Metode Pembelajaran Melalui Media Sosial di Masa Pandemi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Menggunakan Media Sosial Untuk Bisnis

Hana Putri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Januari 2022

Rabu, 12 Januari 2022 12:20 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Metode Pembelajaran Melalui Media Sosial di Masa Pandemi

    Membahas tentang bagaimana metode pembelajaran yang digunakan pada masa pandemiCOVID-19.

    Dibaca : 350 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Internet merupakan teknologi yang saat ini paling banyak dimanfaatkan oleh manusia secara luas serta tidak dibatasi oleh usia, gender, dan topologi geografis. Berbagai aktivitas manusia hampir semuanya ditopang dengan keberadaan internet. Tak hanya berfungsi sebagai portal dan alat bantu pencarian informasi saja, internet juga dapat dijadikan sebagai media promosi dan alat pengukuran tingkat popularitas sebuah domain atau bisnis tertentu disamping ketersediaan fitur lain yang berbasis edukasi dan lain sebagainya. Untuk mendukung interaksi sosial di internet, terdapat media sosial yang menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Media sosial membaur menjadi satu dan saling melengkapi sehingga konteks sosial diantara keduanya tak bisa dipisahkan lagi dan merubah perilaku manusia dalam berinteraksi satu sama lainnya.   

    Media sosial dapat memberi dampak positif maupun negatif. Dalam dampak positif, media sosial bertujuan untuk mengikuti update berita, mencari banyak teman dari media sosial, dan lain sebagainya. Dalam aspek pendidikan pula, media sosial pun memberi pengaruh yang besar, salah satu contohnya memudahkan kita dalam mengakses materi-materi pembelajaran. Adapun dampak negatif dari media sosial yaitu dapat memberikan efek candu sehingga seseorang dapat mengalami ketergantungan pada media sosial. Efek candu ini dapat memberi kerusakan pada emosi, perilaku, dan hubungan antar manusia.

    Pada Maret 2020, terjadi perubahan besar-besaran pada aktivitas dan pola hidup masyarakat Indonesia akibat merebaknya virus covid-19. Kebijakan baru pun muncul yaitu dengan melakukan pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini diterapkan mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, sehingga memaksa kita untuk menggunakan media sosial sebagai jalan satu-satunya untuk tetap melakukan pembelajaran. Dengan media sosial ini, komunikasi tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu, dan jarak sehingga interaksi antara pelajar dan pendidik maupun sebaliknya dapat terhubung kapan saja.

    Sebagai contoh universitas yang menerapkan kebijakan baru ini adalah UNISA Yogyakarta. Universitas ini memanfaatkan media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Youtube, Zoom, Google meet, Google Classroom, dan website LENSA UNISA. Dalam penyampaian materi perkuliahan oleh dosen, UNISA Yogyakarta memanfaatkan aplikasi zoom sehingga seluruh mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan pengajar. Untuk platform Whatsapp, dimanfaatkan sebagai tempat berdiskusi antara mahasiswa dan dosen. Dalam pengumpulan tugas berbentuk video atau poster dapat dikumpulkan melalui Youtube dan Instagram. Adapun website LENSA UNISA berfungsi untuk wadah pengumpulan tugas seluruh mahasiswa dalam bentuk tertulis.

    Akibatnya, penggunaan media sosial pun meningkat sehingga dapat dijadikan metode pembelajaran yang efektif dalam menunjang perkuliahan. Dengan situasi ini pula, para dosen dan mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengetahui pemanfaatan media sosial tersebut sehingga perkuliahan dapat berjalan lancar dan materi dapat tersampaikan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial sangat berguna dan berpengaruh dalam sistem perkuliahan.

    Dengan memanfaatkan media sosial  sebagai pendukung proses belajar mengajar dapat memberikan efek positif. Media sosial dapat merangsang mahasiswa  untuk  belajar  secara  lebih  mandiri  serta  berkelanjutan  sesuai dengan kecakapan serta potensi alami yang dimiliki. Pengembangan kreativitas serta kemandirian siswa dan mahasiswa juga terbuka sangat lebar dengan menjadikan media sosial sebagai sebuah sistem pembelajaran baru. Mahasiswa juga lebih mengetahui fungsi-fungsi pada beberapa platform sehingga mampu mengeksplorasi ide para mahasiswa.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.