4 – 12 bulan tergantung jenis ikannya.U
    5. Pemijahan Pemijahan ikan untuk proses pembuahan telurnya ada yang berlangsung secara internal dan eksternal.Tidak semua ikan hias dapat melakukan pemijahan secara alami.
    6. Penetasan Telur Telur akan menetas tergantung dari jenis ikannya. Biasanya telur akan menetas setelah 24 jam menjadi larva. Penetasan (inkubasi) telur dapat dilakukan di akuarium,kolam permanen, corong dan happa.
    7. Perawatan Larva hingga Pembesaran Telur yang sudah menjadi larva akan mulai berenang kesana-kemari. Larva ikan dapat ditempatkan dalam akuarium, hapa, kolam bak, bak plastik, fiber glass dan kolam tanah serta wadah lainnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.