Membidik Segi Positif dan Negatif Kala Belanja Online - Analisis - www.indonesiana.id
x

Nadhifa Rohima

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Januari 2022

Jumat, 14 Januari 2022 19:21 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Membidik Segi Positif dan Negatif Kala Belanja Online


    Dibaca : 456 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hadirnya teknologi dalam kehidupan manusia memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan hidup umat manusia. Ada beberapa contoh nyata teknologi yang sering digunakan dan membantu manusia dalam menyelesaikan tugas-tugas, seperti komputer, laptop, handphone, mesin, mobil, motor dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi juga memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya.

    Ada beberapa pengaruh positif dari perkembangan teknologi informasi seperti; kemudahan dalam mendapatkan informasi, efektif dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan, pembelajarannya pun juga bisa dilakukan secara online tanpa harus tatap muka, serta interaksi antara penjual dan pembeli juga bisa dilakukan secara online atau kita sering menyebutnya sebagai belanja online. Banyaknya pengaruh positif yang dihasilkan dari perkembangan teknologi juga sebanding dengan pengaruh negatif yang muncul akibat dari perkembangan teknologi. Seperti masuknya budaya luar yang bisa memengaruhi pola kehidupan anak Indonesia, pengguanaan gadget yang berlebihan, serta berkurangnnya sosialisasi antar orang.

    Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa adanya teknologi juga berpengaruh terhadap aktivitas manusia ketika berbelanja. Belanja online sendiri merupakan kegiatan atau aktivitas pembelian barang atau jasa melalui media internet. Dimana pembeli tidak harus langsung pergi ke toko atau gerai untuk membeli barang tertentu yang dibutuhkan. Pembeli bisa terlebih dahulu melihat-lihat katalog dari penjual lewat website yang ada. Kegiatan belanja online merupakan bentuk komunikasi baru yang tidak memrlukan komunikasi tatap muka secara langsung antara pembeli dan penjual, juga merupakan salah satu bentuk perdagangan elektronik yang digunakan untuk kegiatan transaksi penjual ke penjual atau penjual ke konsumen.

    Belanja secara online memang memberi kemudahan bagi pembeli karena pembeli tidak harus repot-repot pergi ke pasar atau toko, sehingga pembeli tidak perlu menghabiskan banyak tenaga karena bisa dilakukan hanya dengan sekali klik saja di layar handphone atau laptop. Kepraktisan belanja online juga berdampak pada waktu pembeli karena belanja online bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa harus menyisishkan waktu tertentu. Dari keuntungan belanja online tersebut ternyata ada juga yang mengungkapkan bahwa belanja online juga bisa dijadikan sarana untuk membantu orang lain. 

    Selain keuntungan atau kemudahan dari belanja online yang dirasakan ternyata aktivitas ini juga bisa memberi kesan tidak baik. Seperti karena barang yang dibeli kadang tidak sesuai dengan gambar yang ada, sehingga timbul rasa tidak puas. Barang kekecilan atau kebesaran, tetapi bagi pembeli kalau barang yang dibeli kebesaran tidak menjadi masalah karena bisa diperbaiki sendiri. Pengiriman barang lama atau bahkan salah alamat dalam pengiriman barang ke konsumen.

    Dilihat dari pembeli selama melakukan transaksi secara online bisa dikatakan pembeli cukup puas dengan belanja online. Terlepas adanya kemudahan dan efektifitas serta ketidaksesuaian antara barang yang datang dengan gambar yang ada. Karena kualitas produk atau barang tergantung dari harga yang ditawarkan. Ada harga maka ada kualitas. Ada tips dari pembeli yang melakukan belanja online untuk meminimalisir kerugian bisa dilakukan dengan cara melihat testimoni dari pelanggan sebelumnya. Kalau di marketplace sendiri biasanya testimoni sudah terpampang nyata di produk yang dijual, tetapi kalau beli di sosial media seperti Facebook, Instagram, atau WhatsApp biasanya penjual akan membagikan testimoni itu di laman sosial medianya, yang bertujuan agar ada kepercayaan dari pembeli untuk penjual atau toko online yang bersangkutan.

    Dalam kegiatan belanja online masyarakat Indonesia tidak hanya menggunakan marketplace saja tapi juga memakai media sosial untuk bisa mendapatkan barang yang diperlukan. Untuk marketplace sendiri mayoritas masyarakat menggunakan aplikasi Lazada dan Shopee, sedangkan untuk media lainnya bisa menggunakan aplikasi WhatsApp dan juga bisa melalui WAG (WhatsApp Grup).

    Di zaman serba digital seperti saat ini memang apa-apa yang dibutuhkan manusia bisa didapatkan secara online, seperti ketika membutuhkan barang untuk keperluan rumah tangga. Belanja online menjadi alternatif yang sangat memudahkan banyak orang untuk bisa membeli barang atau jasa tertentu dengan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga juga tidak harus menghabiskan banyak waktu karena tidak perlu repot-repot harus pergi ke toko atau pasar secara langsung.

    Masyarakat bisa mendapatkan barang atau jasa tersebut bisa melalui aplikasi marketplace atau sosial media hanya dengan sekali klik saja. Hanya saja kegiatan belanja online memang tidak selalu memberi kesan positif bagi pembeli karena ada beberapa masalah yang kerap terjadi, seperti barang yang datang tidak sesuai, salah alamat dalam pengiriman barang, barang yang datang kekecilan atau kebesaran, dan lainnya. Apapun itu dampaknya, entah positif atau negatif setidaknya transaksi yang dilakukan secara online bisa lebih menguntungkan pembeli.

    Ikuti tulisan menarik Nadhifa Rohima lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.