Aktuaria, si Ribet Penyelamat Literasi Keuangan - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Gwynne Joeloidian

Mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan Jurusan Matematika
Bergabung Sejak: 14 Januari 2022

Senin, 17 Januari 2022 07:35 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Aktuaria, si Ribet Penyelamat Literasi Keuangan

    Aktuaria merupakan salah satu program studi yang cukup digemari selama beberapa tahun terakhir. Kepopulerannya berdampak positif kepada literasi masyarakat Indonesia.

    Dibaca : 613 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, sangat disayangkan penduduk Indonesia masih miskin akan literasi keuangan. Walaupun sudah lebih membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tingkat literasi keuangan Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Berdasarkan OCBC NISP Financial Fitness Index, indeks literasi keuangan penduduk Indonesia pada tahun 2021 baru mencapai 37,72 poin dari 100 poin.

    Seakan mengerti dengan permasalahan literasi keuangan yang dihadapi masyarakat Indonesia, jurusan aktuaria membuat geger dunia perkuliahan di Indonesia dengan kehadirannya pada tahun 2017. Pasalnya, jurusan yang digadang-gadang menjadi salah satu jurusan tersulit ini memiliki prospek kerja yang menjanjikan karena masih minimnya tenaga kerja aktuaris di Indonesia. Sehubungan dengan fokus dari jurusan aktuaria yaitu mempelajari cara menganalisa risiko keuangan, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia dinilai dapat berbanding lurus dengan jumlah peminat jurusan aktuaria. Oleh karena itu, jumlah peminat jurusan aktuaria di Indonesia harus ditingkatkan agar literasi keuangan masyarakat dapat meningkat dan masyarakat lebih bijak dalam mengelola risiko keuangan.

    Mempelajari jurusan aktuaria dapat menjadi modal bagi para mahasiswa dalam mengelola risiko keuangan di masa yang akan datang mengingat edukasi terkait hal tersebut masih sangat minim di Indonesia. Pentingnya mengajarkan literasi finansial sejak dini dipandang sebelah mata karena anak-anak umumnya belum dituntut mencari nafkah. Saat beranjak dewasa pula, masyarakat dituntut untuk mandiri dalam hal mengelola keuangan, mulai dari asuransi, dana darurat, dana pensiun, dan sebagainya. Tak sedikit orang yang merugi akibat salah langkah dalam mengatur keuangannya di masa mendatang. Hal ini terbukti dengan maraknya kasus terjebak penipuan berkedok investasi. Mereka yang awalnya ingin menabung demi mencapai kebebasan finansial di masa depan, malah berujung terancam bangkrut akibat perencanaan finansial yang buruk.

    Meningkatnya angka orang-orang yang dibekali ilmu mengelola keuangan di masa mendatang juga berdampak positif dalam meluruskan isu-isu miring mengenai produk-produk investasi yang beredar di masyarakat. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah menyimpan uang di rumah lebih aman dibanding di produk investasi. Padahal, uang yang disimpan di rumah akan menurun nilai tukarnya akibat inflasi seiring berjalannya waktu. Walaupun uang yang disimpan dalam produk investasi juga akan mengalami inflasi, pengurangan nilai tukarnya dapat ditangani dengan memilih produk investasi yang tingkat pengembaliannya setara atau bahkan melebihi tingkat inflasi sehingga uang yang disimpan aman dari inflasi. Isu lain yang kerap menimbulkan keresahan terkait produk keuangan adalah uang yang diletakkan dalam produk-produk keuangan akan hilang dan tidak dapat ditarik kembali. Hal ini tentu tidak sepenuhnya benar karena hal tersebut bergantung dengan produk keuangan yang dipilih serta strategi keuangan yang digunakan pengguna produk keuangan.

    Selain itu, sosialisasi terkait literasi keuangan dapat menjangkau cakupan yang lebih luas pula dengan semakin banyaknya lulusan aktuaria. Karena masih jarang ditemukan program studi aktuaria di universitas-universitas yang berada di luar Pulau Jawa, banyak mahasiswa dari luar Pulau Jawa yang merantau demi mendalami jurusan tersebut. Semakin banyak mahasiswa yang mendalami jurusan aktuaria, diharapkan semakin banyak pula mahasiswa yang mengaplikasikan ilmunya guna meningkatkan literasi finansial di kota asalnya.

    Para lulusan jurusan aktuaria dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam hal meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi yang umumnya sulit mengakses informasi mengenai hal ini. Sebagai contoh, lulusan aktuaria dapat memberikan jasa layanan gratis mengenai pengelolaan dana pensiun sebab melalui survei yang dilakukan oleh PT. Bank HSBC Indonesia pada tahun 2019 yang bertajuk Future of Retirement, Bridging the Gap menunjukkan bahwa mayoritas responden belum siap secara finansial untuk pensiun. Dikhawatirkan banyak penduduk yang masa tuanya tidak terjamin sehingga mereka harus terus bekerja untuk menyambung hidup sampai akhir hayat.       

    Skill mengelola keuangan di masa yang akan datang adalah skill yang wajib dimiliki oleh semua orang, terutama di zaman serba uang seperti sekarang ini. Hal ini membuat kepopuleran jurusan aktuaria yang kian melejit menjadi salah satu cara yang efektif untuk memajukan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia. Namun, tingkat kesulitan yang tinggi membuat kebanyakan mahasiswa enggan menekuni jurusan ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberi dukungan kepada mahasiswa jurusan aktuaria, seperti menyediakan beasiswa dan kemudahan dalam mencari pekerjaan mengingat dampak positif yang didapatkan apabila jumlah lulusan aktuaria meroket, antara lain menjadi modal dalam mengelola risiko keuangan, meluruskan hoaks terkait produk keuangan, serta memperluas jangkauan dalam mensosialisasikan strategi mengatur finansial.

     

    Referensi :

    Widhiyanto, F. (2021). Saat Tingkat Literasi Keuangan Milenial Tak Setinggi Populasinya. Investor.id. https://investor.id/finance/262246/saat-tingkat-literasi-keuangan-milenial-tak-setinggi-populasinya

    Prasetyo, W. B. (2021). Ini Cara Investasi Cerdas Saat Inflasi Naik. Berita Satu. https://www.beritasatu.com/ekonomi/777005/ini-cara-investasi-cerdas-saat-inflasi-naik

    Wuryasti, F. (2019). 9 dari 10 orang Indonesia Belum Menyiapkan Pensiun dengan Matang. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/ekonomi/216456/9-dari-10-orang-indonesia-belum-menyiapkan-pensiun-dengan-matang.html



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.